
Raisa tidak mampu berucap sepatah kata pun. Baginya apa yang terjadi siang hari ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal baginya.
Semua penjelasan yang diungkapkan oleh Richard menurutnya itu tidak masuk akal dan pasti kebohongan besar.
"Ini tidak mungkin Abang!! Aku yakin Abang hanya bercanda dan prank aku kan? Tanyanya Raisa yang meraung-raung di depannya Richard pria yang telah mempersuntingnya itu.
Pria yang selama ini dia cari bukan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tetapi karena permintaan putra tunggalnya. Reinhard yang menginginkan kehadiran sosok Papinya.
Tangisan dan rengekan dari putranya itu yang membuatnya untuk meredam ego dan amarahnya untuk segera berdamai dengan masa lalunya kala itu.
Tapi titik bara api dendam terhadap pria yang merenggut kehormatannya tetap ada dan sama besarnya dengan apa yang diinginkan oleh putranya itu.
Demi putranya lah dia memutuskan untuk diam-diam mencari keberadaan ayah biologis putranya.
Walaupun dia sangat tidak ingin bertemu dengan pria yang telah merenggut kesuciannya dalam keadaan yang sedang mabuk dan tidak sadarkan diri. Tetapi, hati kecilnya sedih dan tidak berdaya melihat dan mendengar perkataan dari putranya.
Rei waktu pernah di-bully oleh teman-temannya di sekolahnya. Lee dihina sama orang-orang kalau dia adalah anak haram, anak yang tidak diinginkan kehadirannya di dunia ini. Hal itu yang membuat Rei sering berpindah-pindah sekolah.
Dan suatu malam tanpa sengaja dia mendengar perkataan dari putranya itu. Waktu itu Rei menangis di dalam kamarnya dengan menekuk kedua lututnya.
"Apa salah Rei? Kenapa aku tidak punya Papi seperti mereka, apa aku tidak pantas untuk bahagia bersama Papi Rei?"
Siapa pun yang mendengar keluhannya Reinhard pasti akan ikut terharu dan sedih dengan curhatan dari anak kecil yang baru berusia sekitar kurang lebih sembilan tahun.
Sejak hari itu Raisa berusaha membuang dan menghilang rasa amarahnya, dendam dan bencinya terhadap pria dan Liora yang telah menyebabkan kehancuran masa depannya waktu itu.
__ADS_1
Berhari-hari Raisa memikirkan dan mempertimbangkan pilihannya dengan matang.
Hingga suatu hari, air matanya Rei kembali menetes, saat mendengar perkataan dari seseorang yang mengatakan jika Papinya adalah pria yang tidak bertanggung jawab dan jahat.
Hal itu membuat Rei sampai sakit beberapa hari karena tidak mau makan dan pergi ke sekolahnya. Raisa akhirnya memutuskan untuk menghilangkan egonya demi kebahagiaan puteranya itu.
Begitu pun saat dirinya dipinang oleh Richard demi memenuhi permintaan dari putranya dia menerima lamaran dari pria tidak dikenalnya itu.
"Adek Abang akan buktikan semua perkataan Abang, jika adek tidak memaafkan Abang hingga sampai kapan pun Abang akan terus berlutut di tempat ini," ucap Richard dengan penuh harap agar apa yang dia lakukan Raisa bisa terharu dan tersentuh hatinya.
Richardi tidak segan meneteskan air matanya. Runtuh sudah wibawanya sebagai seorang CEO Muda terkenal dengan garangnya dan kebengisannya dalam menghadapi lawan bisnisnya.
Tetapi baginya, itu tidak jadi masalah yang penting perempuan yang sudah melahirkan seorang putra untuknya bisa menerima permintaan maafnya.
Raisa dilema dalam dua pilihan yang sangat sulit dipenuhi dan pilih mana yang akan dia pilih.
Semuanya berubah dalam sekejap mata. Tidak pernah terpikirkan olehnya, jika Richard ternyata adalah pria yang menanamkan benih di dalam rahimnya.
Pria yang sudah perlahan mulai dia sayangi, pria yang berani menerima segala kekurangannya, pria yang berani datang di hadapan kedua orang tuanya untuk melamarnya menjadikan calon istrinya nanti.
Raisa berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah tempat puteranya berada. Dia tidak sanggup melihat Richard terus berlutut dan menjadi bahan tontonan gratis dari seluruh pengunjung restoran.
"Ya Allah… aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?" Batinnya yang sangat kebingungan harus memilih jalan yang akan dia pilih dan tempuh untuk masa depannya.
Dia berjalan dan terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. Sedangkan Richard masih berlutut di tempatnya semula. Dia tidak mengeluh sedikit pun dengan apa yang dia lakukan.
__ADS_1
"Ya Allah… bukakanlah pintu hatinya Raisa untuk segera memaafkan aku, aku tidak sanggup melihat air matanya," gumam Richard.
Raisa semakin dibuat pusing oleh pilihan mana yang harus dia pilih.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, apa aku tetap melanjutkannya pertunangan ku atau mundur dan mengakhiri semuanya untuk selamanya," Raisa membatin.
...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Dilema Diantara dua pilihan...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Baby Sitter...
...9. Cinta Ceo Pesakitan...
__ADS_1
...10. Tetanggaku Idola Suamiku...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all.....