Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 133


__ADS_3

Hidup hanya sekali jadi jangan sia-siakan hidup Kamu untuk hal yang bisa Kamu akan sesali nantinya..


Setiap Manusia memiliki kesempatan ke dua untuk memperbaiki semuanya bahkan kesempatan itu datang berulang kali selama individu itu ingin memperbaiki Hidupnya.


"Tunggu!!" Nenek Masitha pun ikut bersama mereka yang semula bersitegang dengan lainnya.


"Mas, bagaimana dengan Dennis, kenapa mereka belum menemukan putraku?" Tanyanya dengan deraian air matanya sambil memeluk tubuh suaminya.


"Kamu harus sabar, semoga mereka selamat," jawabnya yang dalam hatinya juga mengalami pergolakan batin yang sangat ketakutan.


Bryan duduk termenung sambil menjaga Maxy yang terbaring lemah di atas Bangkar rumah Sakit.


Flashback on..


Seperti halnya yang terjadi pada kisah cinta Anita dan Bryan. Anita memang masih sangat mencintai Bryan hingga saat ini. Tapi sakit hati dan rasa kecewa menutupi besarnya perasaan cintanya kepada Bryan.


"Maaf Kak, hubungan diantara kita hanya sekedar teman saja tidak lebih dan itu berlaku dari awal kita bertemu hingga sekarang dan selamanya" ucap Anita yang sangat lihai menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya di hadapan Kenan Bryan.


"Apa Kakak tidak punya kesempatan lagi Anita, Maafkan kakak, Kakak tidak sengaja membuat kamu menunggu saat itu dan Maafkan kakak Kakak yang tidak sempat memberikan kabar kepada kamu waktu itu," ucap Kenan Bryan yang pandangannya masih setia berada di depan jalan karena mobil sudah berjalan menuju rumahnya Anita


"Maaf Aku tidak bisa," ucap Anita sambil membuka pintu mobilnya.


Anita berjalan secepat mungkin untuk berlalu dari hadapan Kenan yang terpaku di depan setir mobilnya. Ia memukul setir mobilnya dengan kuat. Dia menumpahkan perasaan kesalnya.


Bryan masih belum beranjak dari tempatnya. Bryan menatap ke arah atas tepat di kamar Anita yang kebetulan sangat jelas dilihat dari tempat mobil Bryan berada.


Arumi masuk ke dalam rumahnya tanpa menyapa Papi dan maminya yang sedang berada di ruangan tengah yang sedang nonton bareng partai final antara Korea Selatan melawan Tiongkok atau Cina.


Mami Herna yang melihat kedatangan putri ketiganya hanya menggelengkan kepalanya dan heran ketika melihat tingkah putrinya yang tidak seperti kebiasaannya.


Setiap hari jika Arumi dari luar di mana pun berada ibu Hernita pasti Arumi akan mendatangi Maminya lalu meraih tangan maminya untuk dua cium punggung tangannya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi denganmu Nak, semoga kamu baik-baik saja," batinnya Nyonya Herna.


Hari-hari terus berlalu, hubungan antara Ania Arumi Smith dan Kenan Bryan semakin dingin dan jarak mereka semakin menjauh saja. Arumi bahkan semakin menjaga jaraknya dan jika ada kesempatan untuk mereka bertemu pasti Arumi akan menghindarinya.


Hingga membuat Kenan pun menyerah untuk mengejar Anita. Bryan pasrah dan menyerah dengan keadaan yang ada.


"Kamu menjauh tapi Aku akan tetap sabar untuk menunggumu di sini dan masih di sini hingga kamu sendiri yang datang mencariku," batinnya Kenan.


Di Belahan dunia lain, tepatnya di Negara Eropa yaitu negara tercinta Ratu Elisabet.


"Selamat pagi baby boy, cicitku yang tampan," ucap Pak Luis Prawira Horne.


"Selamat pagi Tuan besar," ucap Dokter yang selalu menjaga dan menangani Baby Boy selama ini yang diberikan tugas oleh Tuan besar Luis.


"Alhamdulillah kalau gitu, tetap berikan yang terbaik untuk cicitku hingga dia terbebas dari kotak ini," titah Tuan besar Luis.


"Baik Tuan, kami akan berikan yang terbaik untuk Anda Tuan dan tunggulah kabar baik kami," ucap Dokter Lie sebagai kepala dokter yang menangani Baby Boy.


Bunga yang dihinggapi oleh Kupu-kupu yang berterbangan di atas bunga cantik itu. Hanya bisa menatap kosong ke arah Taman tersebut.


"Assalamualaikum Rose," sapa Tuan Luis.


"Waalaikumsalam Kakek," ucap Rose sambil mencium punggung tangan kakeknya.


"Semoga hari ini kamu sudah bisa bekerja di Perusahaan Kakek," ucap Tuan Luis.


Rose hanya menatap ke arah kakeknya dan langsung refleks menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu bersiaplah kita akan ke perusahaan," tutur Tuan besar Luis.


Tuan Luis hanya menyunggingkan senyumannya. Rose Amalia Horne berjalan ke arah kamar ganti pakaian dan memoles Wajahnya dengan make up yang membuatnya sangat cantik.

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dari ini.


...****************...



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...

__ADS_1


__ADS_2