
Mirah langsung tersenyum sangat manis ke arah Martin saat pintu sudah berhasil terbuka dengan lebarnya. Yudha refleks membalas senyuman Mirah yang tidak kalah manisnya. Mereka hanya terdiam dan saling berpandangan tanpa suara.
Tiba-tiba jantung Yudha berdisko dan berdetak lebih kencang dari biasanya. Martin pun tanpa sengaja memegang bagian dadanya. Mirah yang kaget melihat Yudha yang tiba-tiba dan spontan memegang dadanya langsung memegang Yudha dan takut jika terjadi sesuatu kepada suaminya.
"Apa yang terjadi Mas , apa Mas baik-baik saja?" tanya Mirah dengan raut wajahnya yang khawatir.
Yudha yang diperhatikan seperti itu salah tingkah dengan reaksi Mirah yang menurutnya berlebihan dan diluar ekspektasinya.
Yudha yang diperhatikan seperti itu salah tingkah dengan reaksi Mirah yang menurutnya berlebihan.
"Ayo masuk Mas, istirahat dulu," ucap Mirah yang menarik tangan Yudha dengan pelan menuju kursi tamu.
Mirah langsung cabut ke dalam dapur untuk mengambil segelas air putih. Sedangkan Mbak Marni dan Mbak Wati heboh setelah Mbak Marni mengabarkan kalau Yudha datang ke rumahnya dan sekarang ia ada di ruang tamu.
"Berarti malam ini bakal ada yang anu anu gitu yah Mbak Mani," ucap Mbak Ati yang pikirannya sudah berkelana memikirkan Mirah dengan Yudha majikannya.
"Upps jangan kencang-kencang bicaranya nanti mereka dengar," sahut Mbak Marni yang langsung menutup mulut Mbak Wati.
"Gimana kalau kita ngintip mereka saja?" usul Mbak Wati yang sudah over dosis keponya.
Duo Baby sitter nya Axel kemudian mengintip dari balik celah pintu kamar mereka yang terbuka sedikit pintunya. Kamar mereka yang berdekatan langsung dengan ruang tamu membuat mereka bebas untuk mengintip.
__ADS_1
"Ayo diminum dulu airnya mas agar keadaan Mas membaik," pinta Mirah yang langsung mengarahkan gelas tersebut ke arah mulut Yudha
Yudha pun langsung membuka mulutnya sehingga posisi mereka langsung berhadapan satu sama lain dan wajah mereka jaraknya hanya terpisah beberapa centimeter saja.
Yudha terus memandangi wajah Mirah yang menurutnya malam ini berbeda dengan hari dimana mereka bertemu. Yudha dengan tanpa sadar langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Mirah.
Yudha langsung memegang tengkuk istrinya dan Mirah yang mengerti dengan apa yang diinginkan oleh suaminya langsung menutup matanya.
Mirah ingin mengabdikan seluruh hidupnya kepada suaminya walaupun mereka belum sama-sama menyadari bahwa mereka saling cinta. Mirah untuk pertama kalinya menunaikan tanggung jawabnya menafkahi istrinya atas dasar keinginannya sendiri tanpa adanya pengaruh dari minuman beralkohol.
Mirah sudah berjanji dalam hati dan hidupnya walaupun tanpa ada rasa sayang antara mereka tetapi tanggung jawab dan kewajiban harus tetap dipenuhi. Yudha tidak menyangka jantungnya akan berdetak lebih cepat dari biasanya.
Hanya memandangi wajah dan senyuman Mirah yang tidak pernah luntur dari wajahnya sejak dia mengetahui siapa yang mengetuk pintu rumahnya. Tanpa basa-basi Yudha memegang tengkuk leher jenjang istrinya dan langsung memajukan bi bir nya ke atas bi bir nan merah merona milik Mirah.
Mereka menghabiskan waktu bercocok tanam mereka hingga menjelang subuh, barulah mereka menyudahi acara bercocok tanamnya. Yudha tumbang di samping tubuh indah istrinya itu.
Dan langsung memeluk tubuh Amairah di dalam selimut tebalnya. Mirah kembali memberikan senyuman yang tulus kepada suaminya sebelum matanya terlelap karena kelelahan.
"Entah apa yang terjadi dengan diriku, aku serasa tidak bisa bernafas dengan baik jika tidak melihat senyumannya dan kenapa bayangan tentang perempuan yang bersamaku di pulau Bali Denpasar seakan-akan hadir di antara kami," Batinnya.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...