
Kebahagiaan terpancar dari kedua pasangan pengantin baru itu, mereka bergandengan tangan hingga masuk ke dalam pesawat pribadi yang akan mereka pakai.
Rexy terus melihat ke arah pintu pagar rumah minimalis itu. Dia sangat berharap agar apa yang dia cari hari ini terkabul. Hingga berselang beberapa jam kemudian, sedikit pun tidak ada tanda-tanda jika akan datang tuan rumahnya.
Karena rasa lelah dan capek, hingga matanya mengantuk dan tanpa dia sadari matanya sudah terpejam saking lelahnya menunggu berjam-jam. Pintu pagar besi itu berdecit dengan cukup bising. Membuat tidurnya terusik. Dia mengucek matanya dan mempertajam jarak pandangannya ke arah pagar itu.
Seulas senyum terbit dari wajahnya dan segera buru-buru berjalan ke arah pemilik rumah tersebut.
"Syukur Alhamdulillah… pemilik rumahnya akhirnya datang juga," cicit Rexy sambil perlahan menutup pintu mobilnya.
Tapi, langkahnya terhenti saat melihat siapa sosok orang itu. Dia tidak menduga dengan siapa pemilik rumah yang sedari beberapa hari yang lalu selalu dia datangi untuk menunggu sang empunya rumah kecil tersebut.
"Camelia!!" Ucapnya yang tidak menyangka jika orang yang membuka gembok kunci rumah itu adalah perawat yang selama satu bulan belakangan ini menjaga dan merawat Maxy Abangnya karena mengalami cidera yang cukup serius.
Orang yang disebut namanya segera menoleh kearah belakang tepatnya di sumber suara tersebut. Camelia tersenyum ramah ke arah pria yang memanggilnya.
"Tuan Muda Rexy," jawabnya sembari berjalan ke arahnya Rexy yang berdiri mematung terdiam seribu bahasa di dekat tidak jauh dari mobilnya terparkir.
Tanpa menunggu lama lagi dengan rasa penasarannya yang membuncah di dalam dadanya dan memenuhi relung hati dan pikirannya. Dia pun langsung menyerbu pertanyaan Camelia yang cukup terkejut dengan kedatangan Rexy di depan rumahnya.
"Kamu kenal dengan yang punya rumah ini kah?" Tanya Rexy sambil menunjuk ke arah rumah bercat biru muda itu.
Camelia mengikuti arah pandang dan telunjuk dari Rexy. Camelia tersenyum menanggapi pertanyaan dari Rexy yang membuatnya kebingungan.
"Bukannya menjawab pertanyaan ku malah tersenyum, aneh," sarkas Rexy yang memperlihatkan wajah jengahnya kearah calon kakak iparnya itu.
"Maaf, aku hanya tersenyum dan menurutku lucu saja dengan pertanyaanmu itu," ujarnya yang kembali tersenyum manis.
__ADS_1
"Kamu kembali membuatku keheranan padahal aku serius bertanya sama kamu," kilahnya yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Maaf, karena kuncinya berada di dalam tanganku berarti yang punya rumah itu adalah saya," jelasnya.
"Apa!!!" Tanyanya yang sangat terkejut mendengar perkataan dari Camelia.
Camelia ikut terkejut melihat reaksi dari Rexy yang menurutnya berlebihan dan tidak masuk akal itu. Rexy dibuat shock mendengar penuturan dari Camelia.
"Emangnya, ada yang salah yah? Kalau rumah itu adalah punyaku?" tanyanya yang menatap tidak percaya dengan reaksi dari Rexy yang menurutnya cukup aneh itu.
"Serius!! Kamu yang punya rumah ini?" Tanyanya yang memegang ke dua pundaknya Camelia yang sedikit bergoyang.
"Iya benar sekali kalau rumah itu adalah milikku dan sertifikat hak milik punyaku bukan orang lain," terangnya yang sedikit heran.
"Astaugfirullah, andai saja aku tahu sedari dulu bahwasanya kamu adalah pemilik rumah itu," tuturnya yang kegirangan karena pencariannya sudah menemui titik terang.
Camelia semakin dibuat tidak percaya dengan tingkah laku dari adiknya pria yang sudah mampu mengisi relung hatinya yang selama ini kosong beberapa tahun ini sepeninggal suaminya yang tidak ada kabarnya hingga detik ini juga.
Camelia semakin dibuat tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan pria tampan yang ada di depannya itu.
"Dari mana kamu tahu jika aku mengadopsi bayi dari panti asuhan tersebut?" Tanyanya balik yang ingin mengetahui apa alasannya Rexy ingin mengetahui hal tersebut.
"Jangan memunculkan pertanyaan baru, kamu cukup menjawab dengan benar sesuai dengan kenyataannya," ungkap Dennis yang sudah semakin tidak sabar.
"Aku memang mengadopsi seorang bayi perempuan waktu itu, tapi apa hubungannya dengan Tuan Muda dan juga apa aku harus mengatakan semuanya di depanmu?" Tanyanya yang ingin mengetahui alasan di balik pertanyaan Rexy yang menurutnya aneh.
Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1
Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...