
"Baik Bos ki jamin rahasia ini aman dan nyawa kami jadi taruhannya" ucap Pak kumis.
Pak Leo hanya tertawa terbahak-bahak dan langsung menyuruh mereka pulang.
"Akhirnya aku dapat bonus gede nih dari nyonya besar," batinnya Pak Leo.
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Pak Leo pun langsung menghubungi nomor seseorang dan menginformasikan kalau semuanya sudah beres dan aman terkendali sesuai rencana awal.
Kamar Hotel..
"Apa keputusanku ini sudah benar, tapi kasihan juga dia jika aku menjadikan dia sebagai alat balas dendam, tapi itu urusan dia kenapa juga setuju dengan persyaratan dan permintaan dari orang-orang," ucapnya Yudha yang terus menatap istri yang baru beberapa menit yang lalu dinikahinya itu.
Sedangkan Mirah hanya menunduk dan tersenyum sedangkan air matanya terus menetes. Untung Make up yang dipakainya make kualitas nomor Wahid yang paling terbaik.
"Ingat pernikahan aku ini jangan sampai Oma tahu atau pun orang lain cukup Orang yang jadi hari ini yang tahu ok" ucap Martin yang membisikkan kata-kata tersebut di telinga Don dengan mimik wajah yang mengintimidasi Doni.
"Siap Bos!" Balasnya Doni lagi.
"Ingat baik-baik jangan biarkan dia tau status dan pekerjaanku rahasiakan semua ini!" Ancam Yudha lagi yang mewanti-wanti mereka semua.
Doni hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan mereka. Beberapa saat kemudian orang-orang sudah meninggalkan kamar Yudha dan tinggallah Yudha dengan Mirah Istrinya itu.
"Bu Aku pamit yah takutnya nanti Axel terbangun," pinta Mbak Marni yang berpamitan
Mbak Marni mengecilkan suaranya karena takut Yudha terganggu dengan suaranya. Mirah spontan ingin ikut tapi langsung dicegah oleh Mbak Marni.
"Ibu sudah menikah dengan bapak Yudha jadi ibu tetap di sini, biar aku yang mengurus Axel," ucap Mbak Marni di depan pintu.
Sedangkan Yudha berada di dalam kamar mandi karena ingin bersiap ke kantornya. Mirah masih belum bisa percaya dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya hari ini. Semua kejadian ini bagaikan roller coaster yang begitu cepat terjadi tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
"Ya Allah kalau ini yang terbaik untuk Aku maka berikanlah kemudahan dan kelancaran dalam menjalaninya, dan semoga aku bisa menjadi istri yang berbakti kepada suamiku, dan Aku berharap pernikahan aku kali ini adalah yang terakhir dalam hidupku," batinnya Mirah yang berdoa.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Yudha keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk membuat Mirah refleks langsung memalingkan wajahnya karena malu dan Ini yang pertama dia melihat pria yang bertelanjang dada.
Arman yang sudah pernah hidup satu rumah dengannya tapi sekalipun tidak pernah melihat Arman dengan keadaan seperti itu. Baginya Yudha ini hal yang biasa karena mereka sudah menikah dan masih wajar.
Air masih mengalir membasahi seluruh tubuhnya dan dari rambutnya pun masih menetes sisa air yang membuat Yudha semakin memancarkan aura pengantin baru. Yudha semakin Macho, cakep, tampan plus ganteng paket komplit lah.
"Maaf apa kita bisa bicara tapi tolong pakai pakaiannya dulu," ucap Mirah yang menatap ke arah lain saat dirinya berbicara kepalanya tertunduk malu.
Yudha kebingungan dan heran dengan perempuan itu karena menurutnya apa yang dia pakai sekarang masih wajar dan biasa saja. Dan tanpa banyak protes lagi Yudha langsung mengambil baju kaos oblong yang berlogo po Lo.
"Apa yang ingin kamu katakan? bicara lah!" Pintanya Yudha saat sudah duduk dan ranjang king size-nya sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.
"Hari ini aku harus kembali ke kota S karena besok pagi aku harus kembali bekerja dan terakhir hari ini masa cutiku!" Jawabnya Mirah dengan malu-malu.
"Terus!!" ucap singkat Yudha.
"Aku ingin meminta ijin untuk pulang dan apa kamu ingin ikut bersama kami atau tetap tinggal di Ibu kota Jakarta?" tanya Mirah dengan perasaan yang was-was takut jika Yudha tersungging dan marah.
"Maaf aku tidak bisa karena aku sudah lama bekerja di Jakarta jadi kemungkinannya aku akan tinggal dan menetap di kota J saja, dan jika aku ada waktu senggang aku pasti akan pulang dan menjengukmu dan tidak usah takut aku akan memberikan nafkah tiap bulan untukmu!" Yudha yang seolah-olah tahu maksud dan arah pembicaraan Mirah.
"Baiklah kalau begitu Aku balik ke kamarku untuk mengemas barang-barangku," sahut Mirah yang sudah berlalu dari hadapannya Yudha.
Martin sudah bersiap untuk berangkat kerja dan menelpon Doni untuk menyiapkan makan pagi untuknya karena, tidak mungkin Yudha balik ke rumah Omanya pasti akan diberondong dengan berbagai macam pertanyaan.
Sesampainya di kantor Yudha ingin meminta nomor rekening Mirah tapi, ternyata dia melupakan minta nomor hpnya Mirah.
"Nanti aku tanya kepada resepsionis hotel pasti mereka punya nomor hpnya Mirah," ucap Yudha.
Mirah langsung terduduk dan menangis tersedu-sedu di atas ranjangnya. Mirah melupakan segala isi hatinya lewat tangisannya.
"yang sabar yah Bu, Mbak Marni sudah memberitahukan kepada Saya apa yang telah terjadi kepada Ibu dan Maaf kami tidak bisa membantu ibu dan berbuat apa-apa" ucap Mbak Wati yang memeluk tubuh Amairah.
Mirah sudah memutuskan untuk mengurus perceraiannya nanti dengan Adam kalau sudah kembali ke S dan jika ada waktu luang maka Mirah kan ke Jakarta Untuk mengurus perceraiannya dan istrinya sudah sangat membenci sikap dan kelakuan Arman.
__ADS_1
Siang harinya Mirah dan rombongannya sudah bertolak dari kota J menuju kota S. Walaupun sudah berstatus istri orang tapi, Mirah masih pulang ke kota S seperti awal kedatangannya ke Kota J.
Hidup kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau pun kita bayangkan. Takdir dari Tuhan lah yang berkuasa untuk mengatur kehidupan setiap insan manusia. Tapi setiap manusia punya jalan hidup yang berbeda-beda.
Mirah sudah bertekad untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri walaupun mereka terpisah jarak dan pernikahan mereka karena atas dasar terpaksa tapi, ia tidak ingin berbakti kepada suaminya karena terpaksa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..