
Mobil pun sudah berhenti dan Mirah langsung saja berjalan masuk ke lobby perusahan tanpa sepatah kata pun karena kepalanya yang sudah pusing berkunang-kunang.
Yudha yang mengetahui kalau istrinya sudah datang segera mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian kerja yang harganya sangat murah dibandingkan dengan apa yang dia pakai sebelumnya.
Yudha awalnya sangat tidak percaya jika ternyata mirah bekerja di Perusahaannya sendiri selama ini. Andai saja tidak ada insiden muntahnya Mirah di pakaian Pak Herdi mungkin selamanya dirinya tidak tahu kalau sang istri bekerja di bawah pimpinannya sendiri.
Yudha tanpa sengsjy melihat istrinya yang berjalan sempoyongan masuk ke dalam lift. Sehingga Yudha berinisiatif untuk berlari ke arah lift yang nantinya Mirah keluar dari Lift tersebut. Yudha sedari tadi memperhatikan rekaman langsung yang dikirim oleh Dion ke HPnya. Ia terus berlari lalu masuk ke dalam lift yang berlawanan dengan Mirah.
Mirah berjalan tergesa-gesa menuju lantai tempat di mana ruangannya berada, tapi lift tersebut tidak terbuka walaupun Yudha sudah menekan tombolnya berulang kali tapi tidak berhasil sedangkan Lift yang dinaiki oleh Mirah sudah hampir sampai ke lantai 11 sehingga Yudha memutuskan memakai tangga darurat untuk sampai ke lantai tersebut.
Yudha sampai ke lantai 15 tempat ruangan Mirah sebelum Lift yang dinaiki Amairah terbuka. Nafasnya ngos-ngosan karena harus berlari kencang agar dirinya tidak terlambat. Pintu lift terbuka Yudha berdiri di depan pintu lift tersebut.
Mirah langsung tersenyum ke arah Martin saat Amairah menyadari bahwa yang berdiri di depannya adalah suaminya sendiri. Mirah pun perlahan berjalan ke arah Yudha berada tapi, baru ingin meraih tangannya Yudha untuk dia cium, tubuhnya sudah merosot ke lantai.
Yudha yang melihat pun sigap dan segera menggendong tubuh istrinya yang sudah tidak sadarkan diri. Mirah sudah pingsan karena sedari tadi sudah pusing tujuh keliling. Yudha secepat kilat melarikan tubuh istrinya ke rumah sakit terdekat dari perusahaan Eratex.
Yudha membaringkan tubuh istrinya ke kursi belakang mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dia menghubungi Dion tentang apa yang terjadi dengan Mirah.
Yudha sangat khawatir karena melihat wajah Mirah yang sudah sangat pucat pasi. Mirah sedikit pun tidak bergerak padahal sudah beberapa menit dirinya tidak sadarkan diri. Dia langsung mematikan mesin mobilnya lalu menggendong tubuh Amairah ke dalam UGD RS.
"Dokter tolong istriku!!" teriak Yudha saat dia berhasil menidurkan tubuh istrinya di atas Bangkar rumah sakit.
"Tenang pak, kami akan memeriksa keadaan istri bapak dan kami harap bapak bisa tenang," ucap dokter tersebut.
__ADS_1
"Bapak kami mohon untuk segera ke Luar nanti setelah istri bapak selesai di periksa baru kami panggil bapak untuk melihat istri Bapak!" Tutur dengan sopan suster tersebut.
Yudha menuruti perkataan dari Dokter dan Perawat tersebut. Yudha mondar-mandir di depan pintu UGD RS yang menggangu pekerjaan Dokter dan Suster yang berlalu lalang menangani pasien. Sehingga Martin tak segan untuk ditegur oleh Dokter dan Suster.
"Maaf pak, kalau bisa jangan mondar mandir di depan pintu cari tempat lain saja soalnya Bapak mengganggu pekerjaan kami," sarkas dan larangan Perawat tersebut yang sudah jengah dengan sikap khawatir Yudha yang menurutnya terlalu berlebihan setelah mengetahui diagnosa dari Mirah istrinya.
"Tapi bagaimana keadaan istri saya yang sedari tadi masih pingsan dan belum bangun juga?" tanya Yudha lagi kepada Suster yang kebetulan ke keluar dari pintu UGD.
"Sabar yah Pak , Istri bapak sudah ditangani oleh dokter terbaik rumah Sakit kami, jadi kami mohon bapak untuk tenang dan bersabar menunggu hasil pemeriksaan medis dari istri bapak," jawab Perawat tersebut.
Yudha langsung kembali duduk di kursi tunggu. Tapi dasar Yudha yang tidak bisa duduk anteng sebentar-sebentar berdiri dan berjalan mondar mandir sehingga berulang kali ditegur.
"Mohon bapak bersabar dan menunggu kabar istri bapak di kursi tunggu yang ada di sana pak, demi kelancaran proses pekerjaan dokter dan perawat!" Cerca Security itu yang menyarankan agar Yudha lebih tenang dan dan duduk di kursi tunggu saja yang sudah jengah gara-gara ulah Yudha.
Yudha langsung berlari ke arah pintu sambil menjawab, "Saya suami dari Ibu Mirah," balas Yudha yang langsung menjawab dengan antusias.
"Silahkan masuk pak, Nyonya Nirah sudah selesai diperiksa dan dokter ingin bertemu dengan Bapak," jelas Perawat tersebut.
"Makasih banyak Sus!" Ujarnya Yudha lalu berjalan ke arah dalam UGD.
Yudha melihat mirah yang masih terbaring tapi keadaannya sudah sedikit membaik dibandingkan pertama kali dilarikan ke rumah sakit terdekat karena, wajahnya Mirah sudah terlalu pucat pasi lagi dengan keringat bercucuran membasahi pipinya dan tubuhnya.
....
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...