
"Aura pengantin baru kamu semakin terpancar, jangan kasih kendor kalau suami kamu datang mengunjungimu," terang Bu Herna yang sudah berjalan dan berlalu dari hadapan Mirah yang terdiam terpaku mendengar perkataan dari bibinya.
Mirah masih duduk, meresapi perkataan barusan yang meluncur begitu saja dari bibirnya Bu Herna dan tersenyum malu-malu jika mengingat kembali kejadian yang terjadi antara dia dan suaminya Yudha. Miah berharap dia segera diberikan momongan.
Pesawat boeing XXX dengan penerbangan pesawat dari Kota Surabaya ke Pulau Dewata Bali tepatnya Denpasar Bandara internasional Ngurah Rai, telah berhasil mendarat dengan sempurna.
Yudha buru-buru menghubungi nomor handphone anak buahnya dengan menggunakan Hp orang yang kebetulan lewat di dekatnya. Yudha sudah bertanya kepada siapa pun yang lewat untuk meminta meminjam charger hp yang kebetulan hpnya yang lowbet total.
Yudha sudah prustasi karena ia ingin sekali memeriksa hpnya dan mengetahui siapa sosok cewek yang tanpa sengaja terekam gambarnya melalui kamera hpnya. Tapi upaya yang dia lakukan tidak membuahkan hasil hingga supir pribadinya sudah datang untuk menjemputnya.
"Pak Bustam sudah menunggu tuan muda di Hotel," ucap supir pribadinya.
"Ok, kita langsung ke sana saja, tapi kita singgah di Toko yang menjual perlengkapan hp terlebih dahulu," pinta Yudha yang sudah duduk di kursi penumpang.
Yudha kembali memikirkan tentang cincin yang dipakai oleh Istrinya Mirah. Ia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang selalu muncul dibenaknya.
"Maaf tuan, kita sudah sampai di counter yang menjual aksesoris hp," ucap Pak Joni.
Yudha turun dari mobilnya dan berjalan buru-buru turun dari mobilnya dan segera masuk ke dalam counter tersebut dan tidak ingin menunda waktu lagi. Dia tersenyum karena apa yang dia cari sudah ada lalu segera mencharge hpnya.
Perjalanan mereka kembali berlanjut hingga sampai di Lobby Hotel The Bali Lodge. Yudha tidak langsung masuk ke dalam kamar hotel yang telah dia pesan sebelumnya. Tapi ia berjalan ke arah restoran yang ada di dalam lokasi hotel tersebut.
Pak Bustam langsung berdiri dari duduknya dan langsung menjabat tangan Yudha tanpa berfikir panjang.
__ADS_1
"Welcome back di Bali Tuan Yudha Perkasa Aiden Lee," ucap pak Bustam.
"Makasih banyak atas sambutannya, dan kita langsung ke intinya saja, saya Ingin tahu sejauh mana penyelidikan bapak dan apa kah sudah ada tanda-tanda siapa perempuan itu dan asalnya dari mana?" Tanya Yudha yang sudah tidak sabaran ingin mengetahui siapa perempuan itu.
Pak Bustam hanya tersenyum menanggapi berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan oleh Martin terhadapnya. Pak Bustam langsung membuka sebuah map yang sudah berisi dengan data-data tentang siapa sih perempuan yang sudah menemaninya melepaskan masa lajangnya dan sekaligus malam pertamanya.
Yudha meraih map itu tapi muncul keraguan dalam dirinya untuk membuka map tersebut. Ia takut jika perempuan itu adalah perempuan yang tidak bener dan nantinya akan membuat masalah untuk dirinya dan keluarga besarnya.
Yudha dilanda rasa takut bercampur khawatir jika perempuan tersebut adalah istri dari orang lain. Perempuan tersebut meminta pertanggungjawaban kepadanya sedangkan dirinya sudah menikah dan mulai membuka hatinya untuk Mirah istrinya.
Pak Bustan mengerutkan keningnya dan tidak mengerti dengan jalan pikiran tuan Yudha yang sebelumnya sangat antusias ingin mengetahui kebenarannya dan sekarang nampak ragu dan bimbang. Hal tersebut nampak guratan itu jelas di wajah atasannya itu
"Maaf Tuan apa yang terjadi, apa Saya melakukan kesalahan?" tanya Pak Bustan yang takut jika dia melakukan kesalahan dan untuk mendapatkan informasi itu sangat lah susah dan penuh tantangan dan rintangan serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit terutama saat ingin mengecek langsung Cctv-nya.
"Oohh tidak apa-apa kok pak, saya hanya sedikit ragu saja," balas Yudha dan langsung membuka map tersebut yang berisi beberapa lembar kertas.
Map yang terakhir yang membuatnya tercengang bahkan menjatuhkan map tersebut ke atas meja adalah, sosok perempuan yang masih perawan dan ia yang telah merenggut keperawanan perempuan tersebut dan lengkap dengan fotonya serta seprei yang ada noda merahnya.
"Ini tidak mungkin pasti ada kesalahan dalam pencarian bukti tersebut," ucap Yudha yang tidak percaya jika perempuan tersebut adalah Mirah putri Hedy Yunus Husein.
Mirah yang sudah sah menjadi istrinya yang sudah mulai dua sayangi ternyata perempuan itu juga yang dia perawanin.
"Apa yang terjadi dengan tuan, apa tuan baik-baik saja?" tanya Pak Bustam detektif swasta yang asli anak Jakarta tapi sudah menikah dengan wanita pribumi Bali yang sudah lama bekerja sama dengannya.
__ADS_1
......................
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...