Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 168


__ADS_3

Yudha buru-buru hpnya karena teringat dengan sesuatu yang mungkin bisa memberikan kepadanya petunjuk siapa perempuan yang menolongnya malam itu. Ada bayangan seorang cewek yang terlintas di kepalanya


Tapi sayangnya hpnya ternyata kehabisan daya baterai. Yudha menghembuskan nafasnya dengan agak kasar. Yudha memeriksa charger hpnya ternyata Dia lupa membawanya lagi dan seingatnya charger hpnya ketinggalan di rumah Mirah. Dia ngomel-ngomel di depan hpnya yang tidak bisa diajak kompromi.


"Disaat sudah setitik petunjuk hpku tidak mendukungku, apa kamu tidak ingin mengetahui siapa perempuan itu haaaa!!" Geramnya Yudha.


Sedangkan di dalam Mall tepatnya di sebuah Supermarket terbesar dan terlengkap yang ada di negara tercinta yang bertuliskan logo CF itu, Amairah sedang sibuk mencari barang-barang yang stoknya habis di rumahnya untuk persediaan satu bulan ke depan. Mbak Wati sudah mengirimkan daftar barang belanjaan yang harus Amairah beli.


"Syukur Alhamdulillah, Mas Yudha menunaikan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga," gumamnya Mirah dengan tersenyum sumringah.


Mirah bersyukur karena Yudha telah mengirimkan sejumlah uang belanja bulanan untuknya yang kebetulan uang ditabungannya sudah sangat menipis. Kebetulan bulan ini dia belum gajian. Uang belanja 100 juta bagi Mirah sangatlah banyak walaupun selama ini dia sudah bisa menghidupi dirinya sendiri walau pun dengan gaji yang pas-pasan.


Mirah sibuk mengecek kandungan dan komposisi dari bahan-bahan perlengkapan mandi yang akan dia ambil, ia memeriksa apa kah sesuai dengan anaknya atau tidak dan tentunya memeriksa segala macam lainnya seperti juga dengan tanggal kadaluarsa dari barang tersebut.


Mirah tidak pernah mempersoalkan harganya mau mahal atau pun murah yang penting dia cocok dan aman untuk keluarganya pasti di beli dan pastinya sesuai yang dia butuhkan.


Ia termasuk tipe Emak-emak yang sangat selektif jika berbelanja dan dua selalu berfikir untuk berbelanja sesuai kebutuhannya saja bukan karena keinginan.


Berbagai barang memenuhi rak yang tersusun dengan rapi, mulai dari merek terkenal dan ternama hingga yang tidak punya nama yang cukup terkenal tapi masyarakat sering memakai barang tersebut yang tentunya sudah terjamin kualitasnya.


"Aku tidak boleh belanja barang dengan asal semuanya harus aku perhatikan dengan baik," cicitnya Mirah dengan tatapan mata yang tajam.


Mirah sebenarnya telah menyelesaikan belanjaannya di bagian perlengkapan mandi atau kebersihan badan atau pun rumahnya seperti sabun mandi, detergen dan kawan-kawannya. Ia pun berjalan ke arah rak yang ada di sebelah tapi langkahnya terhenti setelah melihat ada sikat gigi yang lucu yang menurutnya pasti disukai oleh Putranya Maxy.

__ADS_1


Sikat gigi tersebut bermotif mainan anak-anak yang paling disukai oleh Maxy yaitu robot yang bisa berubah menjadi mobil begitu pun sebaliknya. Warnanya merah dan biru sesuai dengan yang ada di film Transformers yaitu Optimus prime sang pemimpin auto bot.


"Anakku pasti sangat senang melihat sikat gigi ini jadi putraku bisa semakin bersemangat dan suka dengan menyikat giginya," gumam Mirah.


Mirah pun memutuskan untuk mengambil sikat gigi tersebut tapi-tapi, tiba-tiba sikat gigi tersebut langsung beralih ke tangan orang lain yang tidak dia kenali sama sekali. Mirah langsung menatap pemilik tangan yang halus lembut dan putih itu yang berhasil merebut sikat gigi dari tangannya.


"Maaf Bu! sepertinya saya yang terlebih dahulu mengambil sikat gigi ini dari pada ibu," kilah Mirah dengan penuh keramahan dan kelembutan.


"Maaf Mbak siapa pun berhak atas sikat gigi ini jika dia belum membayar sejumlah uang di kasir," tutur Ibu itu.


"Benar sekali kata ibu, siapa pun berhak untuk memiliki sikat gigi itu selama dirinya mampu dan sanggup untuk membayar sejumlah uang sesuai dengan harganya, tapi kan Saya yang duluan loh Bu mengambilnya dan sudah berada di dalam troli belanjaan saya loh Bu," sanggah Mirah yang juga tidak mau mengalah.


"Kalau bisa mbak cari sikat gigi seperti ini saja yah, mungkin stoknya masih ada," timpal Ibu tersebut.


"Tapi sayangnya sikat gigi ini adalah permintaan putra saya dan tidak mau menyikat giginya jika bukan menggunakan sikat gigi sesuai keinginannya Bu." jawab Mirah lagi yang pasti memikirkan putranya sulungnya Maxy.


"Ibu mohon dengan sangat, tolonglah kabulkan keinginan ibu yah Mbak, insya Allah putra kamu mengerti jika kamu jelaskan dengan baik kepadanya, karena ibu yakin anak kamu itu tidak seperti kepadanya cucuku," ujarnya ibu itu dengan wajah yang murung.


Mirah tersentak terkejut dengan reaksi dari ibu itu yang menurutnya, ibu itu menyimpan sejuta duka untuk cucunya tersebut. Mirah pun tidak sampai hati untuk membuat kecewa.


Kesedihan seorang anak kecil dan neneknya sehinggairah pun memutuskan untuk menyerahkan sikat gigi itu dan tidak ingin berdebat lagi. Ia yakin putranya mengerti jika dijelaskan dengan baik.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2