Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 179


__ADS_3

"Aku coba masak makanan Thailand kalau gak salah namanya tom yum," jawabnya Mairah yang tersenyum manis ke arah Mbak Marni.


"Sepertinya sangat enak nih Bu," ucap Mbak Wati dan langsung mengarahkan kepalanya di atas panci.


"Ibu tahu masak makanan Thailand tapi kok baru mau masak sih? kan kita pingin icip-icip loh Bu," cerca Mbak Wati.


"Gak kok, aku juga tahu masak ini baru saja dengan bantuan dari Mbah Google dan gak tahu mulai semalam aku pengen makan masakan khas Thailand," sanggah Mirah yang merendah.


"Tapi bagus loh Bu, besok pingin makan masakan Korea Selatan saja Bu, kan kami bisa ikut makan gratis dan sekali-kali loh Bu coba makan makanan dari negara lain," ucap Mbak Marni.


"Ada-ada saja, ayok panggil Maxi Mbak kita makan bersama mumpung makanannya masih hangat," ucap Mirah sambil menaruh tom Yun dan beberapa perlengkapan makan ke atas meja makan.


"Oiya ibu hari ini sudah mulai masuk kerja kah atau belum?" tanya Mbak Wati.


"Insya Allah jadi Mbak lagian akan datang klien penting hari ini di Kantor," jawab Mairah yang sudah duduk di kursi dan tidak sabar ingin makan.


Maxy pun sudah datang dan sudah duduk di kursinya dan mereka pun makan tanpa ada suara yang ada hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring. Maxi akan marah dan mogok makan jika ada yang berbicara di sampingnya jika dia sedang makan.


Hal ini menurun dari sikap Pak Mark prin Atmadja sebagai Kakek buyutnya. Jam di dinding menunjukkan pukul 08 Mirah segera masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk berangkat kerja. Mirah sebelum berangkat ke kantor.


Mirah mengantar putranya untuk sekolah bersama Mbak Marni. Seperti inilah gaya Mirah saat ingin berangkat ke kantor. Dengan setelan pakaian kerja berwarna putih dengan mengikat rambutnya yang panjang yang membuatnya semakin cantik saja.


"Maxy hari ni Moms sudah kembali bekerja jadi Axel jangan nakal dan harus nurut apa kata mbak Wati ataupun Mbak Marni dan satu hal lagi jangan ikut lari-larian bersama teman Axel kan kaki Maxy belum sembuh total," ucap Mirah di saat mereka sudah berada di dalam mobilnya.


"Ok Mommy cantik!" Balasnya Maxy.

__ADS_1


Mobil Mirah pun sudah berada di tengah pengendara mobil lainnya di jalan raya. Hari ini cukup macet padat merayap. Tidak berapa lama ia sudah menghentikan laju mobilnya tepat di depan pagar sekolah Taman kanak-kanak Al Amin.


"Ingat yah pesan Mommy dan kalau Axel butuh sesuatu cepat tanya Mbak Marni, Jangan diam saja Ok Sayang," ucap Mairah setelah Maxy sudah berdiri di depan pintu kelasnya.


Maxy lalu mencium tangan Mirah lalu berlari ke dalam ruangan kelasnya. Dia kembali melanjutkan perjalanannya ke kantor dan tidak butuh waktu lama mobilnya sudah terparkir cantik di tempat parkiran khusus karyawan.


Tiba-tiba kepalanya sedikit pusing dan mual. Ia mual setelah mengganti pengharum ruangan mobilnya yang kebetulan sudah habis. Mirah buru-buru keluar dari mobilnya agar kondisinya kembali kembali stabil.


"Kok wanginya beda yah? padahal aku beli cuma satu merek saja," gumamnya Mirah.


Mirah kembali berjalan ke arah lobby Perusahaan setelah perasaannya membaik dan ikut berbaur dengan karyawan lainnya di dalam lift walaupun sedikit berdesakan mirah tetap ikut bergabung dengan karyawan lainnya.


Karena Mirah tidak ingin terlambat dan membuat dirinya harus dengan suka rela mendengar omelan dan marahan ibu Tania. Mirah sudah melihat kedua sahabatnya yang sudah duduk manis di depan meja kerja mereka.


"Assalamu alaikum cantik," ucap Nadila.


Hal ini membuat Mayang dan Nadila saling berpandangan karena tidak mengerti kenapa Mirah menutup hidungnya padahal tidak ada yang bau busuk.


"Apa yang terjadi denganmu Mirah?" tanya Nadila.


Mirah baru mau duduk dan belum sempat menjawab pertanyaan dari Nadila, tapi rasa mual langsung menyerangnya kemudian langsung berlari ke arah toilet umum yang ada di sekitar ruangannya, tapi ternyata pintunya tertutup dan masih ada beberapa karyawan yang ikut mengantri.


Mirah langsung berlari mencari toilet lain dan berlari segera ke Pantry kantor. Tapi belum sampai di Pantry, Mirah berpapasan dengan rombongan klien Perusahaan. Saking kencangnya berlari, sampai ia tidak melihat baik arah jalannya dan langsung menabrak tubuh salah seorang yang berada di dalam rombongan tersebut.


Seseorang itu berpakaian rapi, karena Mirah sudah tidak tahan dengan rasa mualnya langsung memuntahkan seluruh isi perutnya di atas jas orang tersebut. Semua mata hanya mampu memandangi mereka tanpa ada yang berani berkomentar.

__ADS_1


....


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2