
"Makasih banyak sayang, saya sangat bahagia dan bersiaplah menerima pelayanan dan servis terbaiknya Mas," lirihnya Richard dengan senyuman manis dengan bola matanya yang sudah berkabut.
Richard tersenyum lalu membalik tubuhnya sehingga Raisa yang sekarang berada di bawah kunkunganya. Richard kegirangan karena mendapatkan sentuhan dan perlakuan yang sangat spesial dan istimewa dari Istrinya.
Penyatuan dua cinta sepasang suami istri yang sempat menemui kendala akhirnya perlahan terjadi juga dan mulai mendapatkan ritme dan irama yang sesuai mereka harapkan sebelumnya. Richard sudah mengungkung tubuhnya Raisa yang sudah nampak polos tanpa selembar kain apa pun.
Kegiatan yang seharusnya sudah berlangsung beberapa jam yang lalu, harus terhenti sesaat karena trauma yang diderita oleh Raisa kambuh lagi tapi berkat cintanya yang tulus, kondisi Raisa yang tidak stabil sebelumnya berangsur-angsur pulih dan membaik.
"Kalau sakit, kamu harus tahan yah, Abang akan membuat kamu akan mengingat hari hingga kamu tua nanti," tuturnya yang sudah dipenuhi kabut gairah.
Raisa hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dan siap untuk melaksanakan apapun yang terjadi.
Richard mulai mencumbu istrinya dengan sentuhan demi sentuhan yang membuat Raisa senyaman mungkin.
Raisa tidak mampu menahan dan menggelinjang kegelian saat tangan kekar dan besar milik Richardi bermain di area puncak gunung Bromo miliknya. Satu persatu ia menyesapi rasa yang ada. Dia sama sekali tidak melewatkan satu inci saja dari tubuhnya Raisa.
Richard tersenyum melihat bagian intinya Raisa yang sudah berkedut tidak tahan untuk segera dimasuki olehnya. Dia belum pu as untuk mengeksplorasi bagian atas milik istrinya. Ia tidak menampik jika, dia merasakan sensasi yang berbeda di awal mereka melakukannya dengan tanpa status sah dan sudah bersertifikat halal itu.
"Aku sangat suka dengan semua yang kamu miliki sayang, aku seakan-akan tidak bisa berpindah dari atas sini," racau Richard yang kepalanya timbul tenggelam di atas dua puncak gunung Bromo milik istrinya.
"Aku pun sangat bahagia Abang, tapi ahhh hmmm," balasnya Raisa yang kembali menutup mulutnya karena malu jika mengeluarkan suara-suara de sa hannya.
Richard semakin dibuat melayang dengan mencicipi aset terpenting yang dimiliki oleh Raisa. Tangannya tidak tinggal diam, dengan menyusuri padang ilalang yang ditumbuhi oleh semak belukar yang mampu menghipnotis Richard untuk semakin memperdalam apa yang dilakukannya.
"Kamu harus tahan jika sakit pegang sprei saja sayang, jangan kamu cakar tubuh ini," lirihnya yang sudah bersiap untuk menenggelamkan dirinya di dalam tubuhnya Raisa.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, Richard sudah menancapkan miliknya di dalam pusat intinya istrinya. Raisa yang tidak sengaja melihat langsung milik suaminya spontan menutup matanya. Perasaannya bercampur geli, heran dan tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya itu.
"Sebesar itukah punya suamiku?" Gumamnya yang tidak percaya melihat hal tersebut karena itu pengalaman pertamanya.
Richard tidak membuang waktu lagi, Walaupun awalnya agak sedikit kesusahan karena sudah hampir sembilan tahun tak terjamah oleh apa pun sehingga perjalanan menuju gua terindah di dunia ini harus tersendat dan sedikit terhambat. Tapi dorongan demi dorongan Richard lakukan hingga mampu menerobos pintu mulut gawang untuk kedua kalinya dalam keadaan yang berbeda.
"Ahhhh, hmmm!!" Teriak Raisa yang refleks menutup mulutnya saat menyadari bahwa dia berteriak kencang saat kepunyaan dan miliknya Richard telah sukses tertancap dengan sempurna di dalam sana.
Richard yang melihat peluh keringat bercucuran membasahi wajah cantik istrinya segera meraih tissue yang sudah tersedia di sisi ranjang king size-nya.
"Tahan yah, Abang akan sedikit mempercepat temponya sayang," racaunya yang terus memimpin jalannya permainan serta memompa dirinya di atas tubuh seksi istrinya.
Awalnya sedikit sakit yang dirasakan oleh Raisa tapi, lambat laun sudah terbiasa sehingga mampu mengimbangi permainan mereka. Raisa sudah bertekad dalam hatinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada hanya untuk suaminya seorang. Baginya membahagiakan suami adalah ganjarannya pahala yang besar.
Dinginnya udara dari mesin pendingin ruangan tidak mampu meredam panasnya gelora asmara yang memuncak di keduanya. Hubungan yang terjalin antara mereka berlandaskan pada hubungan yang halal dan resmi memberikan kesan yang berbeda.
Richard terus dan terus melakukannya seakan-akan tidak ada rasa lelahnya untuk terus berimprovisasi di atas tubuhnya Raisa yang sudah membuatnya mabuk kepayang. Hingga erangan kenikmatan indahnya surga dunia meluncur dari bibirnya. Disertai dengan keluarnya lava panas yang memenuhi seluruh dinding rahim milik istrinya.
Indahnya surga dunia mampu merekam raih dalam waktu yang bersamaan. Senyuman selalu tersungging di wajahnya tampan dan gantengnya Richard karena menggol gawang yang dikawal dengan ketat.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers..
__ADS_1