
"Namaku Nisa, aku berasal dari desa terpencil di kota P, umurku sekarang 18 tahun, aku masih punya ayah dan ibu sebagai petani buah di kampung dan adik bungsu laki-laki bernama Niat"
"Adikku mengidap penyakit seperti Syndrome Asperger, kami sangat menyayangi dia dan tidak membedakan karena fisik nya, adikku anak yang pintar. Meskipun kami hidup dengan kesederhanaan tapi orang tuaku sangat mendukung impianku."
Waktu SMP
Ibu Nisa : Nisaa Bangun nak, nanti kamu telat, katanya mau jadi orang sukses dan mau kuliah ke luar negeri (mencoba untuk menghibur nisa)
Nisa : iyaaa buk siap (masih mengantuk)
Sarapan pagi
Bapak Nisa : Assalamualaikum, coba lihat bapak bawa apa? (menunjukkan Fried Chicken yang dibawa)
"Bapak baru kembali dari kota menjual buah-buahan yang telah di panen, karena aku dan Niat suka sekali dengan fried chiken bapak selalu membelikannya setiap pulang dari kota, kami hanya memakannya sesekali."
****Kompak **** : waa terima kasih pak (mengambil)
Ibu Nisa : makannya yang pelan nak, bapak mau makan apa tidur dulu? (sambil melihat suami yang lelah)
Bapak Nisa : mau makan dengan anak-anak dulu bu (tersenyum bahagia)
Ibu Nisa : iya pak (senyum)
"Suasana nya sangat ramai dan hangat seperti biasa"
Nisa : pak, buk nisa berangkat dulu ya (mencium tangan), Daaa Niat (mencium kening adiknya)
Sepulang sekolah
Anak kecil : orang bodoh... orang bodoh… orang bodoh…
Niat : aa~ ng~ gaak~a Ka~ ka~k ni~s saa
"Nisa kesal melihat adiknya di tertawakan oleh teman sebayanya, tidak tega melihat adiknya di perlakukan seperti itu, nisa mengusir anak-anak itu dan menyuruh mereka pergi."
"Perjalanan pulang nisa menggendong niat dari belakang sambil menahan air mata dan mencoba untuk tidak menangis."
Niat : Ka~ ka~k ni~s saa na~nti ka~lau su~dah be~sar, Ni~att a~kan Lin~du~ngi ka~k ni~sa Hehehe "[kak nisa nanti kalau sudah besar, niat akan lindungi kak nisa]" (memeluk erat kakaknya)
Nisa : iya, nanti setelah kakak lulus sekolah, kakak akan cari uang yang baaanyaaakkk untuk niat dan kita akan pindah rumah supaya niat tidak di tertawakan lagi (menahan air mata)
Niat : i~iya ja~nji ya~ "[iya janji ya]"
Nisa : hmmm janji (menenangkan)
Niat : nia~t sa~yang ka~~kak Ni~s saa "[niat sayang kak nisa]" (makin memeluk erat)
Nisa : kakak sayang niat juga
"Setelah lulus sekolah menengah atas aku putuskan untuk pergi ke kota dan mencari pekerjaan supaya bisa menepati janjiku dengan niat dan membahagiakan orang tuaku."
"Aku bekerja di salah satu restaurant ternama di ibukota dan di sana aku bertemu dengan kak woo."
"Dia selalu datang ke tempat kerjaku, terkadang hanya membeli satu minuman saja dan duduk sangat lama di tempat kerjaku hampir setiap hari, sampai kami sering membicarakan tentang dia di belakang."
"Pada saat giliranku libur kerja dia hanya datang melihat sebentar lalu pergi tanpa membeli apapun. Semua teman kerjaku menduga kalau dia datang hanya untuk melihatku."
Awal berkanalan
Saras : tamu lo dateng tuh nis, pergi sana
“Aku melihat dan ternyata dia”
Nisa : mau pesen apa kak?
__ADS_1
Hyunwoo : hmm aku mau pesen “menyebutkan nama makanan” (nada sedikit malu)
Nisa : baik kak di tunggu (pergi berlalu)
"Makanan hyunwoo pun datang,setelah selesai makan hyunwoo memanggil nisa untuk meminta bill, nisapun bergegas ke tempat hyunwoo."
Nisa : ini bill nya kak.
Hyunwoo : “memberikan Kartu” hmm aku boleh minta nomer hp kamu? (dengan nada yang sangat malu)
"nisa hanya membalas perkataan woo dengan senyuman lalu pergi ke kasir"
Nisa : ini kartu dan Billnya kak (lalu pergi meninggalkan hyunwoo)
"Hyunwoo merasa sedikit kecewa karena nisa tidak memberikan respon terhadap pertanyaan nya. Siapa sangka dalam bill nya tertulis no hp nisa."
"Dengan muka yang begitu senang hyunwoo pergi meninggalkan tempat kerja nisa dan tidak pernah muncul lagi disana."
Dimalam hari
Kring… kring… kring… hp nisa berbunyi lalu menjawab
Nisa : halo, maaf siapa ya?
"Tidak ada suara sama sekali"
Nisa : halo, kalau tidak ada respon saya matikan ya (merasa bingung)
Hyunwoo : haa halo, ini aku yang minta no kamu tadi nis, Hyunwoo (gemetar dan senang)
Nisa : hoo iya kak, (tidak tau mau bicara apa)
Hyunwoo : kamu sibuk? Apa aku mengganggu kamu?
Nisa : hoo enggak kak, apa kakak sibuk? (salah tingkah)
"Pembicaraan kami berlangsung begitu lama, dan kami sampai melupakan waktu karena asik bertanya satu sama lain."
"Kak woo tinggal di ibukota sendiri untuk melanjutkan kuliahnya, sedangkan orang tuanya tinggal di kota B."
"Kak woo terlahir dari keluarga yang kaya raya orang tuanya pengusaha batu bara di kota tersebut."
"Aku merasa tidak pantas untuk berteman dengan dia karena latar belakang kami yang sangat berbeda. Tapi kak woo tidak pernah memperdulikan itu dia sangat baik dan ramah kepadaku, selalu menolong ku dalam kesulitan hingga aku benar-benar menyukai nya."
"Diwaktu libur kerja ku, kami janjian bertemu di luar dan sudah menentukan tempat di taman bermain, aku sangat suka sekali dengan taman bermain dan selalu bermimpi akan kesana suatu hari nanti."
"Kini aku datang dengan kak woo orang yang aku suka. semakin lama dan semakin sering kami bertemu lama-lama aku makin menyukai sosok kak woo, tapi entahlah bagaimana dengan perasaan kak woo padaku?"
Hyunwoo : nisa kamu yakin mau kesini? (tidak begitu nyaman) “hyunwoo orang yang tidak begitu bergaul dan pendiam tetapi selalu menepati janji)
Nisa : hmm (mengangguk senang) aku selalu melihat taman bermain di TV jadi aku bermimpi suatu saat akan kesini
"melihat nisa yang begitu semangat hyunwoo menuruti kemauan nisa"
Nisa : kak ayo kita coba yang itu (menunjuk salah satu permainan extreme)
Hyunwoo : aaa~h (takut tapi tidak bisa berkutik)
"Kamipun asik bermain dan lupa waktu, memainkan semua wahana yang ada di sana."
"Malampun tiba kami berdua merasa lapar, dan kak woo mengajakku untuk makan di restaurant seafood favorite nya."
"Kami makan dan mengobrol panjang lebar sampai aku mendengar suara laki-laki yang memanggil nama “hyunwoo”.
Emmet : woo, lo disini? (melihat mesum kearah nisa), Oh ini siapa? Cewe lo?
__ADS_1
"Nisa merasa risih dengan tatapan itu"
Hyunwoo : ah iya, kenapa? Bukan dia teman. (merasa tertanggu)
Emmet : lo namanya siapa? Asli sini? (bertanya ke nisa)
Nisa : ah bukan kak, nama saya nisa asli desa di kota P
Emmet : oh anak kampung ya (merendahkan), ouwh oke, gue cabut dulu, gak bakal ganggu, yooo (pergi)
"diam-diam emmet memotret nisa dan mengirimkan ke Ben"
Hyunwoo : maaf ya, ayo kita pergi aja (merasa tidak enak)
Nisa : gak papa kok kak
"Beranjak pergi meninggalkan reastaurant"
Hyunwoo : nisa mau kemana lagi? (mencairkan suasana)
Nisa : ah mau pulang aja kak, besok soalnya mau kerja (tersenyum)
Hyunwoo : oh iya, oke aku anter kamu pulang ya (membalas senyum nisa)
Di tempat nisa
Nisa : makasih ya kak udah ngajakin aku main (senyum)
Hyunwoo : ah iya, kapan-kapan kalau nisa mau pergi bilang aja nanti aku anter, Aku balik dulu ya (berlalu)
Nisa : ah iya kak, hati-hati di jalan ya dan terima kasih (melambaikan tangan)
"Hyunwoo pun pergi meninggalkan kediaman nisa, sesampainya di apartment, woo melihat Ben dan Emmet datang ke rumahnya."
Ben : eh woo, lo abis dari mana?
Hyunwoo : oh dari luar, kenapa? (punya firasat buruk)
Emmet : ah elah yang abis keluar ma cewe cakep nggak semangat amat (dengan nada cemoohan)
Hyunwoo : kalian ada perlu apa kesini? (merasa terganggu)
Ben : santai bro, ayok masuk dulu, bicara di dalam lah gak enak di luar ma tetangga (tertawa dan memberi Kode ke emmet)
Emmet : yoi dong, yok masuk
"Di dalam rumah woo"
Ben : woo lo masih inget dengan perjanjian kita kan?
Emmet : hooh
"Hyunwoo hanya terdiam dan mengingat perjanjian dia dengan temannya."
Hyunwoo : gue masih inget, tapi tolong jangan nisa, gue bakal bayar berapapun yang lo mau dan cariin cewe yang sesuai kriteria lo, tapi tolong jangan nisa (memohon)
Ben : gue mau nya cewe yang lo temuin tadi, lo bakal kasi apapun yang gue mau termasuk cewe, kecuali pacar lo kan?, kan lo yang bilang sendiri ke emmet kalo dia bukan pacar lo, jadi kita bebas dong mau cewe tadi, ya kan (mengarah emmet)
Emmet : kan lo sendiri yang bilang ke gue di bukan cewe lo!
"Karena gugup pikiran woo tidak sampai kesana pada saat emmet menanyakan “dia cewe lo apa bukan?” dan tidak akan menyangka ini akan terjadi. dia benar-benar tidak tau apa yang harus di perbuat."
Ben : gue nggak mau tau, gue maunya cewe itu, kalo lo emang temen gue dan nepatin janji, lo harus lakuin yang gue suruh (dengan nada paksaan dan marah)
Emmet : ya, lo harus tepatin janji lo, atau perjanjian kita batal dan kita gak bakal berteman lagi? Gimana?
__ADS_1
Ben : yaa, yuk cabut (mengajak emmet) inget ya woo, gue bakal kasi tau lo rencananya.
"Woo merasa bersalah dan memikirkan nisa, di satu sisi dia terpikir tentang janjinya dengan ben dan emmet. dia bingung tidak bisa melakukan apapun dan merasa takut dengan perbuatan yang akan dia lakukan ke nisa, hingga hari itupun tiba."