Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 137


__ADS_3

"Segera lakukan pencarian terhadap Noel Cruz dan jangan biarkan lolos," perintah komandan kepolisian kepada bawahannya.


Semua orang bersatu padu untuk melakukan pencarian bahkan tak segan-segan keluarga Lee dan Luis memberikan iming-iming hadiah yang sangat besar. Tuan Luis tidak hanya berbicara angin lalu saja.


Bahkan informasi sekecil apapun yang dia dapatkan, orang tersebut mendapatkan hadiah. Mereka sangat ingin menemukan cucu kedua di dalam keluarga mereka.


Nyonya Mirah maminya Rexy dan Axel duduk di depan bangkar rumah sakit. Ia tak henti-hentinya menangisi nasib puteranya yang terbaring lemah di depan matanya.


Hatinya semakin teriris sembilu dikala putra keduanya menghilang bak ditelan bumi, tidak diketahui asal usulnya berada di mana, apa masih hidup atau sudah meninggal dunia.


"Ya Allah… jaga dan lindungilah anak2ku dimana pun berada," lirihnya Nyonya Mirah.


Bu Mirah kembali teringat kejadian beberapa tahun lalu saat Anak-anaknya masih kecil dulu…


Flash back on…


Kebahagiaan terpancar dari wajah anggota keluarga besar Yudha Muhammad Al-ayyubi Lee. Pasalnya mereka sudah menggenggam bukti bahwa, Alif adalah putra sulungnya yang hilang hampir lima tahun lamanya. Tiada kebahagiaan yang dirasakan oleh Martin, ketika membaca sebuah map yang berisi beberapa lembar kertas.


Berkas tersebut berisikan hasil tes DNA Alif yang dilakukan oleh Yudha di Rumah Sakit DA untuk meyakinkan kecurigaan dan dugaan beberapa hal yang mereka curigai beberapa hari ini. Melalui syukuran Martin menyalurkan rasa bahagianya dan kegembiraannya dengan berbagi bersama.


Seluruh anggota keluarganya dengan beberapa anak Panti Asuhan serta ibu-ibu pengajian Majelis Taklim yang ada di Sekitar Lingkungan komplek perumahannya.


"Alhamdulillah Nenek sangat bahagia Nak, dan semoga kebahagiaan lainnya segera menyusul setelah ini," tuturnya Ibu Masitha.


"Yudha juga sangat bahagia dengan berita ini, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi Nek," matanya berbinar dengan indahnya menandakan dia sangat bahagia.


Doni dan Mayang berjalan ke arah mereka. Nenek Masitha tersenyum menyambut kedatangan kedua calon manten tersebut.


"Sini nak duduk di sampingnya Nenek," Neneknya menepuk-nepuk kursi kosong yang ada di sebelahnya.


"Makasih banyak Nenek," balasnya dengan senyuman yang tidak kalah manisnya.


Doni dan Mayang duduk berdampingan dengan Kakak sepupu dan neneknya.


"Mas, kok Mbak Mirah gak ada?" Maya celingak-celinguk mencari keberadaan sahabat sekaligus calon sepupunya itu.

__ADS_1


"Mbak Kamu masih sibuk dengan trio bocil Lee, ada yang mau ini ada yang mau itu dan masalahnya, mereka tidak ingin dibantu oleh Mbak Marni atau mbak Wati."


Nenek Masitha menyesap tehnya yang masih mengepul asapnya itu. Cangkir yang bermotif bunga-bunga itu di dalam genggaman jarinya yang sudah mulai keriput.


"Hari minggu lusa akad nikah kalian kan, tempat akad nikahnya di Mesjid atau di kediaman Mami Kamu?" Neneknya memandangnya dengan tatapan menyelidik.


"Insya Allah hari Minggu, Papi maunya di Rumah saja, katanya lebih dekat dan hemat waktu."


Mayang ikut menikmati seduhan teh asli Thailand. Teh hijau kesukaannya Nenek Masitha terhidang di depan mereka.


"Aku mau lihat tingkah dan keseruan mereka, Mas disini saja yah temani Nenek untuk kontrol persiapan acaranya," Mayanh sedikit kesal dengan ulah Doni yang selalu mengekor dirinya ke manapun seakan-akan dia akan menghilang.


Mayang pun berjalan dengan langkah kakinya yang cukup panjang. Maya sedari tersenyum karena lepas dari pengawasan dan pengawalan Doni. Sekitar dua jam lagi acara syukuran akan segera dimulai.


Banyak sanak saudara mereka yang sudah datang dan memenuhi rumah sangat besar dan mewah itu. Dari luar negeri pun sudah datang, dari luar daerah dan kota Jakarta mereka juga sudah memenuhi tumah tersebut. Yudha dan Neneknya menyambut kedatangan mereka satu persatu.


"Alhamdulillah Kita bisa bertemu lagi yah Mbak Masitha," terang adik sepupunya Masitha ibu Naurah.


"Syukur Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama di sini," timpal Pak Toni.


Nenek Masitha menuntun tamunya hingga ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan untuk tamu undangan.


"Mbak Masitha terlalu merendah, ini sudah sangat wooow luar biasa loh banyaknya," tangannya telaten mencicipi semua jenis masakan tersaji di atas meja.


Sedangkan di dalam ruangan lain, teriakan anak-anak menghiasi Kamar pribadinya Mirah. Ke tiga anaknya tidak ingin memakai pakaian, jika bukan Mommy mereka yang memasangkan sendiri.


Nyonya Mirah sibuk mengurus tamu-tamunya yang kebetulan rekan kerjanya yang dari Bandung dan Surabaya hadir di acara mereka juga.


"Mommy! Raisa tidak ingin memakai pakaian ini," Raisa menggelengkan kepalanya dan menyingkirkan pakaian yang ada di hadapannya dengan berkacak pinggang seperti Nyonya besar saja.


"Kenapa kok Raisaa nggak mau pakai, apa bajunya kekecilan atau kebesaran sih sayang?" Tanyanya Bu Mirah menatap dan memutar baju itu berulang kali di depan matanya.


Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.


Bersyukur terhadap rezeki yang diberikan Allah hendaklah selalu berucap dengan alhamdulillah."

__ADS_1


Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.


"Bukan masalah itu Moms, tapi Delisha mau pakai baju yang mirip dengan Kakak Denis dan Axel Mommy," Delisha mengunci tubuhnya dengan menyilangkan ke dua tangannya di depan tubuhnya.


Mbak Marni segera bertindak setelah mendengar perkataan dari Nona mudanya itu. Mbak Marni bahkan berjalan tergopoh-gopoh saking tidak inginnya terlambat membawa baju ganti untuk Delisha Nona mudanya.


Saking cepatnya berjalan hingga dia tidak menoleh sedikit pun ke belakang. Gara-gara ulahnya seseorang disenggolnya, hingga hampir saja terjatuh padahal dalam genggamannya ada nampan yang berisi beberapa minuman.


"Aaaahhhhhh!!!" Pekik Aisyah.


...----------------...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2