Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Eps. 23. Richard menghipnotis Para Wanita


__ADS_3

Kadang putranya bertanya tentang Papinya dan dia selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan agar Putranya tidak mengetahui yang sebenarnya, jika dia terlahir tanpa seorang Ayah.


Setiap kali ada menghina putranya dan mengatai kalau Rei adalah anak haram yang terlahir di luar nikah,dia pasti akan memindahkan sekolah Rei ke tempat yang baru. Hanya itu jalan yang selalu dia lakukan selama ini untuk menutupi kebenaran yang ada.


Kadang putranya bertanya tentang Papinya dan dia selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan agar Putranya tidak mengetahui yang sebenarnya, jika dia terlahir tanpa seorang Ayah.


"Boleh kamu bertemu dengan Papimu, tapi untuk Mami sampai kapan pun tidak akan rela dan memaafkannya, bahkan Mami sangat membalas semua perbuatannya," gumamnya Raisa yang sangat membenci pria yang telah menabur benih di dalam rahimnya.


Perkataan itu terdengar hingga ke depan pintu. Mommynya mendengar keluh kesahnya. Mira ikut menangis tersedu-sedu mendengar kesedihan sekaligus kegelisahan putri tunggalnya.


"Mommy dan kakekmu sudah berusaha mencari pria itu, tapi hingga detik ini Moms dan kakek belum berhasil juga, tapi Mommy janji akan terus berusaha untuk melakukan apa pun untuk mengetahui hal tersebut." Cicitnya Mira.


Untungnya hanya sebagian perkataan dan ucapan dari mulutnya Raisa dia dengar. Satupun dari anggota keluarganya yang mengetahui hal tersebut.


Pintu itu tertutup rapat dengan perlahan. Reinhard tidur sangat nyenyak sehingga tidak merasakan kehadiran maminya.


Beberapa hari kemudian, Richard masih berusaha untuk bertemu dengan Raisa tapi usahanya kembali gagal.


Hari ini, dia berencana akan menemui Raisa langsung ke Perusahaannya. Dia yakin dan berharap agar apa yang dilakukan olehnya kali ini berhasil.


Richard berjalan ke arah resepsionis lalu bertanya kepada resepsionis tersebut. Sejak kedatangannya dan menginjakkan kakinya di lobby Perusahaan Siamtex group. Tatapan mata liar dari wanita pengagum pria menatapnya seperti orang kelaparan saja.


"Pria itu siapa? Baru kali ini aku melihatnya dia disini?" Tanyanya seorang perempuan yang kebetulan ada di sana juga.


"Dia sangat seksi, lihat saja bentuk tubuhnya yang atletis, aku yakin wajahnya sangat tampan," sahut yang satunya lagi.


"Kalau menurut aku, apa yang katakan benar adanya, tapi siapakah wanita yang beruntung mendapatkannya," ujarnya yang berambut pendek.


"Kalau aku, mungkin aku tidak akan biarkan dia berkeliaran kemana-mana takutnya banyak yang akan merebutnya dari sisiku," timpal perempuan yang berbaju merah.

__ADS_1


Bisikan dan celotehan dari beberapa mulut wanita yang melihatnya sama sekali tidak dihiraukannya sama sekali. Richard masih terus berjalan ke arah resepsionis Perusahaan.


Dia membuka kacamatanya yang membuat kedua resepsionis itu terpukau dengan penampilan dan wajah dari Richard. Dengan hidung mancung,rahang bawah yang tegas,kedua alisnya tebal, bibir yang merah dan seksi, kulit putih bersih.


Richard hanya tersenyum tipis melihat dua perempuan tersebut yang berdiri mematung seperti patung Pancoran saja. Mereka serasa terkena hipnotis.


"Pasti tubuhnya sangat seksi, hanya memakai jas setelan kerja saja sudah nampak keseksiannya apalagi kalau sudah buka baju," gumamnya.


Hingga Richard menjentikkan jarinya ke hadapan mereka. Apa yang dilakukan olehnya berhasil. Mereka tersadar dari lamunannya yang sudah berfantasi liar.


"Heeemmmm!!" Dehem Ricard.


"Eeehhh Maaf Tuan ada yang bisa Kami bantu?" tanyanya yang tersenyum malu karena ketahuan sedang menghayal.


"Saya ingin bertemu dengan CEO kalian Nona Raisa," jawabnya singkat.


"Maaf Tuan Anda terlambat beberapa menit yang lalu, baru saja CEO Kami berangkat," balasnya dengan senyuman genitnya.


"Nona Raisa berangkat ke Inggris ada urusan penting yang harus CEO Kami urus di sana."


"Makasih banyak atas infonya," Richard


Dia kemudian memakai kaca mata hitamnya lalu berlari kecil ke arah mobilnya berada.


"Aku harus segera menyusulnya, kali ini aku tidak boleh gagal, baru kali ini aku ingin bertemu dengan seseorang selalu saja gagal, bahkan presiden Inggris dan Korea Selatan saja tidak sesulit ini."


Abimanyu segera menambah kecepatan mobilnya. Dia sering berfikir apa Delisha adalah perempuan yang selama ini dia cari atau bukan.


Richard sudah memerintahkan kepada anak buah terbaiknya, tapi sedikit pun tidak ada tanda-tanda tentang hubungan Raisa dengan orang yang dia cari sejak lama.

__ADS_1


Sedangkan di dalam pesawat,


"Nona apa kita langsung ke Inggris atau ke New York dulu?" tanya Aisyah Akyurek.


"Kita ke New York dulu lalu setelah itu Kita ke UK," jawabnya sambil memakai high heelsnya.


Aisyah segera menghubungi Pilot yang akan mengantar mereka karena adanya perubahan jadwal kunjungan mereka.


"Lee Mami akan ke luar negeri, Kamu tidak apa-apa kan sama Mama di sini?" tanya Raisa yang akan mengantar putranya terlebih dahulu.


"Richard kan sudah besar Mi, bukan anak kecil lagi, Mami kalau pergi saja Mi yang penting Mami nanti pulang dengan selamat," ujarnya lalu menciumi pipi kanan Maminya.


"Mommy loves you so much Rei," Raisa memeluk tubuh putranya dari samping.


"Lee also really loves Mami with all of Lee's body and soul," membalas pelukan maminya.


Pintu mobil itu terbuka lebar dan turunlah Lee dari dalam mobilnya. Lee mencium punggung tangan Maminya dengan penuh kasih sayang.


"Assalamu alaikum," ucapnya lalu berlari ke dalam halaman Sekolahnya.


"Waalaikum salam, jangan nakal yah!" teriak Raisa dari dalam mobilnya.


"Jalan Pak," perintah Aisyah kepada supir pribadinya.


Mobilnya perlahan sudah meninggalkan jalan depan sekolah internasional milik keluarganya. Raisaa sangat bahagia karena putranya sangat pengertian dan tidak banyak menuntut kepada Maminya.


Air matanya kembali menetes melihat putranya yang tertawa riang gembira berlari ke arah kelasnya.


"Dia sudah besar tapi hingga detik ini pencarian Kita belum berhasil Aisyah, entah apa Papinya masih hidup atau sudah...." ucapannya terpotong karena tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Nona bersabarlah sedikit lagi, karena feeling Aisyah tidak lama lagi kita akan bertemu dengannya."


"Amin ya rabbal alamin," ujarnya Aisyah.


__ADS_2