
"Ya Allah… bukakanlah pintu hatinya Raisa untuk segera memaafkan aku, aku tidak sanggup melihat air matanya," gumam Richard.
Raisa semakin dibuat pusing oleh pilihan mana yang harus dia pilih. Dia jadi bimbang dan ragu.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, apa aku tetap melanjutkannya pertunangan ku atau mundur dan mengakhiri sekian," Raisa membatin.
Raisa menemui putranya dan meminta Aisyah untuk segera menjemput Reinhard untuk pulang. Dia tidak ingin kalau Rei mengetahui perdebatannya dengan Richard.
Dia tidak ingin putranya mengetahui jika Richard adalah Papi kandungnya. Nantinya Rei akan berfikiran yang macam-macam tentang Papi biologisnya.
Terlalu cepat baginya mengetahui kenyataan semua ini, hingga membuatnya untuk tidak bisa berpikir dengan baik. Beberapa saat kemudian, Aisyah sudah datang untuk menjemput Reinhard Aryasatya Lee.
Aisyah sedikit pun tidak ingin mengorek atau bertanya pada Rei apa yang telah terjadi. Dia selalu seperti itu,dia akan menunggu mereka yang terbuka sendiri untuk bercerita tentang kehidupan dan masalah pribadinya.
Walaupun Raisa tidak berbicara,ia sudah mengetahui apa yang sudah mereka alami. Mata-matanya selalu mengawasi semua gerak gerik dari cucu Tuan besar John. Baginya keselamatan dan keamanan dari mereka adalah yang utama.
"Aisyah tolong Rei di antar pulang," titahnya kepada Aisyah yang baru saja datang.
Rei yang mendengar perintah dari Maminya hanya mampu menatap ke arah Maminya. Ia sedikit tahu apa yang terjadi pada Maminya itu.
Sisa tetesan air mata yang ada di pelupuk mata Raisa yang memberitahukan kepada Rei, tentang pergolakan batin yang dialami oleh perempuan yang telah berjasa besar melahirkannya itu.
"Mami hati-hati dan jangan kemalaman pulangnya," ucap Rei lalu mencium pipi maminya dan tak lupa untuk mencium punggung tangan Raisa.
"Assalamualaikum," ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
Aisyah dan Rei pulang terlebih dahulu sedangkan Raisa tidak tahu harus melangkah kakinya ke mana.
Dia masih berdiri mematung di tempatnya terakhir dia berpisah dengan putranya. Suara adzan ashar yang berkumandang membuyarkan lamunannya. Dia pun mengikuti sumber suara adzan itu.
Dia memutuskan untuk shalat ashar lalu sholat sunnah istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT. Raisa meminta petunjuk kepada Allah SWT untuk memilih pilihan yang harus dia putuskan untuk masa depannya.
Kecewa, sedih dan shock saat mendengar fakta yang baru terungkap, jika Rei adalah pria yang bersamanya melalui malam yang begitu panas hingga membuahkan hasil yaitu Rei terlahir ke dunia ini.
Hampir satu tahun dia defresi dan trauma tapi tidak membuatnya untuk mengungkit dan mengingat peristiwa itu. Baginya setiap manusia punya jalan hidup yang berbeda-beda.
Dia hanya dilema dengan apa yang seharusnya dia pilih serta ketakutannya yang mendominasi pikiran dan hatinya.
Dia tidak ingin jika Richard hanya sekedar untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai Papinya Rei sehingga dia berani untuk melamarnya.
Raisa membuka sandalnya yang sedari tadi membungkus kakinya. Dia melangkah ke tempat ambil air wudhu. Wajahnya semakin bersinar dan ayu terkena air wudhu.
Ia bergabung dengan jema'ah Mushollah lainnnya. Suara imam dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat hatinya seketika tenang, damai dan menghilangkan pikiran jeleknya.
Air matanya terus menetes membasahi pipinya saat gerakan demi gerakan shalat dia lakukan hingga di rakaat terakhirnya saat dia menyelesaikan semua raka'at hingga dia menengadahkan tangannya ke atas.
Air matanya tumpah ruah membanjiri wajahnya. Dia tak henti-hentinya berdo'a untuk memilih dan memutuskan jalan terbaik yang harus dia pilih.
Sedangkan di dalam Resto, Richard masih berlutut seperti sebelumnya. Rasa lelah, capek pasti sudah sangat dia rasakan.
Tetapi, demi menerima dan mendengar langsung dari mulutnya Raisa jika dia dimaafkan dia sama sekali tidak peduli dengan kesakitan yang dia rasakan.
__ADS_1
"Ya Allah… aku mohon bukanlah pintu maafnya Raisa untukku, dan sadarkan lah dia jika aku sangat mencintainya dan siap menjadi imam dalam hidupnya dan mendampinginya dalam keadaan apapun itu, jangan biarkan dia memiliki rasa dendam untukku," batinnya Richard.
...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Dilema Diantara dua pilihan...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Baby Sitter...
...9. Cinta Ceo Pesakitan...
...10. Tetanggaku Idola Suamiku...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all.....
__ADS_1