Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 194


__ADS_3

"Ya Allah… kenapa dia harus datang ke sini disaat kami menyantap makan siang segala sih," umpatnya Pak Lukman yang menatap jengah ke arah orang tersebut.


Selera makan mereka tiba-tiba hilang seakan-akan tertiup dan terbawa angin. Maxy yang tidak tahu permasalahan yang terjadi antara Mommy dan ke dua orang tersebut tetapi, Maxy tidak menyukai gerak gerik perempuan yang berambut pendek sebahu yang ada di depannya.


"Lama kita tidak berjumpa Mirah, dan sekarang kamu kembali berbadan dua, ngomong-ngomong suami kamu mana, apa jangan-jangan kamu lagi lagi dan lagi hamil tanpa suami atau jangan-jangan kamu hamil dari pria yang tidak jelas tanpa ikatan status pernikahan," nyinyir Meeta yang tidak lain adalah sepupu angkatnya Miirah sekaligus cucu satu-satunya Pak Lukman.


"Cukup sudah!! Diam!! Kakek mohon dengan sangat jangan banyak bicara lagi, kalau kamu masih bicara Kakek tidak akan segan untuk memukulmu di depan orang banyak!!" ancam Pak Lukman yang sudah jengah dengan kelakuan dari Lusi.


"Kakek selalu membela Mirah dari dulu saya yang selalu salah sedangkan dia yang selalu baik dan benar di mata kakek, sebenarnya siapa cucu kandungnya kakek ia atau saya?" Bentak Lusi sembari menunjuk yang Mirah dan mulai jengkel dan volume suaranya sedikit tinggi.


Lusi sedari dulu tidak suka dengan sikap kakeknya yang selalu membandingkan dan membedakan mereka. Padahal menurutnya Mirah hanya cucu angkat yang tidak pantas mendapat perhatian lebih dari keluarganya.


"Aku kadang heran apa sih bedanya aku dengan perempuan kotor ini yang jelas-jelas istri Mas Adam tapi harus hamil dengan pria lain, Apa kah perempuan seperti ini yang kakek banggakan, model cucu yang kelakuannya jelek seperti ia yang kakek banggakan dan puja atau jangan-jangan kakek kena pelet yah?" Sindir Lusi yang mulutnya sudah tidak terkontrol dengan baik.


Tanpa segan dan banyak pikir Kakek Lukman langsung menampar wajah Lusi hingga dua kali. "Praaaaaakkk" bunyi wajah Lusi yang ditampar oleh Kakek Lukman.


Kakek Lukman selama ini masih segan dan tidak ingin memperlakukan dengan kasar Meeta walau gimanapun Lusi adalah cucu kandungnya. tetapi kali ini menurutnya sungguh sangat sudah kelewatan dan tidak terkendali.


Jika tidak diberikan nasehat dan pelajaran kepada Lusi maka sikap dan perilaku Meeta akan terus menjadi hancur dan jelek. Maxy langsung ditutup wajahnya dan dilindungi oleh Mirah ke dalam pelukannya agar Maxy tidak melihat adegan panas dari Lusi yang sungguh kepanasan dibagian wajahnya akibat tamparan yang cukup keras yang dia dapatkan.

__ADS_1


Adam yang kebetulan ada di sana seperti biasa tidak bisa berkutik atau pun berkata-kata lagi kalau mengenai Meeta. Walaupun dia kadang jengkel sendiri dengan sikap istrinya itu, karena terlalu cinta yang membuatnya buta sehingga sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek.


"Maafkan Lusi! yah Amai, mungkin meeta lagi banyak pikiran sehingga dia marah-marah tidak jelas," imbuh Adam.


lalu berdiri dan mengejar Lusia yang sudah berjalan jauh meninggalkannya. Adam tidak ingin membuat marah Lusia karena jika Lusia marah maka Adam tidak akan mendapatkan jatah dan tidak bisa bercoco tanam lagi.


Adam sampai sekarang belum mengetahui kalau istrinya telah berselingkuh dibelakangnya dengan banyak pria, saking cintanya hinggaata hatinya tertutup oleh kelakuan jelek dari Lusia di luar sana.


Walaupun banyak orang yang mengatakan Meeta itu Istri yang tidak setia bahkan ke dua orang tuanya pun sudah memperingatkan kepada Adam kalau harus berhati-hati dengan Meeta tapi Adam tidak mempercayai hal tersebut kecuali dia sendiri yang melihatnya langsung.


Sedangkan waktu pertemuan terakhir Adam dengan Mirah yang hampir melecehkan Amairah karena Adam tidak terima jika, Mirah menjadi pusat perhatian dari semua mata pria yang hadir di pesta tersebut.


Bukan karena sudah mengetahui kebusukan dari sikap Lusia. Mirah hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Adam. Mirah sama sekali tidak terusik atau terganggu dengan perkataan dari Meeta yang dia pikirkan hanyalah putranya yang untuk pertama kalinya dia melihat orang yang beradu mulut bahkan ditampar.


"Aku takut Mommy!" Jawab Maxy yang tubuhnya seakan menggigil gemetaran yang nampak peluh keringatnya membasahi sekujur tubuhnya karena ketakutan.


****************


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2