Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Chapter. 32. Siapa Pemilik Senyuman Itu


__ADS_3

Pasangan suami istri itu saling berpandangan satu sama lainnya Mirah tidak menyangka jika banyak sekali kemiripan yang ada di tubuhnya Reinhard dengan Richard orang yang telah menabrak serta menjaganya selama Rei di rumah sakit.


Mirah dan Yudha saling berpandangan satu sama lainnya. Lalu mereka tersenyum bahagia melihat kedekatan dan keakraban yang tercipta dari keduanya.


"Jadi Rei adalah anak bungsu beliau, aku kira dia adalah cucu dan Kakek," cicitnya Richard yang keheranan melihat kedatangan mereka.


Amairah maju kehadapan Lee sambil menarik selimut tebal bermotif robot Trasnformer itu yang berwarna merah. Kartun favorit kesukaannya selama ini.


Rei sayang, Kamu istirahat yah, biarkan Uncle Abi juga turun untuk istirahat, kasihan sedari tadi mengendong Lee," terangnya Amairah yang memegang ke dua tangan cucunya.


"Tidak apa-apa kok Mama, Mama juga ikut sama Papa dan Uncle, Rei tidak masalah sendiri di sini," balasnya.


Richard maju dan tanpa aba-aba langsung mengecup keningnya Rei dengan penuh penghayatan dan kasih sayang, seolah anaknya kandungnya sendiri yang dia cium itu. Hal tersebut kembali membuat Yudha dan Mirah bahagia melihat hal tersebut.


"Aku harus segera mendesak Raisa untuk menerima perjodohan mereka, Aku bangga melihat sifat dan perhatian yang dicurahkan oleh Richardi ke cucu tunggal ku," batinnya Yudha.


"Kalau Kamu butuh sesuatu, tinggal panggil Mbak Marni atau Mbak Mirna saja, mereka akan selalu setia menjaga Rei, enggak apa-apa kan sayang?" Tanyanya Mirah yang tidak menginginkan jika cucunya merasa sendiri dan kesepian.


"Oke Mamaku tersayang," ujarnya lalu membaringkan tubuhnya kembali ke atas ranjangnya.


Mereka meninggalkan kamar tidur Rei dengan senyuman yang terus mengembang di wajah mereka berdua.


"Makasih banyak kamu sudah menjaga dan menolong Rei selama ini di rumah Sakit," tutur Yudha yang berjalan beriringan menuruni undakan tangga.


"Ini sudah kewajiban saya Pak Yudha, lagian semua kemalangan yang terjadi pada Rei, karena kesalahan dan ulahku sendiri Pak, malahan aku yang seharusnya minta maaf karena sudah membuat Rei sakit," jawabnya dengan wajahnya sendu yang penuh dengan penyesalan.


"Kamu tidak perlu merisaukannya, lagian Kamu sudah bertanggung jawab menjaga dan merawatnya dengan sepenuh hati, dan Kami sangat bersyukur dengan hal itu," timpal Mirah.


"Aku sangat tersanjung dan terharu, karena sedari tadi kalian selalu memujiku yang membuat perasaan ini bahagia diperlakukan dengan baik oleh kalian," sahut Richard.


Ucapan tulus itu terlontar dari mulutnya Richard sepenuh hatinya. Dia bahagia karena pria yang akan dicalonkan menjadi suami dari putrinya pria yang bertanggung jawab dan baik hati.


Richard pun demikian dia bangga dan senang karena keluarga calon tunangannya semuanya baik dan humble menerimanya.

__ADS_1


Mereka sudah menuruni undakan tangga. Senyuman selalu terpancar dari wajah mereka.


"Kalau gitu silahkan beristirahat sebentar sembari menunggu masakan kami masak lalu kita makan siang bersama di sini," ujar Mirah yang meminta sekaligus memohon kepada Richard sebagai balas jasa karena telah Sudi dan ikhlas menjaga Rei.


"Kalau gitu silahkan beristirahat sebentar sembari menunggu masakan kami masak lalu kita makan siang bersama di sini," ujar Mirah yang meminta sekaligus memohon kepada Richard sebagai balas jasa karena telah Sudi dan ikhlas menjaga Rei.


"Makasih banyak Nyonya, saya sangat bersyukur karena diperlakukan dengan sangat istimewa padahal ini pertama kalinya saya berkunjung ke rumah Nyonya dan Tuan," jelasnya.


"Kamu tidak perlu sungkan dan insya Allah kelak Kamu akan menjadi menantu dan bagian dari Kami juga," balas Mirah yang tersenyum sumringah.


"Aku yakin kamu bakal rugi jika tidak mencoba dan mencicipi masakan istriku," terangnya Yudha sambil merangkul pundak dari Richard.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku

__ADS_1


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di di sampingku


Jangan pernah letih untuk mencintaiku


...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Dilema Diantara dua pilihan...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......

__ADS_1


__ADS_2