Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 132


__ADS_3

"Abang, aku tahu Abang mengkhawatirkan keadaan Rexy, tapi kalau kita tetap di sini itu sama saja mencari mati dan matinya kita pun sia-sia saja percuma kita lakukan," terang Mutia yang sudah ketakutan sembari membujuk Maxy.


Mutiara semakin menguatkan tarikan tangannya agar maxy untuk segera bergerak dan mengikuti langkahnya. Maxy kemudahan kemudian setuju dan melakukan apa yang dikatakan oleh mutiara


Dengan berbagai penjelasan dan perkataannya dari Mutia, Maxy sepakat dengan usulannya Tiara. Mereka segera berlari ke arah luar dengan tetap menghindari puing-puing bangunan yang berjatuhan.


Dalam hitungan mundur tiga, dua, satu, booommmmmm. Ledakan itu pun akhirnya terjadi juga. Maxy dan Tiara terhempas ke arah luar akibat dorongan ledakan itu yang belum sempat berhasil keluar.


"Aaaaahhhhhh!!!" Teriak mereka berdua.


Orang-orang yang berada di sekitar pintu Istana segera berlari untuk berlindung. Saking keras dan besarnya ledakan bom itu hingga pagar tembok yang kokoh dan tinggi menjulang itu retak dan sebagian besar hancur terkena amukan bom. Tubuh Macy dan Mutia terhempas hingga membentur dinding tembok.


Aisyah segera berlari mencari ketiganya setelah dirasa cukup aman," ayo cari mereka!!" Teriaknya dengan tetesan air matanya menetes membasahi pipinya.


Mereka dibuat kalang kabut dengan kejadian yang terjadi di depan mata mereka. Satu pun dari mereka tidak ada yang berkata akan ada yang selamat dari hantaman ledakan bom yang sangat besar itu.


"Ya Allah…. Selamatkan mereka," lirihnya sambil menyusuri istana itu dengan sisa puing-puing bangunan serta asap dan debu yang beterbangan membuat jarak pandang mereka terganggu dan terhalang oleh asap itu.


"Mas Nathan telpon Tuan Besar untuk segera mengirimkan bantuannya serta alat-alat yang kita butuhkan untuk melakukan pencarian," terang Aisyah.


Mereka terus menyusuri istana itu dan sesekali memindahkan beberapa benda yang menghalangi proses pencarian mereka. Beberapa mobil polisi dan ambulans sudah berdatangan memenuhi depan istana itu.


Nur Hadi pun sudah dimasukkan oleh polisi dalam daftar pencarian orang DPO. Berselang beberapa menit, seorang perwira polisi melihat ada dua tubuh orang yang tergeletak di bawah reruntuhan tembok.


"Tolong!!, ada dua orang di sini yang selamat dan masih hidup," teriak Polisi itu.


Mereka segera berlarian ke arah polisi yang meminta tolong tersebut. Banyak korban jiwa yang mereka temukan dan sebagian sudah dikirim ke rumah sakit terdekat untuk segera dilakukan otopsi.

__ADS_1


Aisyah dan Bryan terpaku melihat kondisi dari dua orang itu yang tidak lain adalah Mutia dan Maxy.


"Ini Maxy dan Mutia, cepat bawa mereka ke rumah sakit," teriak Bryan yang memberikan perintah agar mereka


Aisyah membantu petugas rumah sakit untuk membawa Liora ke dalam ambulans begitu juga dengan Axel.


"Aisyah bawa mereka ke RS, aku dan Nathan akan berjaga dan terus melakukan pencarian terhadap Dennis," ucapnya.


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya saat sudah berada di dalam ambulans. Dokter dan perawat segera memberikan pertolongan pada Maxy dan Mutia yang terlalu banyak menghirup udara yang tidak baik.


"Ayo pak supir jalan, jangan lama!!" ucap Aisyah.


Air matanya Aisyah semakin mengalir deras melihat Maxy yang tidak sadarkan diri dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada mereka. Sedangkan keberadaan Rexy hingga detik ini masih belum ditemukannya.


Fajar pun menyingsing, sinar mentari pagi sudah menyinari Istana itu yang sudah tidak berbentuk lagi. Semua orang masih melakukan pencarian hingga Seakan-akan tidak ada kelelahan dari wajah mereka. Apa lagi saat kedatangan Tuan besar Luis yang menjanjikan akan memberikan hadiah besar bagi yang menemukan Rexy cicitnya dalam keadaan apapun. Perwira polisi yang menemukan Maxy pun sudah dicatat namanya untuk penerima bonus dari Tuan Luis.


"Mas!! Aku ikut bersamamu, aku ingin melihat putraku," ujarnya yang harus memakai kursi roda karena kedua kakinya yang cedera akibat injakannya diatas beberapa pecahan beling.


"Mbak Marni, tolong jaga Ica cucuku dan Mbak Wati perhatikan dengan seksama siapa-siapa yang berada di rumah kita dan jika melihat ada yang aneh segeralah menelpon," perintah Martin sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"Tunggu!!" Nenek Masitha pun ikut bersama mereka yang semula bersitegang dengan lainnya.


"Mas, bagaimana dengan Dennis, kenapa mereka belum menemukan putraku?" Tanyanya dengan deraian air matanya sambil memeluk tubuh suaminya.


"Kamu harus sabar, semoga mereka selamat," jawabnya yang dalam hatinya juga mengalami pergolakan batin yang sangat ketakutan.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dari ini.

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...

__ADS_1


__ADS_2