Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 127


__ADS_3

"Bang, sudah kita harus segera meninggalkan tempat ini jika masih ingin melihat indahnya dunia," terang Mutiara saat memutuskan kontak fisik mereka.


"Bagaimana caranya kita keluar dari sini? Lihatlah bagaimana tingginya bangunan ini dan penjagaannya yang sangat ketat," ucap Rexy yang masih memeluk tubuhnya Mutiara.


Rexy pun tidak mengindahkan dan mendengarkan penjelasan dari Mutiara. Tangannya malahan bergerilya di dalam pakaiannya Mutiara yang mampu membuat Mutiara mengeluarkan suara sensualnya.


Mutiara pun membalas perlakuan dari Rexy Papa dari anaknya itu. Ia mulai membalas sikapnya Rexy dengan menautkan bibirnya ke atas bibir seksinya Rexy. Mereka kembali beradu mulut hingga bertukar saliva.


"Sayang! Aku menginginkan dirimu saat ini juga," terangnya Rexy dengan kedua bola matanya sudah berkabut penuh ingin mendapatkan penuntasan.


Mutia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan tidak protes sedikit pun. Ia hanya terbuai dalam ikatan bukan suami istri itu.


Seluruh kain dan benang yang menutupi permukaan kulitnya itu. Rexy segera memulai apa yang diinginkannya sedari tadi.


"Hemphhh!! Baby aku sangat suka," racaunya Rexy.


Mereka bergulat dan saling melepas kerinduan yang hampir lima tahun mereka berpisah. Walaupun hubungan mereka tidak dilandasi dengan hubungan yang resmi dan halal. Rexy terus menggempur tubuhnya Mutiara hingga hanya deru nafas dan suara seksi yang memenuhi ruangan itu.


Mutiara tidak mau kalah dengan apa yang dilakukan oleh Rexy dua atas tubuhnya. Dia pun membalikkan tubuhnya hingga dia yang berada di atas.


Selang beberapa saat kemudian, mereka sama-sama merasakan indahnya kenikmatan surga dunia. Bahkan mereka sempat melupakan dimana mereka berada dan apa yang sedang terjadi.


Beberapa saat kemudian..


"Abang tenang saja, makanya ikut dengan Mutia dan jangan banyak tanya lagi sebelum mereka menyadarinya dan apa yang kita lakukan akan sia-sia saja," jawabnya dengan menarik kembali tangannya Rexy setelah memperbaiki penampilannya dan pakaiannya sudah kembali utuh dipakainya.

__ADS_1


"Kamu yang duluan naik karena kamu yang mengetahui jalan keluarnya," ucap Rexy yang segera membantunya Mutiara untuk naik ke atas cerobong ventilasi udara tersebut.


Dengan perlahan merangkak hingga ke ujung lubang tersebut yang mereka tempuh sudah cukup lama. Pakaian mereka sudah sangat kotor, tubuh mereka sudah berantakan tapi, mereka tidak pedulikan hal itu sehingga apa yang mereka lakukan berhasil juga. Mereka sudah ditunggu oleh seorang pria yang sedari tadi menunggunya.


"Paman!!" ucap Liora saat memeluk tubuh pria itu adik kandungnya dari papanya itu.


"Ambil senjata ini dan jangan lupa pakai baju anti peluru kalian dan cepatlah pergi dari sini sebelum kakekmu mengetahui apa yang kita lakukan," ujarnya dengan menyodorkan dua tas pinggang ke tangannya Mutiara.


Mereka segera memakai pakaian anti peluru dan mengalungkan tasnya ke pinggangnya. Ia sangat bersyukur karena selama ini pamannya yang selalu diam-diam membantunya. Pak Revan adalah kakak dari Papinya Mutiara.


"Kami pamit paman, makasih banyak atas bantuannya, paman jaga diri baik-baik, assalamu alaikum," pinta Mutiara sebelum melepaskan pelukannya.


"Kalian yang harus hati-hati, tidak perlu repot-repot risaukan paman pasti bisa jaga diri, di ujung jalan ada mobil hitam yang bisa kalian pakai, tolong jaga putriku nak," balas Pak Revan sambil menepuk pundak Rexy.


Rexy dan Mutia sama-sama hanya menganggukkan kepalanya, air matanya menetes membasahi pipinya melihat nasib keponakannya. Dia sangat menyesal dulu tidak membawa kabur keponakannya itu disaat adiknya meninggal dunia.


"Abang, lihat ada hp, kotak p3k, beberapa senjata dan amunisinya, serta beberapa makanan," ungkap Mutiara yang memeriksa apa-apa saja yang ada di dalam mobil itu dan ketika mereka sudah perlahan menjauh dari tempat itu.


"Syukur Alhamdulillah, kita sudah sedikit aman, mungkin kita sudah jauh dari sini barulah mereka menyadari bahwa kita sudah berhasil kabur," terangnya Rexy.


Rexy dan Mutiara ersenyum lega dan bahagia karena dia bisa bersatu dengan pasangannya yang sudah lama mereka berpisah.dan akan bertemu dengan putrinya.


...****************...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya:

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...


__ADS_2