Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 154


__ADS_3

Maxy pun membantu Mommynya dan menyuruh Mirah untuk duduk setelah itu Maxy mencoba untuk menarik perlahan cincin tersebut agar tidak menyakiti jari Mommy nya.


Maxy pun menyerah karena cincin tersebut tidak goyang sedikit pun dari jari manis mamanya. Mirah memeluk tubuh putranya agar putra tunggalnya itu tidak kecewa dengan apa yang dia lakukan karena tidak berhasil.


"Tidak apa-apa sayang akun kali kita coba lagi mungkin besok cincinnya akan lepas" ucap Miirah.


"Oke Moms!" Maxy lalu membalas pelukan dari mommy nya dengan lebih erat.


"Gimana kalau kita keluar jalan-jalan cari makanan sepertinya Dedenya lapar!" Tuturnya Mirah sambil mengelus perutnta yang sudah buncit.


"Dede lapar yah Moms, kasihan Dede Moms, kalau gitu yuk Moms kita cari makanan yang paling enak sedunia!" Terangnya Maxy yang sudah bersiap untuk berangkat mencari restoran.


Mirah akan memulai pencariannya setelah dia makan dan sudah teringat dengan sejarah cincin yang sudah lama dia pakai. Mirah kembali memesan ojek online untuk mengantarnya ke Restoran yang terkenal masakannya lezat, enak, bersih dan murah meriah.


"Bukannya cincin ini berada di samping bantalku waktu itu yah dan terbungkus rapi di dalam sebuah kotak beludru warna biru muda dan sepertinya kotak itu ada di dalam laci lemari ku, kalau seperti ini aku harus menelpon Mbak Marni segera," gumamnya Mirah.


Mirah langsung merogoh hpnya yang ada di dalam tasnya. Mirah lalu mencari nomor hp Mbak Marni dan langsung menelponnya.


Beberapa kali Mairah mencoba tapi tidak diangkat oleh Mbak Marni. Lalu Mirah mencoba untuk menghubungi nomor hpnya Mbak Wati. Cukup sekali saja telponnya berhasil tersambung.


"assalamu alaikum Mbak," sapanya Mirah dari balik telponnya.


"Waalaikumsalam Bu, gimana kabarnya Bu apa ibu dengan tuan Muda Maxy baik-baik saja?" tanya Mbak Wati.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja, oiya Mbak apa Saya bisa minta tolong?" tanya Mirah yang semakin dibuat penasaran.


"Boleh kok Bu, kayak saya ini orang lain saja" ucap Mbak Wati sambil tersenyum.


"Mbak Tolong masuk ke dalam kamarku dan tolong periksa laci lemari ku apa ada Kotak beludru yang berwarna biru muda? tolong Sekarang yah Mbak!" perintah Mirah yang tidak sabar untuk menunggu.

__ADS_1


"Baik bu, perintah siap dilaksanakan," ucap Mbak Wati yang seperti seorang prajurit saja.


Tidak butuh waktu lama, Mbak Wati pun sudah menemukan kotak yang dimaksud oleh Amairah.


"Alhamdulillah mbak sudah mendapatkan kotak tersebut terus kotaknya mau diapakan Bu?" tanya Mbak Wati.


"Tolong Mbak foto semua sisi Kotak tersebut hingga bagian terdalamnya" titah Amairah.


Mbak Wati pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Mirah bahkan mem video kotak tersebut agar lebih jelas dan nampak dimatanya Mirah.


"Makasih banyak yah Mbak, Aku titip salam sama Mbak Marni yah dan jaga rumah, iya kalau bahan dapur dan lainnya habis Mbak pergi belanja yah entar aku transfer uang untuk mbak," timpalnya Mairah sebelum menutup sambungan teleponnya.


"Makasih banyak Bu tapi masih banyak kok stoknya dan kami berharap Ibu segera pulang dengan selamat dan jangan lupa oleh-oleh nya," sahutnya Mbak Wati.


"Makasih Mbak, insya Allah yah.." bathin Mirah.


Mirah yang belum sempat mematikan telponnya karena Mbak Wati masih berbicara.


"Ini kan termasuk cincin yang khusus dibuat oleh seseorang dan harganya lumayan fantastis dan pastinya sangat mahal."


Mirah lalu mencari informasi toko tempat cincin itu dibuat melalui Mbah Google dan tidak butuh waktu lama semua tentang informasi cincin tersebut sudah berada di dalam genggaman Mirah.


Mirah pun mengambil nomor hp toko tersebut. Beberapa saat kemudian, Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan Resto yang akan dia datangi dan kunjungi.


"Makasih banyak yah pak" ucap Amairah setelah berhasil menginjakkan kakinya tepat di depan Resto tersebut.


Mereka berjalan ke arah pintu masuk dan melihat ke sekeliling apa masih ada kursi yang kosong.


"Selamat Datang Bu, silahkan masuk dan ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai Restoran tersebut yang berdiri di dekat pintu masuk untuk menyambut semua tamu yang datang.

__ADS_1


"Saya mencari tempat duduk yang nyaman dan cocok dengan putra saya," timpalnya Mirah.


"Kalau gitu silahkan ikuti saya Bu!" ucap Pegawai tersebut bername tag Asmirah.


Mirah mengikuti langkah kaki pegawai tersebut hingga ke depan meja.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2