
Yudha yang diperlakukan seperti itu membuat hatinya berbunga-bunga. Sewaktu dia pacaran dengan Naila sedikit pun tidak pernah diperlakukan seperti itu. Boro-boro bertanya tentang sudah makan belum saja tidak pernah apa lagi mau melayani Yudha dengan setulus hati. Mereka makan dengan lahapnya dan penuh hikmah. Ia sesekali tersenyum manis setelah suapan masuk ke dalam perutnya.
"Masakannya mirip dengan masakan Mama, mama aku Rindu denganmu," batinnya Yudha.
Sedangkan di jauh sana, tepatnya di Ibu kota Thailand Bangkok seseorang terkejut dengan apa yang ditemukan oleh Anak buahnya. Berita dan kenyataan tersebut membuatnya bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kenyataan ini bisa membuat hubungan cucu dan keluarga suaminya menjadi terpecah belah hanya karena masa lalunya.
Senyuman kebahagiaan dari anaknya bahagia melihat keluarga kecilnya. Timbul dalam hati kecilnya, Yudha yang ingin memiliki seorang anak setelah melihat Maxy. Yudha menyayangi Maxy seperti anaknya sendiri walau pun baginya Yudha, Maxy hanya lah anak sambungnya saja.
Mereka menikmati makan pagi dengan penuh kebahagiaan dari wajah mereka. Setelah makan pagi, Yudha pun pamit pulang karena ingin segera ke Denpasar Bali untuk mencari tahu siapa sosok perempuan yang bersamanya malam itu.
Yudha sudah memutuskan untuk mencari tahu sendiri bukan meminta bantuan langsung dari Dion padahal jika Dion yang mencari informasi itu akan lebih mudah dan cepat.
Tapi, Yudha tidak ingin membuat hal tersebut diketahui oleh Mama Nyonya Hana dan Neneknya Masitha. Yudha tidak ingin membuat Neneknya marah dan bisa berakibat fatal kepada kesehatan Neneknya, kalau mamanya masih bisa diajak negosiasi.
"Mirah boleh kita bicara sebentar?" Pinta Yudha yang memandang ke arah istrinya.
Mirah yang mengerti dengan maksud dari suaminya langsung menyuruh Maxy dan Mbak Mina agar segera mengantar Maxy untuk ke sekolahnya.
"Gak usah Mbak Marni, biarkan Aku dan Mommy nya yang ngantar Maxy," ujarnya Maxy yang merubah pikirannya sendiri yang ingin mengantar anaknya ke Sekolahnya untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Mirah hanya bisa memandangi Yudha dan tidak mengerti jalan pikirannya Yudha yang awalnya tidak berniat untuk mengantar Maxy ke sekolahnya dan sekarang berubah pikiran.
"Hore Daddy yang akan antar saya ke sekolah!" Sorak gembira Maxy yang sudah lompat-lompat kegirangan karena untuk pertama kalinya dia antar oleh Dadynya.
Mirah, Yudha serta Mbak Wati masuk ke dalam mobilnya dan mobil mereka sudah melaju ke arah jalan sekolah Maxy, putranyal kagum dengan isi dari mobil daddy-nya.
"Mobil Daddy bagus banget loh," puji Maxy yang memuji mobil Martin.
"Ini mobil bukan Daddy yang beli boys, tapi Perusahaan tempat Daddy yang beli, emang Maxy suka dengan mobil ini?"tanya Martin yang kembali harus berbohong kepada istri dan anaknya.
Yudha belum siap untuk menyampaikan kepada Mirah dan Maxy tentang jati dirinya dan rencananya ia akan jujur jika hatinya sudah mantap dan yakin dengan apa yang dia rasakan hanya untuk istrinya seorang.
Yudha belum yakin dengan perasaannya sendiri, apa ini semua karena cinta dan sayang yang tulus atau hanya nafsu dan karena dirinya juga yang masih trauma dengan pengkhianatan Naila Aiman.
Karena itu lah Yudha tidak ingin menunda lagi untuk segera ke Bali untuk mencari informasi tentang siapa perempuan itu. dia yang terdiam dan melamun tentang apa yang harus dia lakukan jika ia bertemu dengan perempuan itu.
...****************...
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...