Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 191


__ADS_3

Adam Smith sangat menyesali perbuatannya tempo hari yang hampir saja melecehkan Mairah yang membuatnya harus mendekam beberapa hari di dalam jeruji besi. Beberapa jam kemudian, pesawat tersebut berhasil lending di Bandara internasional Soekarno Hatta.


"Mommy kita akan ketemu Daddy sama Nenek Martha kan Moms?" tanya Polos Maxy dengan logat dan cara bicaranya yang kadang masih cadel.


"Insya Allah kita akan ketemu mereka setelah urusan Mommy selesai," jawabnya Mirah yang berencana menuntaskan terlebih dahulu pekerjaannya baru berkunjung ke rumah Nenek Martha.


Keputusan Mirah sudah bulat. Ia sudah memilih dan memantapkan hati untuk berangkat ke Ibu Jakarta walaupun dalam keadaan perutnya yang buncit. kehamilannya sama sekali tidak menjadi penghalang untuk dirinya segera berangkat ke Jakarta.


Mirah sudah memberikan kabar terlebih dahulu kepada keluarganya yang ada di Jakarta. Ia sudah mengantongi alamat rumah nenek Masitha jauh hari sebelum mereka berangkat ke Kota J.


"Hore saya akan ketemu Daddy sama Nenek!!" Pekik Maxy yang sangat gembira setelah Miirah mengatakan kalau mereka akan segera bertemu.


Miirah pun sudah memesan hotel yang tidak terlalu jauh dari lokasi kantor Pengadilan agama dengan hotel serta dengan kediaman Nyonya Masitha.


"Untuk kesekian kalinya aku kembali menginjakkan kaki ini di Kota yang telah membesarkan Aku, Apa kabarmu Kakek, Amairah rindu dengan Kakek," batinnya Mirah dengan tetesan air matanya itu.


Karena berkay jasa dan kebaikan kakeknya lah Mirah masih bisa bernafas hingga detik ini. Ia merindukan kakek angkatnya yang berkat jasanya lah sehingga Amairah masih bisa bernafas dan hidup lebih baik. Beliau lah yang mengadopsi Mirah dari Panti Asuhan.


"Aku sangat merindukan sosok kehadiran Kakek disisiku, kakek andai saja kita masih punya waktu untuk bertemu kembali?" Gumamnya Mirah.


Walaupun cara didik kakek Lukman Nitinegoro sedikit keras dan sangat disiplin tapi, ia bangga dengan sikap kakeknya. Amairah melangkah kakinya ke luar area Bandara dan menuju mobil travel yang sedari tadi sudah menunggunya.


Mairah berjalan hati-hati dengan perutnya yang sudah buncit. Tapi tidak membuat Mirah terganggu malahan ia masih bisa dan sanggup beraktifitas seperti biasa tanpa ada masalah yang dia hadapi selama kehamilannya ini.

__ADS_1


Mirah mengelus dengan lembut permukaan perutnya, "Alhamdulillah kamu sangat mengerti dengan kondisi Mama sayang," cicitnya sembari mengelus perutnya yang semakin membuncit saja.


Mirah berjalan ke arah pintu keluar tapi ada suara seseorang yang memanggil namanya sebelum dirinya membuka kenop pintu mobil travel tersebut. Ia spontan menolehkan kepalanya ke arah samping kanannya.


Mirah tanpa aba-aba langsung tersenyum melihat siapa gerangan sosok yang memanggilnya, air matanya refleks pun sudah meneteskan tanpa aba-aba.


"Mirah cucuku!!" teriak orang tersebut dengan suara bariton khasnya.


"Mommy kok diam saja? apa Mommy gak mau naik ke dalam mobil?" tanya Maxy yang bingung dan heran melihat mommynya yang masih berdiri di depan pintu mobil.


Tapi Mirah tidak menanggapi perkataan dari putranya. Mairah masih sibuk untuk menatap ke arah orang yang terus berjalan ke arahnya. Dia hanya mematung dan menunggu kedatangan orang tersebut kehadapannya. Orang tersebut langsung menarik tubuh Mirah kedalam pelukannya.


"Kakek Lukman," cicitnya Mairah yang sudah menangis tersedu-sedu.


"Amairah yang harus minta maaf karena sudah membuat kakek kecewa dan sedih, maafkan aku kakek yang sudah menjadi cucu yang tidak tahu balas budi," ratap Mirah yang masih memeluk tubuh kakeknya yang sudah berjasa dalam hidupnya.


"Gimana kabarmu Nak, apa Kamu baik-baik saja?" tanya Kakek Lukman setelah melepas pelukannya.


"Alhamdulillah Amai sangat baik Kek, Kalau kakek gimana kabarnya?" tanya balik Mirah yang sangat antusias.


"Alhamdulillah baik Kek, seperti yang kakek lihat," jelas Mirah dibarengi dengan senyumannya yang manis.


....

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2