Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 145


__ADS_3

Jika ada penumpang yang kebetulan memakai mobil pribadinya dan akan keluar kota s dalam waktu hanya tiga hari atau lebih yang berniat hanya jalan-jalan saja, walaupun parkiran tersebut berada di luar area bandara.


"Makasih banyak pak yang sudah menjaga mobil saya, dan ini sedikit untuk Bapak," tutur Mirah kepada bapak yang bekerja sebagai tukang parkir yang mengatur keluar masuknya mobil ke tempat area parkiran.


"Tidak usah Mbak, ini kan sudah menjadi tanggung jawab dan pekerjaan bapak, lagian mbak sudah membayar ongkos parkir mobil Mbak!" ucap bapak tersebut yang menolak amplop pemberian Mirah dengan sopan karena baginya itu sudah jadi tanggung jawabnya.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.


"Tidak apa kok Pak Anggap saja saya memberikan ini untuk istri dan anak bapak di rumah," balasnya Mirah yang sudah sedikit memaksa kepada bapak tersebut agar bersedia menerima amplop itu.


"Tapi, Mbak saya berjaga di sini gak sendirian loh, saya bertugas di sini ada Tiga orang," cegah bapak tersebut lagi yang semakin sungkan.


"Kalau itu amplop khusus untuk bapak dan yang dua ini amplop untuk teman kerja bapak, dan tolong disampaikan ucapan rasa terima kasihku kepada mereka yah Pak," timpalnya Mirah.


"Kalau gitu, terima kasih banyak Mbak, bapak sangat senang bisa dapat rezeki dari Mbak dan saya mewakili teman saya," Tutur bapak tersebut dengan sopan.


"Makasih Pak," ujarnya Mirah saat mobilnya melewati bapak tersebut.


Bapak tersebut sangat bahagia saat dirinya membuka amplop pemberian Amairah, dan betapa bahagianya karena isinya amplop tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya untuk satu bulan.


"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah atas rezekyMu hari ini," terang Bapak itu.


Mirah menjemput mbak Wati dan Mbak Mirna. Dan segera melajukan mobilnya di saat baby sitter putranya sudah duduk di kursi penumpang dengan manisnya.


Sebelum mereka pulang, miirah meminta kepada Mbak Marni dan Mbak Wati untuk tidak memberitahukan kepada Axel dan orang lain tentang pernikahannya sebelum Amairah mengurus akta perceraiannya dengan Adam.


Untung saja Mirah mencegah Yudha untuk melaporkan Arman tentang apa yang dia lakukan. Ia memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Ia merentangkan kedua tangannya saat berada di depan pintu kayu jati yang bercat hijau senada dengan warna dinding tembok rumahnya.

__ADS_1


Rumah yang 4 hari ini dia tinggalkan untuk menghadiri undangan khusus sahabat terbaiknya saat mereka masih kuliah dulu dan berakhir dengan status baru Amairah yang bukan lagi janda bin single parents.


Tapi Amairah tidak ingin terlalu larut dan memikirkan pernikahannya baginya Mirah tidak ingin menuntut lebih kepada Yudha yang sudah sah menjadi suaminya.


Walaupun suaminya datang Mirah bersyukur walaupun dia tidak akan permasalahkan hal tersebut. Biarlah seperti yang mengalir.


"Kangen yah sama rumah Nyonya?" ucap Mbak Marni.


"Iya Mbak, aku juga kangen sekali dengan suasana rumah kita, Alhamdulillah Bunga tumbuh dengan subur walau pun kita tidak berada di sini beberapa hari," u


Jawab Mirah yang duduk di kursi teras rumahnya sambil menunggu Mbak Marni dan Mbak Wati membersihkan seluruh isi rumahnya.


Hpnya berdering di dalam tas merek Gucci yang tentunya asli yah bukan kw. Mirah pun memeriksa siapa yang menelponnya. Dia tersenyum melihat siapa yang menelponnya dan ternyata panggilan tersebut dilakukan oleh Mayang dan Nadia. Ia langsung mengangkat telepon tersebut.


"Assalamualaikum cantik," sapa kedua sahabatnya yang kebetulan mereka mengucapkan salam secara bersamaan dengan suara cempreng mereka yang khas jika bertemu.


"Waalaikumsalam juga cantik," timpalnya Mirah dengan senyuman khasnya yang sudah manis tambah gula malah akan semakin manis.


"Alhamdulillah sudah sampai kok, baru sekitar setengah jam yang lalu kalau tidak salah," jawab Mirah.


"Alhamdulillah kalau begitu, jadi ada nih oleh-oleh untuk kami kan sayang?" tanya Mayang lagi.


"Adakah masa untuk kalian gak ada sedangkan mimi kucingnya Maxy saja ada," balas Mirah yang tersenyum meledek kedua sahabatnya.


"Apaaaaaa!! Mai tega menyamakan cewek seksi dan cantik ini dengan kucing!!" Canda Mayang yang berakting berpura-pura marah dan tidak suka.


Sedangkan Nadia dan Mairah sudah tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Mayang.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Alurnya novel ini maju mundur cantik yah...


__ADS_2