Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 181


__ADS_3

Sedangkan Pak Herdi akan mengadakan rapat dewan direksi dan komisaris serta semua jajaran pemilik saham di perusahaan tersebut. Mirah kembali ke kubikelnya untuk memanggil Maya agar segera ke ruangan asisten pribadi pak Doni yang sedari tadi menunggu kedatangan Mirah dan Mayang.


"Amai kamu tidak apa-apa kan?" tanya Mayang.


"Iya Mrah apa yang terjadi kepada kamu? kami sangat khawatir melihat kamu tadi loh, timpal Nadila.


"Alhamdulillah aku sudah baikan, cuma tadi agak enek mencium pengharum ruangan itu," jawab Mirah yang menunjuk ke arah tempat di mana pengharum ruangan yang tidak bersalah menjadi penyebab mual dan muntahnya.


Maiya dan Nadila saling berpandangan heran dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Mirah, karena mereka merasa tidak ada yang terjadi apa pun selama pengharum itu berada di dalam kantor mereka.


"Jadi kamu sudah baikan atau mau aku cariin obat?" tanya Mayang.


"Gak usah repot-repot kok May, Aku sudah baikan," pungkasnya Mairah.


Mirah yang heran dengan dirinya sendiri setelah mencium aroma dari Pak Herdi dan Pak Herdi memeluk tubuhnya perasaannya sudah membaik dan rasa mual dan muntah yang sempat menggerogoti tubuh sudah menghilang terbang dibawah angin.


"Waktu aku hamilkan Maxy anak pertamaku tidak seperti ini, karena pak Herdi menyentuh perutnya dan mengelusnya perut Mairah langsung berkontraksi dan siap untuk melahirkan," batinnya Mirah.


"Kalau kamu sudah siap let's go entar asisten pribadinya pak Presdir marah-marah lagi dan ingat ini pertemuan pertama kita dengannya dan juga klien kita Pak Agus jangan sampai ada kesalahan sedikit pun," ucap Mayang.


"Siap ibu bos," timpal Mairah yang tersenyum melihat tingkah Maya yang sangat antusias untuk bertemu dengan klien.


Mirah dan Mayang pun berjalan ke arah ruangan Presdir karena mereka mendapatkan informasi kalau asisten pribadi pak Presdir berada di sana.

__ADS_1


Mirah masih kepikiran dengan pak Heri sedangkan Mayang yang tidak sabar ingin melihat wajah dari Doni sang asisten pribadi yang katanya gantengnya gak kalah dengan sang big Bos. Mereka berjalan ke arah lift dan menunggu pintu lift terbuka.


Mirah tidak sengaja menatap ke arah rombongan dewan direksi dan tersenyum langsung ke arah pak Herdi yang berjalan ke arah luar lift dan yang membuatnya tidak berkedip adalah sosok pria yang mirip dengan Yudha suaminya yang berjalan paling di depan.


Mirah terus menatap ke arah Martin yang tidak menoleh ke arah lain hanya fokus ke depan sedangkan ia sudah ingin berjalan dan memanggil nama Yudha tapi, belum sempat Mirah menyebut nama Yudha pintu lift pun sudah terbuka.


Mayang langsung menarik tangan Amairah agar segera masuk ke dalam Lift.


"Mirah menurut kamu pak Doni itu ganteng gak?" tanya Mayang.


Sedangkan yang ditanya hanya diam dan bengong tidak tahu isi kepalanya pergi ke mana. Mirah masih memikirkan apa yang tadi dilihatnya benar Yudha atau bukan tapi, kalau Yudha tidak mungkin tidak mengenali dirinya.


Karena mata mereka sempat bertemu dan saling berpandangan tapi, Yudha buru-buru memutus kontak mata diantara mereka. Mayang dan Mirah masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri dan tidak menyadari kalau pintu lift sedari tadi sudah terbuka dan berhenti.


"Maaf apa nona manis masih ingin berdiri di dalam lift?" tanya Doni yang melihat mereka yang terbengong.


"Maaf Pak kami tidak tahu kalau liftnya sudah terbuka," ucap Mayang yang malu-malu tapi matanya selalu terarah ke wajah Doni yang membuat Mayang jadi grogi dan salah tingkah sendiri.


"Gantengnya, kalau calon suamiku modelnya kayak gini pasti aku tidak akan kabur lagi, Bahkan aku tidak akan sabar untuk menikah dengannya," batin Mayang.


"Ini cewek bener cantik tapi kenapa selalu main kabur-kaburan kalau kami akan dipertemukan apa wajahku jelek sehingga dia tidak ingin menikah denganku?" Gumam Doni.


Doni dan Mayang saling bertatapan hingga membuat Mirah tersenyum penuh arti melihat mereka yang masih enggan untuk memutuskan kontak mata mereka. Mereka saling mengagumi sosok masing-masing.

__ADS_1


....


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2