Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 99. Kehancuran Hidup


__ADS_3

Hasnah hanya menggelengkan kepalanya dan menangis saat kakaknya menembaki dada Alex sahabatnya. Dengan brutal tanpa ampun. Hasnah menjadi saksi bisu saat insiden itu berlangsung.


Bahkan kemampuan Hasnah saat itu, hanya terdiam mematung sambil menutup mulutnya dan hanya air matanya yang menetes membasahi pipi tirusnya saat Ardi terjatuh dari lantai dua karena ulahnya sendiri.


"Aaaahhh kakak," pekiknya dengan menutup rapat mulutnya agar tidak ketahuan.


"Anwar Aku tidak akan membiarkanmu bebas dan Saya berharap kamu bisa membusuk di dalam penjara untuk selamanya" teriak Leo Atmadja adik kembar dari Alex Atmadja saat Anwar digiring oleh pihak kepolisian.


Sedangkan Mashita istri dari Anwar sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk segera mendapatkan pertolongan, karena sudah banyak darah segar yang mengalir dari ************ hingga ke kakinya.


Semua masyarakat yang datang ke sana tidak percaya dengan apa yang mereka lihat kalau Anwar pelaku yang telah membunuh Alex. Karena mereka mengetahui keseharian Anwar gimana, tetapi bukti yang mereka lihat mengarah kepada Anwar pelakunya karena pistol itu ada di dalam genggamannya.


Masitha sudah ditangani oleh dokter dan Dokter terpaksa harus mengambil tindakan tanpa persetujuan dari pihak suami maupun keluarganya karena sudah dalam keadaan darurat. Dokter terpaksa mengangkat rahim ibu Masitha karena jika tidak akan berbahaya bagi kesehatan Ibu Masitha ke depannya.


Nasib bayinya tidak bisa diselamatkan oleh Dokter yang sudah berusaha sebaik mungkin dan semaksimalnya. Sedangkan mayat Ardi sudah dicari kemana pun tapi tidak berhasil ditemukan hanya bekas darah saja yang tertinggal di tempat jatuhnya Ardi hingga berbulan-bulan lamanya tidak diketahui rimbanya.


Sedangkan Anwar sudah berada di dalam tahanan dan sudah diinterogasi oleh pihak kepolisian dan tetap menyanggah semua tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Pintu tahanan terbuka dan masuklah seorang polisi. Anwar segera berdiri dari duduknya dan langsung bertanya tentang kondisi istrinya.


Dia sudah bertekad untuk mempertahankan pendiriannya walaupun harus selamanya di dalam kantor polisi. Anwar tidak akan pernah mengakui kesalahannya yang sama sekali tidak pernah dia lakukan.


"Pak apa saya bisa minta tolong?" tanya Anwar yang sudah Frustasi dan sangat khawatir dengan yang terjadi dengan istrinya yang sempat tadi dua lihat terjatuh dan terbentur ke dinding pabrik akibat tendangan dari Ardi saat itu.


"Maaf Kami belum tahu apapun Pak, tapi kami akan membantu bapak untuk mencari tahu tentang keadaan dan kondisi Istri bapak" tutur pak polisi tersebut.


"Makasih banyak Pak, tolong yah pak bantuannya" ucap Anwar yang terus menghibah dihadapan pak polisi.


Pintu kembali ditutup setelah polisi tersebut menyimpan nampang yang berisi makanan untuk Ahmed dan penghuni tahanan lainnya yang sekamar dengan Anwar.


Hingga dua minggu kemudian, Barulah Masitha bisa datang menjenguk suaminya di dalam rutan. Karena kondisinya baru juga membaik, Anwar sangat bahagia saat petugas mengatakan bahwa Masitha istrinya datang membesuknya.

__ADS_1


Anwar diantar oleh polisi dengan tangan yang terborgol yang membuat Masitha sangat sedih dan tidak bisa menahan buliran air matanya. Masitha langsung berlari ke arah suaminya dan langsung memeluk tubuh suaminya.


"Mas, Aku kangen mas, gimana kabarnya Mas?" tanya Masitha setelah pelukannya terlepas.


"Alhamdulillah Mas baik-baik saja, Gimana dengan kabar kamu dan putra kita Masitha?" tanya Anwar yang sama sekali tidak mengetahui kondisi terakhir istri dan calon bayinya.


"Alhamdulillah Aku dan Putramu baik-baik saja, tapi calon bayi kita Mas.." ujarnya Masitha yang tidak mampu melanjutkan ucapannya dan langsung menangis.


"Tidak apa-apa kamu sabar yah sayang dan doakan mas agar segera keluar dari sini, Mas dengar dari polisi kalau bulan depan akan dilakukan persidangan," ucap Anwar dengan berusaha membujuk Istrinya padahal di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam dia juga sedih dan kecewa dengan kondisi yang terjadi.


"Alhamdulillah kalau begitu Mas, Masitha sangat bahagia mendengarnya," pungkasnya Masitha yang menggenggam tangan suaminya.


"Gimana dengan pabrik Masitha, apa tetap berjalan seperti biasa dan siapa yang mengurusnya?" tanya Anwar lagi yang mengkhawatirkan keadaan pabrik beserta para karyawannya.


"Leo yang selama ini mengurus semua urusan dan para pekerja Pabrik, Tapi Mark marah jika saya datang ke pabrik untuk meminta bagian Mas," jawabnya sendu Masitha.


"Kamu bersabar dan tenanglah setelah Mas keluar dari sini Mas akan menemui Mark dan berbicara dengannya tentang pembagian dari hasil Pabrik tersebut seperti yang sudah kami sepakati bersama sebelum pabrik tersebut berdiri dan hukum juga sudah mengatur itu semua dan Mas memegang berkas perjanjian tersebut yang asli," jelas Anwar panjang lebar.


Awalnya Adik dari Hasnah direncanakan akan datang ke persidangan, karena sudah berjanji akan menjadi saksi kunci satu-satunya untuk Anwar yang bisa meringankan dakwaan dan hukuman yang akan diterima oleh Anwar.


"Kakak tenanglah Hasnah akan datang besok menjadi saksi dari apa yang kakak alami, Hasnah akan sekuat tenaga membantu kakak" janji Hasna saat berkunjung ke tahanan.


"Makasih banyak Adik ,Kakak tunggu besok di Pengadilan," tutur Anwar yang sedikit ada secercah harapan yang timbul dari dalam hatinya.


Anwar spontan langsung bahagia karena ada secercah harapan untuk dirinya. Dia sangat berharap kepada Hasnah Tapi hingga tiga jam pengadilan tersebut berlangsung, tidak ada sedikitpun tanda-tanda akan kehadiran dari Hasnah di tengah persidangan.


Anwar dan Masitha pun tidak mendapat kabar apapun dari Hasnah, Karena ia dan ibunya sudah berjanji untuk membantu membela Anwar yang sama sekali tidak bersalah.


Hakim Ketua pun mengetuk palu dan memutuskan bahwa Anwar dijatuhi hukuman seumur hidup. Masitha yang mendengar putusan tersebut langsung pingsan dan tidak sadarkan diri. Orang-orang langsung bergegas membantu Masitha.

__ADS_1


Anwar semakin merasa bersalah setelah melihat istrinya tumbang di hadapannya setelah Majelis hakim memutuskan dan menjatuhkan hukuman seumur hidup.


"Ya Allah kuatkan hambamu ini, dan sadarkanlah istri hamba Allah,Aku ikhlas menerima takdirmu tapi hamba mohon jagalah putraku dan Istriku"


"Ini baru permulaan dari kehancuran kamu Ahmed, Kamu yang terlalu sombong dan ingin menguasai Pabrik akhirnya kamu harus hidup mendekam dalam buih dan kamu Masitha ini kesalahan kamu yang lebih memilih hidup dengannya dari pada menikah denganku dan perlu kalian tahu, Aku sudah mengatur dengan baik semua ini jadi kalian tidak mungkin menang dan kamu Leo suatu saat nanti Aku akan kembali untuk merebut pabrik itu dari tanganmu," umpatnya seseorang yang ikut hadir di tempat itu.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2