
Aku mau nikahnya sama kamu
ku tak mau bila selain kamu
ku bahagia bersamamu sampai tua
ditemani lucunya anak kita
Aku tak punya alasan
Untuk tak merindukan dirimu
Aku pun tak punya hati
untuk menduakan cintamu
sungguh aku sangat bersyukur di pertemukan denganmu
oh bidadari yang selalu menyejukkan hati
di matamu ku melihat masa depanku
melihat jutaan kebahagiaan di setiap senyummu
kutatap lekat matamu dekat
kugenggam kedua tanganmu dengan begitu erat
Ku mencintaimu Di saat lapang atau berat mengisi hari-harimu dengan cinta yang hangat jika nanti aku yang pergi
Aku ingin pergi di pelukanmu
Aku mau nikahnya sama kamu
Aku tak mau bila selain kamu
ku bahagia bersamamu sampai tua
ditemani lucunya anak kita
__ADS_1
Richard pun berjalan ke arah luar dan tidak lupa menutup rapat pintu kamarnya calon istrinya. Ia tersenyum mengingat apa yang terjadi barusan bersama dengan Ibu dari anaknya.
"Mungkin sebaiknya aku jujur sama dia kalau sudah nikah, aku takut jika dia tahu lebih duluan takutnya dia akan trauma dan menolak pernikahan kami," Richard membatin di tempatnya.
Dia perlahan berjalan menuruni undakan tangga dengan senyuman yang tidak pernah pudar. Orang-orang yang melihatnya ikut bahagia.
"Semoga senyumannya itu selalu terpatri di wajahnya dan membuat putriku bisa bahagia dan melupakan kesedihannya yang telah terjadi padanya selama ini."
Mirah menatap ke arah calon menantunya. Dia sangat berharap jika Richard mampu membuat bahagia putri semata wayangnya.
"Bagaimana dengan Raisa Nak?" Tanyanya saat Richard sudah duduk di sampingnya.
Dia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari calon mami mertuanya,"Alhamdulillah Raisa sudah mandi moms, mungkin sebentar lagi juga turun."
"Baru saja dibicarakan orangnya sudah muncul juga tuh," timpal Rexy yang ikut duduk di tengah-tengah mereka sembari menunjuk ke arah kedatangan adiknya.
Richard spontan mengalihkan perhatiannya ke arah tangga sesuai intrupsi dari calon kakak iparnya itu.
Richard pangling melihat wajah dan penampilan Raisa yang seperti anak remaja saja. Raisa memilih hari itu outfit ala gaya anak remaja Korea Selatan.
"Cantik," cicitnya.
Perkataannya didengar langsung oleh Rexy dan Maxy yang kebetulan berada di sampingnya, walaupun dengan suara yang sangat lirih.
"Bagaimana Rei, apa sudah siap berangkat?" Tanyanya yang memeluk puteranya.
"Siap dong Mami," jawabnya dengan antusias.
Mereka kemudian pun pamit kepada orang-orang yang berada di dalam ruangan itu.
"Richard minta ijin untuk membawa Rei jalan-jalan Moms," ujarnya dengan sedikit malu-malu.
"Kok cuma Rei, berarti adik gue loh gak ajak dong kalau gitu?" Teriaknya Rexy.
Rexy sengaja mengeraskan suaranya hingga terkesan seperti orang yang berteriak. Dia ingin menggoda calon manten tersebut.
Rexy senang jika menggoda calon iparnya dengan candaan. Rexy seakan-akan memiliki bahan candaan.
Richard yang diperlakukan seperti itu tidak mempermasalahkannya sama sekali. Malahan sebaliknya dia suka dan bahagia.
__ADS_1
"Jadi aku tidak diajak ternyata hanya Lee yang diajak," ucapnya yang pura-pura sedih dengan menimpali perkataan dari kakak kembarnya.
"Kalau maminya Rei gak ikut pasti gak lengkap," balasnya dengan senyum smirknya.
Mereka tertawa mendengar jawaban dari Richard. Raisa pun pamit kepada Mommynya serta kepada yang lainnya.
Mereka berjalan ke arah luar seperti layaknya keluarga kecil. Lee berada di tengah-tengah mereka dan diapit oleh kedua orang tuanya.
"Rei mau ke mana sayang?" Tanyanya saat mereka sudah berada di dalam mobil Lalu membantu putranya untuk memasang seatbel untuk putranya.
Raisa memilih duduk di kursi belakang, sedangkan di bagian jok depan adalah Rei. Raisa ingin melihat putranya merasa bahagia dan hubungan mereka semakin dekat.
Sudah hampir 9 tahun lamanya Rei hidup tanpa kasih dari seorang Ayah biologisnya. Raisa berharap, Rich bisa menggantikan posisi papi kandungnya Rei, walaupun hanya sekedar Papi sambung saja.
"Ya Allah makasih banyak, engkau telah memberikan setitik dan secercah harapan dan kebahagiaan untuk putraku, aku sangat berharap Abang bisa menjadi Papi yang baik dan penuh tanggung jawab," batinnya yang kadang melihat senyum putranya dia melupakan dendamnya.
Mobil mereka sudah meninggalkan halaman rumahnya Martin dan melaju dengan kecepatan sedang. Mobil mereka sudah bergabung dengan pengendara mob
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Dilema Diantara dua pilihan
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Cinta Ceo Pesakitan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all..