Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 163


__ADS_3

Yudha menepuk kepalanya yang sudah pikun dan tertawa konyol. Ia pun sudah melihat letak kamar mandi tersebut. Dan segera berjalan ke arah kamar mandi. Dia masih memikirkan apa yang akan terjadi jika perempuan itu menuntut pertanggungjawaban kepada nya.


Hal ini bisa membuatnya dilema dan berfikir extra. Tapi, Yudha kembali teringat dengan apa yang dia lakukan bersama Mirah semalam. Yudha reflek pun tersenyum penuh arti dan terbayang dengan suara lenguhan Mirah yang begitu sensual dan menggoda di telinga Yudha.


"Tapi cincin yang dipakai oleh istriku itu kan cincin yang rencananya aku ingin berikan untuk Naila tapi bagaimana mungkin Mirah bisa memakainya dan apa hubungan Mirah dengan semua ini," Yudha membatin.


"Mommy, Maxy sudah lapar Mommy,"teriak Maxy saat sudah berada di dalam kamar pribadi mommynya.


Maxy berjalan terpincang-pincang Karena kakinya masih ngilu. Ia mencari keberadaan mommynya tapi tidak menemukan Mommy nya. Dia menangkap suara air yang terjatuh dari lantai kamar mandi.


"Mommy mungkin di dalam kamar mandi, aku tunggu saja deh Mommy, sambil mainin hp Mommy," civitnyy Maxy sambil mencari keberadaan hpnya Mirah.


"Ini dia HP mommy, tapi kok warnanya beda yah apa Mommy mengganti casing hpnya yah? aku mainin saja aah!" Lirihnya Maxy yang mencoba untuk membuka HPnya Yudha yang dikira milik Maminya adalah hpnya Mirah.


Baru saja Maxy ingin mengaktifkan tombol power hpnya Yudha pintu kamar mandi terbuka. Dan keluarlah Yudha dengan rambutnya yang masih basah. Kemudian memakai handuk hingga sebatas punggungnya saja.


Maxy menatap ke arah Martin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia berulang kali memeriksa dan mengucek matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"Uncle ganteng!!!" Pekik Maxy dan berjalan tertatih ke arah Yudha.


Yudha yang mendengar teriakan seorang anak kecil langsung menoleh ke sumber suara tersebut dan sama terkejutnya dengan Maxy yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Yudha langsung berjongkok dan menggendong tubuh kecil Maxy yang selama ini dia rindukan.


"Hello boy, gimana kabarmu boy?" tanya Yudha yang sudah menggendong tubuh putranya yang belum dia kenal sampai detik ini.


"Alhamdulillah baik tapi hati yang Maxy sedang tidak baik uncle ganteng," jelasnya Maxy yang langsung murung dan menunjukkan ke arah dadanya.


Yudha tersenyum melihat tingkah lakunya Maxy yang lucu. Ia langsung tersenyum bahagia melihat tawa dan senyumannya Maxy.


"Boy duduk dulu yah, uncle mau pakai baju dulu," ujar Yudha yang sudah melihat ada pakaian yang terlipat rapi di atas meja nakas kamarnya Mirah.


"Uncle ganteng kok bisa berada di dalam kamar Mommy Maxy??" tanya Maxy yang bingung karena selama ini dia tidak pernah melihat ada seorang pria manapun yang masuk ke dalam kamar momsnya.

__ADS_1


Yudha baru saja ingin menjawab pertanyaan dari Maxy pintu kamar terbuka lebar dan masuklah Mirah dan selalu menebar senyum manisnya ke arah Yudha suaminya.


"Mommy!!" teriak Maxy dengan wajahnya yang kegirangan.


Yudha kembali dibuat shock dengan kenyataan yang ada di depan matanya. Dia tidak menyangka jika ternyata teman kecilnya adalah anak dari istrinya sendiri.


"Putra Mommy sudah bangun yah sayang, gimana tidurnya apa nyenyak sayang?" tanya Mirah.


"Alhamdulillah nyenyak mommy, makasih banyak yah Mommy sudah membawa uncle ganteng ke sini," timpal Maxy yang sangat gembira karena menurutnya mommynya sudah mengabulkan permintaannya.


Mirah yang tidak mengerti pun kembali menatap wajah Yudha yang juga bingung.


"Mommy, uncle ganteng itu dia, uncle ganteng temannya Maxy loh mom!" Terangnya Maxy yang menunjuk ke arah Yudha yang hanya bisa berdiri saja.


Yudha kembali terdiam dan baginya apa yang terjadi hari ini dalam hidupnya bagaikan roller coaster saja. Yang terjadi begitu cepat terjadi hingga Yudha menjadi susah untuk mencernanya. Mirah bingung untuk menjelaskan kepada putranya tentang hubungannya dengan suaminya.


"Sayang uncle ganteng itu adalah.." ucapan Mirah terpotong karena Yudha langsung menggendong tubuh kecil Maxy.


"Daddy! hore akhirnya Axel punya juga Daddy, Maxy tidak diejek sama teman sekolah aku sudah punya seorang Daddy" pungkasnya Maxy yang sangat bahagia karena sudah punya Daddy seperti temannya yang lain.


Selama ini Maxy sering di-bully oleh temannya karena tidak pernah diantar oleh daddy-nya sekalipun. Mirah terharu melihat kebahagiaan putranya yang akhirnya bisa memiliki seorang Daddy walau pun Yudha hanya ayah sambung untuk putranya.


"Kalau gitu kita sarapan dulu yah, kasihan makanannya sudah menunggu lama," tuturnya Mairah yang mengajak putranya sambil bercanda.


Mirah, Maxy dan Yudha berjalan ke arah dapur mbak Marni yang melihat mereka tersenyum bahagia dan tidak terasa meneteskan air matanya dan buru-buru menghapus jejak air matanya itu.


"Saya ikut bahagia melihat senyuman di wajah kalian dan semoga kebahagiaan kalian untuk selamanya," Mbak Mina membatin.


"Maaf yah Mas, hanya makanan ini yang saya bisa masak, soalnya Mirah tidak tahu makanan apa yang mas suka," ungkap Mirah yang merendah lalu sudah duduk di kursi sambil mengisi makanan untuk suaminya.


Yudha yang diperlakukan seperti itu membuat hatinya berbunga-bunga. Sewaktu dia pacaran dengan Naila sedikit pun tidak pernah diperlakukan seperti itu. Boro-boro bertanya tentang sudah makan belum saja tidak pernah apa lagi mau melayani Yudha dengan setulus hati. Mereka makan dengan lahapnya dan penuh hikmah. Ia sesekali tersenyum manis setelah suapan masuk ke dalam perutnya.

__ADS_1


"Masakannya mirip dengan masakan Mama, mama aku Rindu denganmu," batinnya Yudha.


Sedangkan di jauh sana, tepatnya di Ibu kota Thailand Bangkok seseorang terkejut dengan apa yang ditemukan oleh Anak buahnya. Berita dan kenyataan tersebut membuatnya bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kenyataan ini bisa membuat hubungan cucu dan keluarga suaminya menjadi terpecah belah hanya karena masa lalunya.


................


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2