Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Eps. 18. Kedatangan Reinhart


__ADS_3

"Kalau menginginkan buatan kue moms, kenapa nggak datang saja ke sini," ujarnya.


Percakapan mereka terhenti ketika mereka melihat Maxi menghampiri mereka. Wajah Maxi seperti sedang menyimpan sesuatu yang membuat Mira mengerutkan keningnya.


Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Jika jahat dibalas kejahatan, maka itu adalah dendam.


Jika kebaikan dibalas kebaikan maka itu adalah perkara biasa.


Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zalim.


Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji.


Lima tahun kemudian...


Kesibukan dari kedua anak kembarnya membuat mereka melupakan kisah asmaranya. Mereka sedikitpun tidak pernah ingin membuka pintu hatinya untuk siapa pun.


Rexy entah apa yang terjadi padanya. Semenjak malam itu, dia hingga detik ini sering dihantui rasa bersalah. Dia tidak memungkiri jika, dia merindukan dan sering terbayang-bayang suara dan raut wajah Mutiara saat mereka bercumbu mesra dulu.


"Aku tidak boleh hidup dalam bayang-bayang semu, aku harus melupakanmu, dendam yang ada di dalam hatiku, sedikitpun tidak ada rasa cinta untuk perempuan sepertimu."

__ADS_1


Kata yang paling singkat itu sering mampir di bibirnya. Tapi, dia terus berusaha untuk melupakan semua kenangan itu. Rexy tidak menampik jika, kenangan yang tercipta di antara mereka indah bahkan sangat indah dan berkesan, tapi dia harus berusaha untuk melupakan semuanya.


Raisa hari ini sangat sibuk, sampai-sampai melupakan jadwal makan siangnya bersama saudaranya yang lain. Begitulah kesibukannya setiap hari, selalu tenggelam dalam dunia kerja yang tidak ada habisnya.


Matanya yang indah itu terus menatap beberapa tumpukan berkas yang masih banyak. Lelah, capek dan penat tentu saja dia rasakan. Ia berhenti sejenak untuk merenggang otot-ototnya yang sudah mulai kaku karena kelamaan duduk. Tangannya direntangkan ke atas. Dia melirik jam tangannya yang terpasang dengan cantik di pergelangan tangan kanannya.


"Sudah hampir jam 3 rupanya," ucapnya dengan langkah kakinya melangkah ke arah pintu.


Baru beberapa langkah kakinya melangkah, dan belum sampai ke pintu. Pintu bercat coklat tua yang terbuat dari kayu jati yang kuat dan anti rayap, terbuka lebar dari luar. Mulutnya ternganga lebar, kedua matanya membulat sempurna melihat siapa sosok orang yang berhasil membuka pintunya tanpa seijinnya itu.


Raisa berlari ke arah orang itu, kemudian tanpa segan memeluk tubuh orang tersebut. Dengan deraian air matanya, tak kuasa menahan rasa bahagia dan kerinduan nya yang bercampur menjadi satu.


Raisa menundukkan sedikit tubuhnya agar lebih leluasa memeluk tubuh orang itu. Delisha memeluk erat-erat tubuh orang itu seakan-akan mereka akan ada yang memisahkan keduanya.


Perkataan itu meluncur dari mulut kecilnya.


"Reinhart Bramantya Lee, Mami sangat merindukanmu Nak," dengan air matanya terus menetes membasahi pipinya.


Mereka berpelukan sangat erat, Raisa tidak menyangka jika putra semata wayangnya datang dari Thailand untuk menemuinya. Hampir dua tahun putranya tidak pernah lagi pulang ke Indonesia.


Raisa menghujani ciuman di wajah putra tunggalnya. Anak yang Awalnya tidak diinginkan kehadirannya, bahkan waktu mengetahui jika dirinya hamil, dia mencoba berbagai cara untuk menggugurkan kandungannya.

__ADS_1


Minuman dan obat-obatan yang dia ketahui dari internet bagus untuk membuang janinnya dia lakukan. Kehamilan di usianya yang baru 16 tahun lebih itu mengguncang mental dan psikisnya hingga dunianya hancur.


Masa depannya hancur seketika, percobaan demi percobaan dilakukan untuk menggugurkan calon bayi yang tidak berdosa itu. Hingga Raisa depresi dan dirawat secara khusus dan intensif oleh dokter keluarganya. Hingga usia kehamilannya berjalan enam bulan.


Suatu malam, dia bermimpi bertemu dengan seorang anak kecil yang sangat tampan. Mereka saling berbincang-bincang santai. Hingga membuatnya tersadar dari semua yang telah dia lakukan berbahaya untuk bayinya dan kehidupannya sendiri. Sejak malam itu, mimpinya mampu membuatnya tersadar dari depresinya dan mulai terbiasa untuk menerima kenyataan pahit itu.


Dukungan dari kedua tangannya, saudaranya serta keluarga intinya membuatnya bangkit dari keterpurukannya. Hingga tiga bulan kemudian melahirkan putra pertamanya tanpa ada status pernikahan dibaliknya. Keluarga dan orang-orang terdekatnya satupun tidak ada yang berkomentar negatif atau mencapnya dengan sebutan dan perkataan yang tidak baik.


Semua mendukung dan memberikan motivasi serta dorongan yang kuat untuk menghadapi cobaan dan ujian dalam hidupnya. Bahkan mereka tidak menyangka dan sangat sedih, di usianya kurang lebih 17 tahun ia menjadi ibu muda sekaligus single parent. Hingga detik ini pula, mereka tidak ada yang mengetahui siapa ayah biologis dari putranya.


Keluarganya bahu membahu membantu Raisa agar kuat dan tabah menjalani kehidupannya. Sejak ketahuan melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Kakeknya Tuan besar John telah memberikan restunya untuk Mira cucunya menikah dengan Yudha.


Bayi lucu dan mungil itu membawa berkah di dalam kehidupan keluarga besarnya. Dua keluarga besar yang dulunya saling bermusuhan gara-gara adanya kesalahpahaman, telah bersatu kembali.


Tuan besar John meminta khusus kepada cicitnya untuk merawat dan membesarkan anaknya bersamanya. Tuan besar Edward dan lainnya merasa tidak keberatan dengan hal tersebut. Sehingga Raisa bisa kembali menata dan melanjutkan perjalanan masa depannya.


Hingga usia lima tahun mereka masih menetap di London, Inggris. Tetapi, satu tahun belakangan ini, Tuan John Mayer Atmaja memilih dan memutuskan untuk tinggal di Thailand di negara asalnya


"Rei sangat merindukan Mami," yang tersenyum geli diperlakukan seperti itu oleh maminya.


"Mami juga sangat merindukan Rei," balasnya.

__ADS_1


Tuan besar John dan istrinya yang sedari tadi datang ke Indonesia khusus untuk mengantar cicintya itu sama sekali dilupakan keberadaannya oleh mereka berdua yang melepas kerinduannya.


"Hmmmm."


__ADS_2