Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 70. Taktik Maxy


__ADS_3

Aisyah yang berjalan di depannya Kemal berjalan terburu-buru karena mengkhawatirkan keadaannya Maxy.


Ia segera menarik handle pintu lalu memutar kenopnya. Dia melihat Maxy terbaring lemah di atas ranjang bangkar rumah sakit.


Awalnya Maxy berada di dalt UGD, tapi karena keinginannya sehingga sudah berpindah ke dalam kamar perawatan khusus VVIP.


Aisyah mendekati Maxy," Apa yang terjadi padamu?" Nada suaranya Aisyah dengan penuh kecemasan dan raut wajahnya yang nampak khawatir.


Kemal pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh calon istrinya. Kemal langsung memeluk tubuh Maxy dengan sedikit menekan lukanya, agar ia berteriak dan mengeluh kesakitan.


"Aaahhh sakit!!" Pekiknya Maxy yang menatap tajam ke arah Kemal sedang yang ditatap hanya membalas tersenyum licik ke arahnya.


Kamelia yang mendengar teriakannya Maxy segera berlari ke arah Maxy berada.


"Apa yang terjadi Tuan Muda?" dengan raut wajahnya yang ketakutan sembari memeriksa luka yang ada di tubuhnya Maxy.


Reaksi yang diberikan oleh Camelia pun tidak menyadarinya jika dia melakukan hal tersebut. Dia lakukan hanya spontan saja, tetapi Maxy menganggap itu adalah perhatian khusus ditujukan kepadanya.


Kemal memajukan wajahnya ke telinga Maxy lalu berkata, "Kamu harus terus mengeluh kesakitan, agar dia berada di sampingmu terus."


Kemal ingin tertawa melihat ketidak berdayaaan nya pemimpin perusahaan termuda tahun ini yaitu sukses harus rela mengikuti masukan dari calon manten. Hanya demi mendekati Suster cantik yang ada di antara mereka sehingga memutuskan cara seperti itu.


Maxy hanya membalas menatap jengah kearah Kemal, "Awas loh yah, kalau aku keluar dari sini aku akan membalasnya," lirihnya dengan tatapannya tajam ke arah Kemal sedangkan yang ditatap hanya tersenyum licik saja.


Kamelia segera memeriksa seluruh tubuhnya Maxy yang kemungkinannya sakit sesuai dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Mungkin Tuan tidak sengaja menyentuh lukanya sehingga Anda berteriak kesakitan, kalau gitu saya periksa dulu jangan sampai ada infeksi," jelasnya dengan wajah teduhnya yang cantik alami itu.


Maxy yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Suster pujaannya.


Aisyah dan Nathaniel tersenyum melihat Axel si beruang kutub Utara itu yang akhirnya jatuh cinta juga. Mereka bahagia karena selama ini mereka sudah salah kaprah jika, Maxy memiliki kepribadian yang menyimpan yaitu menyukai sesama jenis.


Ternyata dugaan mereka salah besar dan bersyukur karena hal itu hanya isapan jempol belaka.


"Suster bagian ini juga sakit," ujar Maxy dengan melembutkan suaranya agar aktingnya terkesan alami dan natural.


Aisyah dan Kemal kemudian keluar dari ruangan tersebut tanpa pamit, mereka tidak ingin mengganggu kebahagiaan Maxy yang untuk pertama kalinya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita yang belum dia kenal seluk beluknya.


Mereka yang ada di dalam ruangan melupakan keberadaan orang-orang yang berada di luar yang sedang mengkhawatirkan mereka.


Raisa sudah mondar mandir di depan ruangan ICU. Dia ingin masuk, tetapi hanya dua orang yang bisa menemani pasien dengan secara bergantian.


Richard yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Rich dan Rexy sudah mendapatkan informasi, jika Maxy hanya terluka ringan dan tidak perlu cemas dan khawatir yang berlebihan.


Richard bisa saja memberitahukan Raisaa tentang keadaan adiknya tetapi dia tidak ingin Raisa mengacaukan pedekate yang dilakukan oleh Maxy kakaknya.


Pintu ICU terbuka dan keluarlah Nathan dan Aisyah. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak tapi langsung mendapat tatapan tajam dari beberapa perawat.


"Maaf!! Pak jangan ribut kasihan pasien yang sedang istirahat," tegur perawat itu.


Kemal langsung menghentikan tawanya, sedangkan Aisyah mencubit lengan Nathan agar segera berhenti.

__ADS_1


"Aisyah dan Pak Nathan datang-datang malah tertawa bukannya bicara bagaimana dengan kondisi Kak Maxy," ujarnya Raisa yang kebingungan melihat tingkah laku Maxy.


"Maaf Nona Muda, saya hanya mengingat kejadian yang barusan saya alami yang sangat lucu," ujarnya dengan tetap tersenyum.


"Terus kondisi kak Axel gimana?" Tanya Raisa lagi yang sudah tidak sabaran ingin mendengar jawaban dari keduanya.


"Alhamdulillah, Axel baik-baik saja Raisa, jadi kamu tidak perlu khawatir sedikitpun dengan dia," terang Aisyah.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu, apa saya boleh masuk menjenguknya?" Tanya Raisa tetapi langsung dicegah oleh Aisyah lagi.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...

__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…


__ADS_2