Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 96. Ingatan Beberapa Tahun Lalu


__ADS_3

Cinta yang tidak semestinya harus segera dihentikan agar tidak ada nantinya yang akan merasakan sakit hati sedalam-dalamnya.


"Perasaan, cinta dan mengaguminya harus segera Aku buang jauh-jauh, cinta ini tidak semestinya hadir di antara hubungan pernikahan sahabatku," batinnya dengan wajahnya yang sendu.


Mereka meminta tolong kepada Rizaldi agar proses dan prosedur pengambilan tes DNA secepatnya dilaksanakan dan memohon agar tidak terlalu lama untuk mengetahui hasilnya.


"Makasih banyak atas bantuannya Dokter Devan," Reza sembari menjabat tangannya Dokter Devan sebagai ucapan terima kasihnya.


Reza lalu menjabat tangannya Dokter Devan selaku Dokter yang nantinya akan selalu membantu untuk menangani kasus penyakit trauma yang dialami oleh Farel.


"Sama-sama,ini sudah jadi tanggung jawab Kami sebagai dokter," jawabnya dengan seulas senyum dia berikan.


"Kami pamit dulu Dokter," tutur Rania sebelum meninggalkan ruangan itu.


Mereka meninggalkan ruangan praktek Dokter Devan. Reza dan Rania mengapit tubuhnya Farel dengan menggandeng ke dua tangan anak kecil itu. Sedangkan Dokter Rizaldi berjalan beriringan dengan Reza.


"Rizaldi, semoga besok hasil tesnya segera keluar," ujarnya.


"Insya Allah, besok sore sudah selesai, aku akan telpon Kamu kalau sudah keluar hasilnya," jawabnya.


"Aku sudah enggak pakai nomor yang lama soalnya," tutur Dokter Rizaldi.


Dokter Rizaldi menatap ke arah sahabatnya dengan wajah keheranan.


"Bukannya itu nomor hp yang sedari dahulu Kamu pakai,kok bisa di ganti sih?" tanyanya dengan wajah kebingungan.


"Awalnya gitu emang tapi, semenjak aku mulai hidup baru aku juga mengganti semua, ceritanya cukup panjang, kapan-kapan aku akan cerita tapi, bukan sekarang," ucapnya yang melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Okey, bro kapan-kapan kita bertemu, Aku akan cari waktu luang baru Aku akan hubungin kamu," ujarnya.

__ADS_1


"Kamu telpon saja kalau sudah ada waktu yang tepat, kalau bisa ke rumahnya saja jalan-jalan sekalian rasakan dan cicipi masakan Istriku," terangnya.


"Itu ide yang bagus juga tapi, gak apa-apa nih kalau Aku ke rumah kalian?" tanyanya.


Rizaldi berbicara seperti tapi, arah pandangannya tertuju pada sosok Rania yang sedari tadi hanya terdiam dan sesekali tersenyum menanggapi pembicaraan mereka.


"Gak masalah banget kalau Kamu datang, lagian apa Kamu tidak ingin bertemu dengan Nenek?" tanya balik Reza


"Aku ingin sekali sebenarnya bertemu dengan nenek Nenek, kalau gitu Aku akan atur waktu luang agar Aku bisa berkunjung ke rumah kamu sekalian icip-icip makanan yang dimasak oleh istrimu," jelasnya.


"Baik, aku tunggu kedatangannya di rumah, kalau gitu kami pamit pulang, sepertinya Farelbutuh istirahat," jawabnya.


"Assalamu alaikum," ucap mereka bersamaan.


"Waalaikum salam," jawabnya.


"Kenapa wanita yang aku puja harus Istri sahabatku, aku harus berusaha membuang jauh-jauh rasa ini sebelum terlalu dalam luka yang nantinya akan Aku alami."


Rizaldi menggelengkan kepalanya tanda dia tidak menyangka. Dia menyugar rambutnya dengan perasaan yang sangat bimbang dan ragu harus berbuat apa.


Di sisi lain, Amairah sudah berada di dalam hatinya sedangkan Amairah adalah istrinya orang lain yang jadi masalah adalah sahabatnya.


"Aku harus menghentikan semua ini sebelum terlambat dan terluka lebih dalam lagi," Rizaldi terdiam dan mematung di tempatnya.


Reza berjalan cepat ke arah pintu mobil yang akan dimasuki oleh istrinya, lalu segera membuka pintu tersebut. Reza memperlakukan istrinya seperti layaknya seperti Tuan Putri.


"Makasih banyak Sayang tapi, tak perlu repot-repot seperti itu juga, Aku masih mampu Kok untuk buka pintunya," ujar Rania.


Reza menaruh telunjuknya di atas bibir istrinya agar menuruti dan tidak usah banyak komentar dengan apa yang dia lakukan oleh Martin padanya.

__ADS_1


"Kamu diam saja, dan nikmatilah semua yang Mas lakukan untuk Kamu hanya khusus untuk istriku tercinta,"ujar Reza.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


__ADS_2