
Mirah langsung berlari mencari toilet lain dan berlari segera ke Pantry kantor. Tapi belum sampai di Pantry, Mirah berpapasan dengan rombongan klien Perusahaan. Saking kencangnya berlari, sampai ia tidak melihat baik arah jalannya dan langsung menabrak tubuh salah seorang yang berada di dalam rombongan tersebut.
Seseorang itu berpakaian rapi, karena Mirah sudah tidak tahan dengan rasa mualnya langsung memuntahkan seluruh isi perutnya di atas jas orang tersebut. Semua mata hanya mampu memandangi mereka tanpa ada yang berani berkomentar.
Perasaan Mirah entah kenapa dan apa yang terjadi dengan tubuhnya, hanya karena mencium bau dari parfum pewangi mobilnya serta pengharum ruangan membuatnya mual dan langsung ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya.
"Ya Allah…. Apa yang terjadi padaku?" Batinnya Mirah.
Mirah baru saja ingin mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya, rasa mual itu datang lagi setelah mencium pewangi ruangan tempat kerjanya. Ia langsung secepatnya langsung berlari mencari toilet tapi, toilet yang dekat dari kubikelnya ternyata terisi itu pun ada beberapa karyawan yang antri.
Mirah kembali berlari ke arah luar untuk segera ke arah toilet Pantry kantor tapi baru saja beberapa langkah Amairah berpapasan dengan rombongan klien perusahaan dan petinggi perusahaan.
Mirah saking tidak tahannya dengan rasa mual yang menyerangnya. Akhirnya Amairah mengeluarkan segala isi perutnya di atas pakaian orang tersebut yang tidak sengaja Amairah tabrak.
"Hueeekk.. Hueekk.."
Mirah memuntahkan cairan tersebut berulang kali hungg yang serasa perutnya sudah hampir kosong.
Sedangkan orang yang terkena muntahan tidak mengatakan apapun hanya memberikan isyarat dan kode kepada anak buahnya agar tidak berkomentar apa pun dan membiarkan Mirah mengeluarkan segala sesuatu dari dalam perutnya.
Setelah merasa baikan, Mirah pun sangat menyesali karena telah muntah di sembarang tempat dan memuntahkan cairan tersebut ke atas pakaian seseorang. Dia kemudian mengangkat kepalanya dan melihat ke arah atas dan bukannya meminta maaf tapi malah memeluk tubuh orang tersebut.
"Paman Herdi, maafjan aku yah Pak, aku tidak segaja!" ucap sendu Mirah yang memeluk tubuh Pak Herdi.
Pak Herdi pun membalas pelukan dari Mirah. Pak Herdi merasakan juga kerinduan yang sangat kepada putri tunggalnya
"Kamu sudah baikan Nak?" tanya pak Herdi.
__ADS_1
Tapi Mirah masih belum menjawab pertanyaan dari pak Heri, Mirah masih memeluk tubuh Pak Herdi seakan-akan mereka telah berpisah bertahun-tahun lamanya. Setelah merasakan kondisi tubuhnya yang sudah stabil baru lah Amairah melepaskan pelukannya dari tubuh Pak Herdi.
Mirah berulang kali meminta maaf dan cengengesan saja setelah mengetahui kalau dia memuntahkan pakaian pak Herdi.
"Maaf yah Paman saya sama sekali tidak sengaja, dan sangat sudah berusaha menahay," jelasnya Mirah yang sudah berusaha untuk membersihkan pakaian Pak Heri.
"Tidak apa-apa kok Amai, hal seperti ini wajar saja terjadi, tapi kamu sudah baikan atau masih ingin muntah?" tanyanya Pak Herdi lagi yang mulai khawatir..
"Alhamdulillah sudah baikan Paman, tapi tolong temannya Paman di suruh agak mengjauh dari sini soalnya aku tidak suka mencium parfumnya," terang Mirah yang menutupi hidungnya dari parfum orang tersebut.
Pak Heri langsung memberikan kode kepada orang tersebut agar segera menjauh untuk menghindari agar Amairah tidak muntah lagi.
Mirah merasa menyesal dan sedih, "Paman bawa pakaian ganti kan dan maaf Mirah tidak bermaksud untuk membuat pakaian Paman kotor," ucap Mirah yang sangat menyesali karena kesalahannya pakaian Pak Heri kotor.
"Tidak apa-apa, lagian paman masih punya pakaian ganti di mobil," tutur Pak Heri.
"Maaf terlambat, ini pakaian ganti untuk bapak," ucap sekertaris Pak Roni.
"Kalau gitu Paman permisi dulu, mau ganti pakaian nanti kita Paman akan datang ke rumah kamu, paman sudah kangen dengan Maxy," tanyanya Pak Herdi lagi.
Perkataan Pak Herdi yang membuat semua orang kepo dengan hubungan yang terjalin antara Mirah dan Pak Heri selaku salah satu pemegang saham tertinggi di Perusahaan tersebut nomor dua setelah Pemilik Perusahaan.
Mirah memperbaiki pakaiannya serta penampilannya karena akan ikut bertemu dengan klien dari perusahaan lain yang kebetulan menjadi mitra kerja sama Perusahaannya.
Sedangkan Pak Herdi akan mengadakan rapat dewan direksi dan komisaris serta semua jajaran pemilik saham di perusahaan tersebut. Mirah kembali ke kubikelnya untuk memanggil Maya agar segera ke ruangan asisten pribadi pak Dion yang sedari tadi menunggu kedatangan Mirah dan Mayang.
"Amai kamu tidak apa-apa kan?" tanya Mayang.
__ADS_1
"Iya Mrah apa yang terjadi kepada kamu? kami sangat khawatir melihat kamu tadi loh, timpal Nadila.
"Alhamdulillah aku sudah baikan, cuma tadi agak enek mencium pengharum ruangan itu," jawab Mirah yang menunjuk ke arah tempat di mana pengharum ruangan yang tidak bersalah menjadi penyebab mual dan muntahnya.
....
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...