
Mirah meraih pakaiannya yang sudah teronggok di lantai. Dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera melaksanakan shalat subuh.
Mirah selalu mendoakan untuk kebaikan dan meminta perlindungan dari kejahatan untuk keluarganya dan tak Lupa meminta petunjuk kepada Allah SWT untuk menghadapi kenyataan bahwa tuan Mark adalah kakeknya. Mirah bergegas ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk sarapan mereka.
Tetapi, Mirah bingung kira-kira suaminya suka makanan apa sehingga membuatnya kembali terbengong sambil memegang pisau. Mbak Marni yang melihat hal tersebut langsung mencari akal untuk bercanda dengan Mirah yang spontan terdiam dan tidak bergeming
"Bu itu pisau mau diapain, jangan-jangan ibu mau potong sesuatu yang panjang gitu seperti terong misalnya," gurau Mbak Marni yang mengarahkan sayur terong kehadapan Mirah.
"Ohhh Mbak Marni apaaan sih, Aku itu pusing Mbak hari ini mau masak apa untuk mas Yudha, kan aku gak tahu kesukaannya mas Yudha Mbak," ucap Mirah.
"Apa tuan Yudha yang cakep dan ganteng itu nginap di rumah Mbak, woow bagus tuh berarti ada yang anu enak gitu!" Ujarnya Mbak Marni yang pura-pura tidak tahu kedatangan Yudha semalam sambil menggodanya.
"Ih apaan sih Mbak gak jelas banget deh," kilah Mirah dengan wajahnya yang sudah bersemu merah dan menunduk malu-malu.
"Wajah Ibu memerah seperti warna tomat ini," ucap Mbak Marni sambil mendekatkan tomat itu di dekat wajah Mirah.
Mirah akhirnya memutuskan untuk masak ayam goreng krispi geprek, Smsup ayam makaroni dan sambal beserta lalapannya. Sup ayam makaroni yang pasti membuat selera makan meningkat. Dan Ini ayam crispy geprek lengkap dengan sayuran pelengkapnya.
"Semoga mas Yudha menyukai masakanku ini," gumamnya Mirah.
__ADS_1
Harap Mirah agar suaminya menyukai apa sudah dia masak. Wanginya yang begitu menggugah selera tercium hingga ke dalam kamar Mirah yang membuat Yudha menggeliat dan langsung bangun dari tidurnya.
"Wanginya kayaknya enak tapi siapa yang sudah masak sepagi ini dan wanginya seperti masakan yang sering dimasak oleh mamaku dulu sewaktu beliau masih hidup," pujinya Yudha yang mencium aroma masakan yang tercium hingga ke dalam rongga hidung mancungnya.
Yudha kemudian berjalan ke arah kamar mandi dan bingung dengan letak kamar mandinya dimana.
"Kok gw lupa ini kan rumahnya Mirah, bukan di apartemenku," batinnya Yudha yang baru tersadar dengan keberadaannya.
Yudha menepuk kepalanya yang sudah pikun dan tertawa konyol. Ia pun sudah melihat letak kamar mandi tersebut. Dan segera berjalan ke arah kamar mandi. Dia masih memikirkan apa yang akan terjadi jika perempuan itu menuntut pertanggungjawaban kepada nya.
Hal ini bisa membuatnya dilema dan berfikir extra. Tapi, Yudha kembali teringat dengan apa yang dia lakukan bersama Mirah semalam. Yudha reflek pun tersenyum penuh arti dan terbayang dengan suara lenguhan Mirah yang begitu sensual dan menggoda di telinga Yudha.
......................
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
__ADS_1
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1