Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Chapter. 29. Kedekatan Reinhard dan Uncle Rich


__ADS_3

Rei menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. Rexy tidak ingin ada keluarganya yang tahu, jika Rei kecelakaan. Mereka pasti bisa heboh terutama Neneknya. Keadaan Rei juga sudah membaik dan tidak parah sehingga Dia mengurungkan niatnya untuk memberitahukan ke Mommy dan Daddy-nya.


Rexy meninggalkan ruangan tersebut. Rei sekarang cuma berdua dengan Richard di dalam kamar itu. Mereka cepat akrab dan nyambung satu sama lainnya.


Richard yang awalnya trauma, sudah bisa perlahan melupakan rasa takutnya yang tiba-tiba tadi teringat dengan saat dia ditabrak berkat kehadiran dan kasih sayang yang dicurahkan oleh Richard untuknya.Di sudut sebuah kamar yang berjejer rapi nampak ada sebuah lorong yang cukup pencahayaannya. Dengan suasana sepi tak ada orang yang berlalu-lalang.


Namun hanya beberapa suster dan Dokter yang berjalan menyusuri jalan itu. Ruangan tersebut terbilang cukup mahal dengan fasilitas yang lengkap dan nomor wahid.


Ruangan yang dingin nan senyap ini adalah tempat beberapa pasien merebahkan tubuhnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang mereka derita.


Bau etanol, alkohol, dan beberapa obat-obatan lain mengudara bercampur aduk jadi satu, saat ditangkap oleh AC yang menyala menyemburkan ke seisi ruangan, hingga tercium sampai ke indera penciuman mereka.


Bagi para dokter dan perawat itu hal yang biasa, tapi akan menjadi sangat menyesakkan hidung bagi orang lain yang pergi ke ruang tersebut sesekali dalam beberapa tahun.


Richard masih setia menemani Reinhard di dalam kamar perawatannya. Rei bisa melupakan rasa traumanya yang sempat di alaminya tadi karena perlakuan dan perhatian dari Richard yang tulus.


"Uncle Rich, apa tidak kerja?" Tanyanya dengan wajah polosnya yang memanggil Richard dengan sebutan Uncle Rich.


Richard yang tiba-tiba dilemparkan pertanyaan seperti itu, tersentak kaget karena ada sesuatu hal penting yang sedang dipikirkannya.


Richard langsung tersenyum menanggapi pertanyaan dari bocah laki-laki yang ada di depannya dengan berusaha menetralkan perasaannya terlebih dahulu dan menutupinya dengan senyuman agar tidak terlalu kentara di mata Rei.


"Uncle khusus hari ini libur, demi Rei seorang dan apapun Uncle akan lakukan hanya untuk kamu," jawabnya dengan masih setia menyendok makanan ke mulut kecilnya Rei.


"Apa Uncle nggak rugi kalau harus libur kerja?" Tanyanya dengan kunyahan lembut di mulutnya itu yang sesekali mengoceh dan melemparkan beberapa pertanyaan.

__ADS_1


"Insya Allah, Uncle tidak akan rugi kalau hanya dua hari gak masuk kerja, Uncle tidak ingin ninggalin Rei sendirian di sini," ujarnya yang sangat bangga dengan sikap perhatian dari Rei yang ditujukan kepadanya.


"Alhamdulillah kalau gitu Uncle," jawabnya dengan senyuman khasnya di ujung bibirnya.


Senyuman tulus yang terlihat di wajah imutnya Rei itu, membuat Richard kembali teringat dengan senyuman seseorng yang dipersembahkan oleh Rei hingga sekarang belum diketahuinya siapa pemiliknya.


"Kenapa senyumannya membuatku teringat dengan seseorang, tapi siapa dan bagaimana mungkin mirip," lirihnya yang selalu bertanya-tanya tapi hingga detik ini belum menemukan titik terang dari pertanyaan-pertanyaan itu.


Sang Surya sudah menyapa seluruh isi jagad raya dengan sinarnya yang berkilauan. Matahari pagi menerangi seluruh dunia yang mampu menghangatkan suasana pagi hari itu.


Burung-burung pun tidak mau kalah dengan Sang Raja Siang. Burung-burung bertengger di dahan pohon dengan kicauannya yang menyemarakkan suasana saat itu.


Pagi harinya, Rexy belum muncul juga setelah kepergiannya kemarin sore hari itu. Hingga Richard dengan penuh keikhlasan menjaga dan merawat Rei hingga kondisinya sudah berangsur membaik dari sebelumnya. Tanpa mengeluh sedikit pun.


Kamu adalah mahluk yang kutuju


Selain kamu, aku tidak mau


Kar'na nyaman ada di dekatmu


Sandaran hatiku


Bersama kita arungi bahtera


Menjaga cinta dengan selayaknya

__ADS_1


Rasa nyaman bila di dekatmu


Tambatan hatiku


Dengan bismillah


Aku jaga kesucian cinta


Ku berjanji tidak akan mendua


Ku pasti akan setia


Dan dengan bismillah


Semoga bisa menentramkan jiwa


Tuntunlah cinta kami sampai Surga


Duhai Sang Pemilik Cinta


Dengan bismillah


Syukur alhamdulillah atas dukungannya terhadap Cinta dan Dendam..


Tetap Dukung CdD dengan cara: like setiap bab Updatenya, komentar, Favoritkan untuk dapat Notifikasi Updatenya setiap hari, Rate Bintang 5 dan Giftnya seikhlasnya yah..

__ADS_1


__ADS_2