Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Chapter. 39. Semburat Warna Merah Kebahagiaan


__ADS_3

"Alhamdulillah ternyata gelangku sudah aku temukan," terangnya dengan penuh kebahagiaan wajahnya berseri-seri.


"Berarti dia gadis yang selama ini aku cari hingga hampir 9 tahun, dunia ini ternyata tak selebar daun kelor." Cicitnya yang penuh kebahagiaan.


"Aku dapat gelang ini saat Kamu berjalan dan kemungkinannya terjatuh dari ujung gaunmu waktu itu," jelas Richard yang memainkan gelang cantik itu di dalam tangannya.


Raut wajahnya langsung berubah bahagia karena gelangnya sudah ditemukan. Raisa tidak menyangka jika gelang kesayangannya ternyata ditemukan oleh calon suaminya.


"Alhamdulillah ternyata gelangku sudah aku temukan," terangnya dengan penuh kebahagiaan di depan Richard.


"Berarti dia gadis yang selama ini kucari hingga hampir 9 tahun, dunia ini ternyata tak selebar daun kelor," gumam Richard.


Richard yang bahagia karena pencariannya selama ini tidak sia-sia, awalnya hanya ingin mencari seorang pendamping hidupnya sesuai dengan amanah kedua orang tuanya berujung pada penemuan gadis kecilnya.


Richard bersyukur karena gadis kecilnya yang sekian lama dicarinya, akhirnya bisa bertemu juga. Walaupun hanya dia yang tahu jika mereka pernah bertemu dalam situasi dan kondisi yang cukup membuat hidup mereka jungkir balik.


"Apa benar itu gelangmu yang hilang? kalau boleh tahu Kamu dapat gelang itu dari mana?" Tanyanya sembari menatap ke arah calon istrinya yang menuntut jawaban dari Raisa tersebut.


Raisa menatap ke arah Rich dengan menautkan kedua alisnya. Dia penasaran kenapa Richard sangat ingin mengetahui asal muasal dia memperoleh gelang tersebut.


"Gelang ini sudah berada di dalam pergelangan tanganku sekitar 9 tahun lalu," jawabnya Raisa yang melihat ada perubahan raut wajah dari Richard.


Senyumannya terus mengembang setelah berhasil mendapatkan kembali gelangnya.


"Kalau masalah siapa yang memberikannya maaf!, saya tidak bisa memberitahu Anda karena ini privasiku," jelasnya yang sedikit jengah dengan pertanyaan dari Richard.


"Berarti tepat sekali dugaanku, dia gadis kecilku yang aku cari hampir 9 tahun lamanya, aku akan segera mempercepat pernikahan kami," lirihnya Richard.


Dia kemudian diam-diam mengirim chat ke nomornya Nathan. Dia meminta untuk segera mengurus persiapan acara lamaran untuknya.

__ADS_1


"Maafkan saya menggangu aktifitasnya, saya hanya ingin mengetahui bagaimana dengan rencana pernikahan kita, apa sudah ada keputusanmu?" Abi menatap tajam ke arah Delisha.


"Tidak apa-apa, lagian saya juga berniat untuk mengajak Anda bertemu, tapi ternyata chatnya lebih duluan masuk ke dalam nomorku," terangnya.


"Jadi jawabannya adalah?" Abi berbicara dengan penuh harap.


"Oke, saya siap untuk menjadi istrimu, tapi apa Anda tahu kalau saya perempuan yang tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan," tuturnya dengan sesekali menyesap minumannya.


"Tidak masalah," balasnya.


"Saya tidak suci lagi, seperti kebanyakan perempuan lainnya yang ada di luar sana, dan maaf saya berbicara jujur di depan Anda agar tidak ada penyesalan di belakang," ungkapnya.


"Oke, tidak masalah yang paling penting Kamu bersedia jadi istriku hanya itu saja," ujarnya.


Rich tidak ingin memasang target apa pun. Baginya yang penting dia bisa menikahi gadis kecilnya yang sudah lama dia cari.


Richardi malahan sangat senang karena pencariannya sudah membuahkan hasil. Dia tidak perlu repot-repot melakukan pencarian lagi.


Raisa terkejut saat mendengar perkataan dari Rich. Raisa tidak menyangka jika pria ini tidak ingin menunda lebih lama lagi pernikahannya. Padahal ingin bertunangan saja dulu.


"Tapi!!!"


"Maaf saya tidak ingin dibantah ataupun ditolak," ujarnya dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


"Ya Allah ini orang maksa banget, emangnya gak ada sudah waktu lain selain minggu depan apa?" Cicitnya Raisa yang menatap jengah.


Raisa memonyongkan bibirnya di hadapan Richard. Dan ngomel-ngomel tidak jelas.


Abi yang melihat hal tersebut segera menarik bibirnya Raisa. Hingga senyuman tipis muncul di balik wajahnya yang dingin itu.

__ADS_1


"Iiihh apaan sih, kenapa ditarik sih Pak?" Tanyanya yang memukul tangan Richard yang sudah lancang menarik bibirnya.


"Kamu semakin cantik jika bertingkah seperti itu," jawabnya.


"Ihh enggak jelas amat jadi orang, mana ada cantiknya kalau bibir monyong."


Richard semakin melebarkan senyumannya di depan Raisa. Mereka ternyata nyambung dan berbincang-bincang hingga sore hari. Hubungan mereka sudah tidak seperti dulu awal mereka bertemu.


Hari ini, sudah tidak ada rasa canggung dan kaku lagi. Mereka sudah seperti orang yang bernostalgia dengan masa lalunya yang baru hari ini bertemu kembali.


Sebelum magrib mereka memutuskan untuk pulang. Sedangkan Richard masih menunggu Nathan untuk menjemputnya. Dia ingin langsung ke rumahnya Pak Yudha calon mertuanya. Dia akan melamar secara resmi Raisa di hadapan keluarga besarnya.


Beberapa saat kemudian, asisten pribadinya sudah datang ke Resto. Dia berjalan terlebih dahulu tanpa menunggu Nathan berdiri di hadapannya.


"Bagaimana dengan yang aku perintahkan?" Tanyanya saat sudah berada di dalam mobilnya.


"Semuanya sudah siap Bos, tinggal kita meluncur ke rumahnya calon istri Bos," jawabnya.


Dia kemudian menghubungi Pak Heri dan Tuan besar John agar mereka mengetahui jika dia akan melamar malam ini juga.


Niat baiknya mendapat lampu hijau dari calon kakeknya. Mereka bahkan bahagia saat mengetahui jika, Raisa sudah siap menikah.


Mobilnya meluncur dengan mulus di atas aspal. Tidak ada kendala atau pun hambatan yang berarti dia temui ketika berada di jalan raya.


Sedangkan Raisa yang baru saja sampai, langsung melempar tasnya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Guyuran air dari shower mampu meredakan panas di tubuhnya yang seharian menjalani rutinitas dengan padatnya.


"Semoga dia bisa menjadi papinya Lee yang penuh tanggung jawab, dan menerima putraku seperti putranya sendiri." Harapannya yang sangat besar itu.

__ADS_1


Makasih banyak all Readers atas dukungannya terhadap Cinta dan Dendam..


__ADS_2