
6 bulan kemudian
“Aku kangen dengan teman kerja lamaku, dan tak lama setelah itu kak saras menelepon ku dan mengajak bertemu, kami pun mengatur jadwal temu di sebuah tempat tongkrongan yang di pilih kak saras.”
Nisa : kak saraaas (melambaikan tangan dan senang)
Saras : hiii disini (membalas lambaian tangan nisa)
Nisa : udah lama kita gak ketemu, aku kangen (berpelukan sambil)
Saras : lo sih pake acara resign segala, oh ya kenalin ini cowo gue, riko.
Nisa : nisa (mengulurkan tangan)
Niko : niko, (membalas jabat tangan nisa)
Saras : oh ya kerja dimana lo sekarang?
Nisa : aku kerja di mall kak jadi customer service
Saras : bagus dong, seengga nya lo gak akan kerja secapek sebelum nya, hahaha (sambil tertawa), oh ya nis, lo inget gak cowo yang sering dateng dulu cuma buat liat lo doang?
Beberapa bulan yang lalu dia dateng dan tanyain lo, ya kita bilang aja kalo lo udah resign, abis itu gak pernah dateng lagi.
“seketika raut wajah nisa berubah”
Nisa : bisa gak kak kita ganti topik pembicaraan
“Saras mengerti dan langsung mengganti topik pembicaraan”
“Kami pun mengobrol seperti biasa dan bercanda sampai lupa waktu untuk pulang kerumah”
Disisi lain
“Hyunwoo tidak pernah semangat dengan harinya, dia selalu mengingat tatapan mata yang penuh dengan kebencian terhadapnya, karena kebodohannya untuk melakukan kesalahan yang amat besar terhadap nisa.”
“Hyunwoo berharap bisa bertemu lagi dengan nisa dan menebus semua kesalahannya, dia ingin memperbaiki semua kesalahan yang telah ia perbuat."
“Hyunwoo tidak pernah bergaul dan memiliki teman sedari kecil, bahkan tidak pernah memiliki seorang kekasih."
"Karena semua wanita yang mendekatinya hanya menginginkan harta dan status sebagai pacar woo.”
“Hyunwoo sangat tulus ke nisa, dan ingin meminta maaf untuk menebus semua kesalahannya, dan berharap keajaiban itu ada.”
__ADS_1
Di Tempat Nisa
“Tik tok… jam pun berbunyi"
Aktifitas ku hanya bekerja mencari uang untuk orang tua ku dan niat, aaahh aku benar-benar rindu mereka."
"Sudah enam bulan berlalu semenjak kejadian itu. Hal yang ingin sekali aku lupakan.
“Hingga kemudian aku tidak sengaja bertemu dia lagi di tempat kerjaku yang baru."
"Apakah dunia sesempit ini? (dalam hati)."
"Kami tidak sengaja berpapasan dijalan, seakan aku merasa dunia berhenti berputar."
"Dia begitu kurus dan lesu, seperti hidupnya tidak bersemangat lagi.”
“Aahhhh.... Kenapa aku memikirkan itu?,
apakah rasa suka ku masih ada terhadapnya?"
"Aku harap tidak, karena aku masih mengingat kejadian itu dengan jelas, bahkan saat aku melihat nya kembali seakan kejadian itu baru kemarin.”
"Kenapa di saat seperti ini? Kenapa disaat aku belum siap? Semua menjadi tanda tanya besar di benakku.”
“Aku langsung mendorong nya menjauh”
Nisa : apa yang anda lakukan? Anda siapa? (marah)
Hyunwoo : oh maaf (kecewa)
“Aku melihat dengan jelas kekecewaan pada raut wajah nya, ya aku tidak peduli dengan itu."
"Aku langsung pergi bergegas meninggalkan dia yang hanya diam terpaku di sana seperti patung.”
“Keesokan hari nya dia datang lagi untuk menemuiku dan mengucapkan kata “maaf”.
"Aku hanya diam berlalu dan pergi meninggalkan nya, tidak menghiraukan dia berbicara padaku.”
“Dia selalu datang ke tempat kerjaku lagi seperti yang waktu itu pernah dia lakukan."
"Aku benar-benar tidak habis pikir ketika dia menunggu ku pulang kerja hingga larut di shift kerja malamku.”
Hyunwoo : nisa (memanggil)
__ADS_1
“Aku mendengar suara itu lagi, aku tidak memperdulikan suara itu dan pergi dengan cepat.”
Hyunwoo : nisaa, tunggu (mencoba menghentikan)
“Dia berlari ke arahku dan menggenggam tanganku, memohon untuk kita bisa berbicara."
"Aku selalu mendengar kata maaf dari mulutnya yang membuatku muak."
"Akhirnya akupun mengiyakan tawaran nya untuk berbicara sebentar.”
Hyunwoo : nisa aku tau kamu marah besar, aku minta maaf, aku ingin menebus kesalahanku, aku minta maaf, jujur aku sayang kamu, aku suka kamu dari pertama kali melihat kamu, aku tulus padamu nis.
“Aku hanya diam dan kesal mendengar ucapan nya.”
Hyunwoo : aku minta maaf, apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa memaafkan aku? Tolong jawab.
Nisa : kamu mau aku maafin.?
Hyunwoo : iya apapun akan aku lakukan, tolong maaf (menggenggam tangan nisa dengan suaralirih)
Nisa : “menepis tangan woo” kembalikan kehidupan ku yang dulu, kembalikan apa yang pernah kamu dan teman-teman mesum mu ambil dari ku. Lalu aku akan memaafkan mu. (dengan nada tinggi dan marah)
“Dia hanya terpaku dan diam tidak bisa berkata apapun,"
"Aku lalu pergi meninggalkan dia, aku melihat dia mengeluarkan air mata, dan dia pantas mendapatan itu.” (pungkas ku)
“Hari pun berlalu dengan cepat, sejak kejadian malam itu dia tidak pernah menemuiku lagi, aku pikir dia berbicara seperti itu hanya untuk menunjukkan belas kasihan terhadapku."
"Aku tidak butuh itu.”
“Hingga keesokan hari nya aku mendengar kabar dari manager ku bahwa dia sakit dan ingin aku datang menemuinya."
"Aku tidak habis pikir kenapa manager ku bisa kenal dengan dia? apakah ini kekuatan dari uang.?"
"Aku bertanya-tanya di sepanjang perjalanan. Aku hanya bisa mengiyankan kata manager
ku untuk datang”
"Badan ku masih menggigil untuk membayangkan datang ke tempat tinggal dia lagi."
"Kalau aku boleh meminta kepada Tuhan untuk dia mati saja, supaya tidak merepotkan ku dan bertemu dia lagi”
“Di perjalanan aku melihat lokasi yang berbeda dengan tempat tinggal dia yang waktu itu pernah aku datangi."
"Apakah dia pindah tempat tinggal? Ah sudah lah aku tidak peduli”
__ADS_1