
Rexy dan Mutia sama-sama hanya menganggukkan kepalanya, air matanya menetes membasahi pipinya melihat nasib keponakannya. Dia sangat menyesal dulu tidak membawa kabur keponakannya itu disaat adiknya meninggal dunia.
Mereka berjalan perlahan dan sesekali bersembunyi di semak-semak belukar jika lampu mercusuar dan lampu sorot bersinar terang ke arahnya. Mereka bisa sedikit bernafas lega setelah mereka sudah berada di dalam mobil yang akan membawanya ke luar dari tempat itu.
"Abang, lihat ada hp, kotak p3k, beberapa senjata dan amunisinya, serta beberapa makanan," ungkap Mutiara yang memeriksa apa-apa saja yang ada di dalam mobil itu dan ketika mereka sudah perlahan menjauh dari tempat itu.
"Syukur Alhamdulillah, kita sudah sedikit aman, mungkin kita sudah jauh dari sini barulah mereka menyadari bahwa kita sudah berhasil kabur," terangnya Rexy.
Rexy dan Mutiara ersenyum lega dan bahagia karena dia bisa bersatu dengan pasangannya yang sudah lama mereka berpisah.dan akan bertemu dengan putrinya.
Buuukkkkk….
Pintu itu tertutup rapat dengan cukup keras. Rexy tidak ingin membuang waktu dan tenaganya, hanya untuk meminta tolong kepada mereka agar merasa iba dan bersimpati padanya karena hal itu hanya akan berakhir dengan sia-sia saja.
Rexys meringis kesakitan saat tanpa sengaja tangan kanannya bertumpu pada lantai, "aaahhh!!!" Keluhnya sembari mengelus lengannya yang sakit.
Pintu itu bergetar hebat saking kuatnya penjaga tadi menutup pintunya. Seakan-akan temboknya akan retak.
"Semoga kakak dan kakek segera datang menyelamatkan aku, dan semoga mereka menjaga ketat Ica putriku, semoga kakek membaca chatku yang terakhir yang aku kirim," batinnya Rexy.
Rexy duduk berselonjorkan kakinya sambil bersandar di dinding sedangkan kakinya yang satu dia lipat dan yang satunya berselonjor lurus ke depan.
Sedang di ruangan lainnya masih di area sekitar istana yang lebih mirip diberikan julukan penjara, Mutia sedang berfikir memutar otaknya untuk bisa lolos dari sana.
"Apa jangan-jangan kakek sudah mengetahui kebenarannya yang selama ini yang sudah aku tutupi dengan rapat-rapat dari siapa pun, sepertinya ada yang selama ini mengikutiku hingga kakek akhirnya mengetahui jika mereka ada hubungan istimewa yang sudah terjalin sangat lama," gumamnya yang kembali berusaha untuk mencari cara untuk keluar.
Mutiara tetap berusaha untuk mencari cara untuk lolos dari sana. Dia pun kembali teringat jika ada lubang asap yang bisa dia pakai untuk keluar dari sana.
"Aku harus mencari alat yang bisa aku pakai untuk naik ke sana, aku tidak boleh seperti ini terus.." cicitnya lalu melihat ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Mutia menarik dengan perlahan meja ke dalam kamar mandi agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat orang-orang mengetahui rencana yang sedang dia merencanakan untuk kabur dari sana.
__ADS_1
"Aku harus keluar dari sini lalu membantu Abang Rexy Lalu kami keluar secepatnya dari istana tahanan ini," tuturnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.
Mutiara juga menarik beberapa kursi untuk menutupi pintu agar menghalangi orang masuk, jika ada yang mengetahui jika dia sudah kabur dari sana. Dengan susah payah. Dia berhasil menyusun beberapa meja.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya lalu menaiki meja itu satu persatu.
Mutia sama sekali tidak putus asa,selama ada kesempatan dia akan selalu menempuh cara apa pun itu hingga dia berhasil keluar.
"Ya elah kenapa besinya juga sangat kuat, aku harus turun lagi untuk mencari besi yang bisa aku pakai untuk mencungkil besinya agar segera terbuka," terangnya dengan mengerang kesal.
Dia memeriksa semua laci meja, hingga dia menemukan benda yang bisa dipakainya untuk membuka pintu besi itu. Beberapa saat kemudian, besi tebal itu bisa terbuka.
"Alhamdulillah, aku bisa meninggalkan neraka ini secepatnya dan menyelamatkan Abang," lirihnya kemudian dia merangkak naik ke dalam cerobong asap dan tidak lupa kembali menutup rapat pintu besi itu.
Ia terus merangkak naik dengan pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apapun dan tidak diketahui oleh siapapun. Dia sudah memperkirakan jarak tempuh dari satu kamar ke kamar mandi lainnya. Hingga dia berada tepat di atas kamar mandi yang ditempati oleh Rexy.
Banyaknya debu dan kotoran sisa dari asap sama sekali tidak dihiraukan di dalam pikirannya yang penting dia bisa bebas dari tempat terkutuk itu. Mutia tadi sempat kembali untuk mengambil besi yang dipakainya untuk mencungkil pintu tersebut. Dengan susah payah dia pun berhasil untuk membuka besi itu.
Mutiara berjalan ke sumber suara. Dia berjalan mengendap-endap menuju kamar mandi dan betapa terkejutnya saat melihat wanita yang dicintainya lah pelaku dari keributan itu.
"Abang!!" Pekiknya dengan langsung memeluk tubuhnya Rexy dengan sangat erat.
Dennis meringis kesakitan saat tangannya Liora tanpa sengaja menyentuh tangan kiri Dennis yang terluka.
"Abang baik-baik saja kan?" Tanyanya lalu memeriksa seluruh tubuhnya Rexy dengan seksama.
"Kita harus segera obati terlebih dahulu sebelum mereka mengetahui jika,aku kabur," tuturnya sambil menarik tangannya Rexy.
Rexy menarik tubuhnya Mutia ke dalam pelukannya. Dia menumpahkan segala kerinduannya pada perempuan yang sangat dicintainya dan paling istimewa di dalam hidupnya. Ia menekan tengkuk leher kekasih pujaan hatinya yang telah m memberikan ia seorang putri yang cantik dan lucu, lalu mendekatkan bibirnya ke atas bibirnya Liora.
Mereka berciuman dan saling melepaskan kerinduan mereka dan bertujuan untuk mengurangi rasa cemas dan takut mereka. Ciuman yang begitu mesra dengan penuh gairah hingga mereka saling berlomba untuk menghirup sisa oksigen yang di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Mereka saling bertukar saliva satu sama lainnya. Rexy seakan-akan tidak ingin melepaskan ciumannya hingga tangannya sudah menelusup masuk ke dalam bajunya Mutia dan meremas puncak gunung Bromo miliknya Mutia, Ia sudah hampir kebablasan dan melupakan tujuan awalnya awal mereka.
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...
__ADS_1