
Hidup ini tak akan indah
Tanpa kau ada di hati
Ceria ini tak kan ada
Tanpa kau ada di sisi
Kekasihku, kau bunga mimpiku
Tiada yang lain hanya dirimu
Yang kusayang dan selalu kukenang
'Kan selalu bersama dalam suka dan duka
Dirimu satu yang kumau
takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih, kaulah dambaanku
Walau kan datang badai menghadang
Kita kan selalu bersama
Tetap satu dalam cinta
Tiada yang mampu merubah
Wajah manis yang lembut dan ayu
Bagaikan untaian mutiara
Takkan kulepas hingga akhir masa
__ADS_1
Kan selalu bersama dalam suka dan duka.
"Kalau gitu silahkan beristirahat sebentar sembari menunggu masakan kami masak lalu kita makan siang bersama di sini," ujar Mirah yang meminta sekaligus memohon kepada Richard sebagai balas jasa karena telah Sudi dan ikhlas menjaga Rei.
"Makasih banyak Nyonya, saya sangat bersyukur karena diperlakukan dengan sangat istimewa padahal ini pertama kalinya saya berkunjung ke rumah Nyonya dan Tuan," jelasnya.
"Kamu tidak perlu sungkan dan insya Allah kelak Kamu akan menjadi menantu dan bagian dari Kami juga," balas Mirah yang tersenyum sumringah.
"Aku yakin kamu bakal rugi jika tidak mencoba dan mencicipi masakan istriku," terangnya Yudha sambil merangkul pundak dari Richard.
"Mas Yudha terlalu memuji dan melebih-lebihkan saja kok, padahal yang saya masak cuma masakan biasa saja masakan rumahan yang jelas beda dengan cita rasa masakan chef handal dan hebat yang kamu miliki," tutur Mirah yang merendah dan tidak ingin dibilang sombong.
"Bagiku siapa pun yang masak semuanya sama, sama-sama masakan yang bisa dimakan yang bedakan adalah hati orang yang masaknya itu," ungkap Richard yang memuji semua orang yang selalu menciptakan masakan yang mengenyangkan perut.
"Benar sekali yang kamu katakan, tapi masakan putriku Raisa juga tidak kalah dengan masakan Mommy nya, insya Allah jika kalian menikah pasti akan setiap hari dimasakkan makanan kesukaanmu," pungkas Yudha yang juga memuji putri tunggalnya.
"Amin Tuan, semoga Raisa putri Tuan menyetujui dan menerima dengan setulus hati lamaran dan niat baik ku itu," terangnya Richard yang berharap apa yang tetuah mereka.
Abimanyu sudah memantapkan hati dan perasaannya untuk segera mempercepat lamarannya. Dia sudah memutuskan jika minggu depan akan datang kembali ke rumah keluarga Martin untuk melamar Delisha menjadi pendamping hidupnya.
"Sedari tadi Kamu terus memanggil Saya dengan sebutan Tuan, saya meminta tolong dan berharap mulai hari ini Kamu harus memanggil saya dengan panggilan Daddy seperti ketiga anakku yang lainnya," jelas Yudha sambil mereka berjalan menuju dapur sambil berbincang-bincang.
Richard ingin bertanya tentang penuturannya yang barusan di ucapkan oleh calon ayah mertuanya Tetapi Richard, mengurungkan niatnya dan tidak ingin dianggap terlalu ingin tahu dan mencampuri urusan keluarga calon istrinya tersebut.
Baru berusia menit mereka bercengkrama santai, Maxi dan Rexi sudah datang menghampiri mereka.
"Assalamu alaikum," ucap keduanya saat sudah berhadapan dengan yang lainnya.
"Waalaikumsalam," jawab keduanya bersamaan lalu mengalihkan pandangannya mereka ke arah dua pria paling ganteng di keluarga Yudha Adinata Kim Atmadja.
Richard segera berdiri lalu menjabat tangannya calon kakak iparnya yang lebih muda dari usianya sendiri.
Mexi dan Rexy secara bergantian membalas menjabat tangannya Richard. Mereka sama-sama sudah saling mengenal walaupun tidak terlalu akrab.
Jabat tangan dan pelukan hal yang mereka lakukan seperti layaknya sahabat lama yang baru bertemu satu sama lain.
Axel dan adiknya sudah mengetahui tadi pagi saat mereka sarapan. Martin yang menjelaskan kepada mereka kalau Richard adalah calon suaminya Raisa adik bungsunya.
__ADS_1
Rexi mengambil tempat duduk di sampingnya Richard, sedangkan Mexi duduk di samping kanannya Martin Daddy-nya.
Mereka melanjutkan perbincangan di antara mereka. Sesekali terdengar tawa renyah dari pria dewasa tersebut.
Sedangkan di dalam Istana yang megah, seorang perempuan cantik yang masih sangat muda duduk berhadapan dengan seorang pria yang sudah sangat dewasa bahkan terbilang tua. Rambutnya yang hampir memutih semua, tapi postur tubuhnya masih tinggi, tegap dibandingkan dengan usianya yang sudah menginjak 70an lebih itu.
Beliau memegang tangan cucunya lalu berkata,"Raisa apa lagi yang Kamu pertimbangkan sayang, Richard adalah pria yang paling cocok untuk jadi pendampingmu kelak, dia pria yang baik, bertanggung jawab, pekerja keras, mapan dan satu nilai plus dari Richard adalah dia pria yang tampan dan pastinya kelak akan membahagiakanmu, lagian juga putramu sudah akrab dengannya," terang Kakeknya yang menatap ke arah taman yang sudah dipenuhi oleh macam-macam bunga yang bermekaran.
Raisha menatap ke dalam ke dua bola mata Kakeknya yang seolah mencari informasi dari dalamnya. Sebelum menanggapi perkataan dari kakeknya.
"Raisa akan pertimbangkan dengan matang-matang Kek," ujarnya.
"Masa lalumu jadikan pelajaran yang berharga untuk melangkah menapaki kehidupan yang baru yang lebih baik, jangan menganggap semua pria itu sama Nak," ujarnya lagi.
Mereka duduk di teras belakang Kediamannya. Sembari menikmati indahnya sinar matahari sunset yang berkilauan dengan warna jingga yang semakin mempercantik suasana indahnya sore hari itu menjelang magrib.
Secangkir kopi hangat dan segelas teh hijau khas Thailand menemani santai sore mereka.
Asap dari minumannya masih mengepul ke atas dengan aroma khas yang membuat mereka semakin santai dan rileks.
Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Dilema Diantara dua pilihan
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...