Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 192


__ADS_3

"Gimana kabarmu Nak, apa Kamu baik-baik saja?" tanya Kakek Lukman setelah melepas pelukannya.


"Alhamdulillah Amai sangat baik Kek, Kalau kakek gimana kabarnya?" tanya balik Mirah yang sangat antusias.


"Alhamdulillah baik Kek, seperti yang kakek lihat," jelas Mirah dibarengi dengan senyumannya yang manis.


"Alhamdulillah baik Kek, seperti yang kakek lihat," jelas Mairah dibarengi dengan senyumannya yang manis.


"Gimana kalau kita cari tempat untuk mengobrol kasihan kamu pasti sudah lelah berdiri terus apa lagi dalam keadaan perutmu yang sudah membesar," usulnya Kakek Lukman.


Mirah memandang kearah putra sulungnya," Maxy sini Nak, Mommy mau kenalin kamu loh sama Kakek," pinta Mirah yang memanggil putranya yang sudah duduk manis di dalam mobil travel.


Masy segera turun dari mobil lalu mempercepat langkah kakinya dan tanpa aba-aba langsung mengambil tangan kakek buyutnya untuk dia cium.


"Putramu sudah besar Nak," ujarnya Kakek Lukman yang langsung menggendong tubuh Maxy walaupun sedikit susah dikarenakan fisik dan tubuhnya tidak sebugar dan sehat seperti dulu lagi.


Kakek Lukman adalah seorang pensiunan perwira polisi. Kakek Lukman lah yang dulu mengangkat Mirah dari panti asuhan karena merasa kasihan melihat bayi kecil yang mungil harus hidup di Panti Asuhan.


"Boys ikut Kakek, Mau?" tanya Kakek Lukman yang mengajak Maxy untuk mengikutinya mencari restoran yang terdekat dari Bandara. Kakek Lukman sebenarnya ingin ke Kota B tapi karena melihat Mirah cucunya sehingga beliau membatalkan keberangkatannya.


Maxy spontan menganggukkan kepalanya tanda setuju dan tidak banyak komentar lagi. Mereka masuk ke dalam restoran yang cukup ramai dipadati oleh pengunjung. Mereka pun memilih tempat yang sedikit menjauh dari keramaian.


"Kita duduk disini yah Boys!" ucap Kakek Lukman yang membantu Maxy untuk duduk di atas kursi.


"Makasih kakek buyut," timpalnya Maxy kecil dengan wajah nya yang polos lucu dan membuat orang-orang yang melihatnya jadi gemes.

__ADS_1


"Sama-sama cicitnya Kakek," sahut Pak Lukman yang mengikuti cara bicara Maxy.


"Kakek! Aku boleh pesan Ayam goreng gak seperti ayam goreng gak seperti yang biasa dimakan sama Upin Ipin kek?" tanya Maxy yang sangat menyukai makanan yang terbuat dari daging ayam apa lagi yang digoreng seperti yang ada di film kartun duo kembar dari Malaysia itu.


"Boleh banget malah nak, hari ini apa pun yang kamu cucuku minta Kakek akan penuhi," tutur Pak Lukman dengan tersenyum sumringah.


"Serius Nih Kek?" tanya balik Maxy yang mulai kegirangan.


"Iya Boys Kakek akan mengabulkan semua permintaan dan keinginan cicit kakek apa pun itu walaupun Maxy pingin ke bulan," kelakar Pak Lukman yang tertawa kecil.


"Hore!! hari ini Maxy bisa makan ayam goreng lagi," ucap Maxy yang sangat gembira karena diijinkan untuk makan ayam goreng lagi padahal mommynya sudah mengatur jadwal makan ayam gorengnya jika bukan dimasak dirumahnya sendiri.


Menurut Mirah makan makanan junk food itu tidak baik jika terlalu sering dan dalam porsi yang banyak. Mereka sudah duduk di Restoran siap saji yang berlogo Kakek yang berkacamata. Dia pun mulai berjalan ke arah tempat pemesanan makanan dan memesan makanan untuk dia, putranya dan Kakeknya.


Mirah membawa nampan yang telah berisi dengan aneka makanan ayam goreng serta minuman yang bersoda. Mirah mengatur makanan tersebut ke atas meja. Mereka pun makan tanpa ada suara dari mulut mereka karena Maxy tidak menyukai Jika ada seseorang yang berbicara pada saat dia makan dan jika ada yang berbicara.


Maxy maka akan sangat marah dan otomatis langsung berhenti makan dan akan mogok makan. Hingga ada suara seseorang yang membuat Maxy jengah dan jengkel tingkah laku orang itu. Orang tersebut langsung duduk diantara mereka walaupun mereka tidak menginginkan dan mengijinkan orang tersebut untuk dirinya ikut duduk dan bergabung dengan mereka.


"Ya Allah… kenapa juga ia harus hadir disini membuat suasana menjadi kacau dan tidak kondusif saja," umpatnya Mirah.


Mirah tidak menyangka kalau orang tersebut akan bertemu dengan dirinya dan langsung membuat selera makannya hilang dalam sekejap mata padahal baru beberapa saat mereka menikmati makanan tersebut. Kakek Lukman pun tidak menyangka jika orang tersebut akan menggangu kegiatan mereka.


Siapakah orang yang sudah berani mengganggu kenyamanan mereka dan membuat nafsu makan Amairah menghilang dan berubah menjadi perasaan dongkol.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2