
"Segera hubungi yang lain untuk secepatnya bertindak sebelum terlambat.." ucapnya yang terdiam sesaat setelah mendengar perkataan anak buahnya.
Tut.. tut.. tut..
Sambungan telpon pun terputus dengan sepihak, Bryan segera menelpon kembali nomor handphone anak buahnya yang selalu ditugaskan olehnya untuk selalu mengawasi semua apa yang dilakukan oleh cucunya Mark Prin Atmadja sedari dulu. Bryan segera mempercepat langkahnya dan menghubungi nomor anak buahnya tadi yang menelponnya, ternyata nomornya sudah tidak aktif.
"Apa yang terjadi padanya, kenapa nomornya mereka tidak ada yang aktif?" Tanyanya yang kebingungan dengan apa yang terjadi di sana.
Rexy yang tidak memperhatikan laju mobilnya tanpa sengaja menabrak pembatas jalan saking seriusnya dan dibuat pusing dengan nomornya Liora yang tidak aktif.
"Aaaahhhhh!!" Teriak kesal Rexy.
Karena terburu-buru dengan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mobil yang dikendarainya segera berasap, dan lumayan banyak. Kondisi Rexy yang kepalanya terbentur dengan setir mobilnya mengeluh sakit di bagian keningnya.
"Kenapa mobilku tiba-tiba remnya blong?" Tanyanya yang kebingungan dengan kondisi mobilnya.
Prang…….
Baru dalam hitungan detik mesin mobilnya mati, tiba-tiba ada suara pukulan kaca m Bunyi kaca jendela mobilnya yang tiba-tiba pecah yang hampir saja mengenai kepalanya segera menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia spontan bersembunyi saat melihat ada beberapa orang yang telah mengepung mobilnya.
"Aku harus segera mengirim pesan ke nomor Aisyah, Bryan dan Kakak Axel," tuturnya lalu meraih hpnya yang tergeletak di atas lantai mobil yang sempat terjatuh saat mobilnya tabrakan.
"Aaahh," teriaknya meringis kesakitan saat lengannya tanpa sengaja bersentuhan dengan setir mobilnya.
"Siapa mereka sebenarnya, kenapa mereka mengincarku?" Gumamnya yang melihat ke sekelilingnya ternyata sudah dikepung oleh puluhan orang yang bersenjata lengkap.
Di dalam ruangan yang cukup mewah yang jauh dari tempat tersebut. Seorang perempuan meringis kesakitan yang terbaring sambil meringkuk di atas dinginnya lantai.
__ADS_1
"Kakek, tolong jangan sakiti mereka jika kakek menyakitinya itu sama saja dengan membunuhku perlahan-lahan," teriaknya di balik pintu kokoh itu.
Air matanya sedari tadi sudah menetes membasahi pipinya. Dia tidak tahu dengan cara apa agar kakeknya bisa berubah menjadi manusia yang baik dan melupakan segala dendam dan masalahnya di masa lalunya.
"Abang Rexy, tolong adek, aaahhhhh!!" Teriaknya sambil melempar vas bunga mawar merah yang terpasang di atas meja.
Brakk……
Suasana gaduh di dalam ruangan itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap beberapa orang yang berdiri. Beberapa pengawal yang berdiri dan berjaga di balik pintu itu tidak bergeming dan goyang sedikit pun. Mereka hanya menjadi pendengar setia dari kejadian tersebut.
"Aku harus berusaha lolos dari sini, aku akan meminta tolong pada Abang Rexy," cicitnya yang berdiri dari posisi duduknya.
Dia mengelilingi ruangan itu, tapi sama sekali tidak ada celah sedikitpun untuk membantunya sebagai tempat untuk meloloskan dirinya.
"Kenapa di ruangan ini tidak ada jendelanya?" terangnya yang kembali melempar buku ke arah Televisi.
"Aku menyerahkan diri ke tangan mereka mungkin itu jalan satu-satunya yang terbaik, dan semoga Kakak dan yang lainnya segera mengetahui dimana posisiku berada," terangnya sambil mensilent nada dering handphonenya.
Dia segera memasukkan hpnya ke dalam saku celananya, agar keluarganya mengetahui keberadaannya saat ini.
"Ayo segera keluar dari mobilmu, percuma saja jika kamu sembunyi dari kami!!," Geram Seorang pria yang memegang senjata laras panjang dengan tampang yang sangat sangarnya.
Rexy terdiam mematung dalam mode bertanya siapa mereka. Ia sama sekali tidak membantah ataupun lawan dari perintah orang tersebut. Dia berjalan dengan sedikit pincang ternyata kakinya terjepit di pedal gas mobilnya saat kecelakaan tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...
__ADS_1