Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 187


__ADS_3

"Silahkan masuk pak, Nyonya Nirah sudah selesai diperiksa dan dokter ingin bertemu dengan Bapak," jelas Perawat tersebut.


"Makasih banyak Sus!" Ujarnya Yudha lalu berjalan ke arah dalam UGD.


Yudha melihat mirah yang masih terbaring tapi keadaannya sudah sedikit membaik dibandingkan pertama kali dilarikan ke rumah sakit terdekat karena, wajahnya Mirah sudah terlalu pucat pasi lagi dengan keringat bercucuran membasahi pipinya dan tubuhnya.


Tembok yang bercat serba putih itu menjadi saksi kekhawatiran Martin yang terlalu berlebihan membuat dirinya berulangkali ditegur bahkan diperingati oleh pihak kemanan rumah sakit tersebut.


Yudha tetap saja mondar mandir di depan pintu masuk Unit Gawat Darurat rumah sakit dan mengganggu aktifitas dan perkejaan dokter maupun Perawat yang sedang bekerja. Setelah diberikan peringatan oleh pihak keamanan yaitu security membuat Yudha duduk anteng di kursi tunggu.


"Ya Allah… jags dan lindungilah istriku, jangan biarkan terjadi sesuatu pada istriku," gumam Yudha dengan raut wajahnya yang penuh rasa khawatir, takut dan cemas.


Tapi setelah perawat maupun Security sudah pergi Martin kembali lagi untuk mondar mandir berlalu lalang di sekitar pintu UGD. Tidak berapa lama Yudha pun dipanggil oleh perawat.


"Maaf dengan bapak Yudha Al-ayyubi Lee suami dari pasien yang bernama Mairah Putri," ucap suster yang celingak celinguk mencari keberadaan Yudha yang tidak nampak di depan matanya.


Yudha baru ingin menghubungi neneknya untuk tidak menunggunya pulang ke rumah tapi baru mau memegang hi tersebut sudah ada Suster yang berteriak memanggilnya. Ia segera berdiri lalu berjalan ke arah sumber suara tersebut.


"Dengan saya sendiri Sus, ada apa yah?" tanya balik Yudha yang menjawab pertanyaan dari perawat.


"Istri bapak sudah diperiksa oleh dokter dan keadaannya sudah membaik jadi Bapak diminta oleh dokter untuk masuk ke dalam ruangan untuk menemui dokter karena ada yang ingin disampaikan oleh Dokter kepada bapak," tuturnya suster itu.


"Makasih banyak Suster!" Sahut Yudha lalu berjalan ke arah ruangan di mana Mirah dirawat.


Yudha melihat Amairah yang masih terbaring lemah di atas Bangkar rumah sakit. Tapi wajahnya tidak sepucat sebelumnya. Martin pun ke arah Ruangan di mana dokter berada.

__ADS_1


"Masuk Pak!" ucap Dokter setelah melihat kedatangan Martin.


"Makasih banyak Dok, tadi katanya Dokter ingin berbicara dengan saya? Tanya Yudha dihadapan dokter setelah mendudukkan pantatnya.


"Apa bapak suaminya ibu Mirah putri?" tanya Dokter yang kemudian membuka map yang berisi hasil pemeriksaan medis dari Mairah.


"Betul Dok, saya sendiri suaminya Ibu Mairah, apa yang terjadi dengan istri Saya dokter?" tanya Yudha yang semakin tidak sabar dan tenang yang sudah khawatir dengan keadaan kesehatan istrinya.


"Kami telah memeriksa dengan seksama keadaan istri bapak dan Setelah hasil laboratoriumnya keluar ternyata ibu Mirah tidak apa-apa, ibu Mirah sehat dan dalam keadaan yang baik-baik saja," terangnya Dokter yang belum selesai Berbicara untuk menjelaskan tentang kesehatan ?


Mirah tapi, Yudha sudah memotongnya.


"Maksudnya dokter? kalau emang istri saya baik-baik saja, tapi kenapa wajahnya tadi sangat pucat dan ia langsung pingsan?" tanyanya Yudha yang kebingungan dengan kondisi Istrinya.


"Alhamdulillah istri Bapak dinyatakan sehat saja tapi sesuai hasil lab Istri bapak dinyatakan positif hamil dan kehamilannya sudah jalan tiga bulan masih dalam trisemester pertama," jelasnya Dokter.


Ucapan dokter belum bisa dicerna dengan baik oleh Yudha dan malahan tambah bingung saja, "Maksudnya Istri saya hamil?" tanya lagi Yudha yang sedikit tidak percaya dengan perkataan dan penjelasan Bu Dokter yang menangani Mirah.


"Iya benar Pak, Nyonya Mirah sekarang hamil dan sudah jalan tiga bulan usia kandungannya atau calon bayi Anda dan ini hasil laboratoriunnya dan hasil USG nya Pak!" ungkap Bu Dokter yang menyerahkan sebuah amplop yang berisi keterangan hasil pemeriksaan medis Mirah.


Yudha membuka amplop tersebut lalu memeriksa hasil USG tersebut dan Martin langsung meneteskan air matanya saking bahagianya dan tidak bisa berkata-kata lagi. Dia mengelus hasil USG 4D tersebut.


"Anakku, calon Baby kami!" Yudha membeo disela Isak tangisnya.


....

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2