Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 57. Kejujuran Raisa


__ADS_3

Kebahagiaan terpancar dari wajahnya Reinhard yang memiliki kesempatan untuk menikmati hari liburnya bersama kedua orang tuanya.


Suasana dalam Mall terbesar yang ada di ibu Kota Jakarta cukup ramai siang hari itu. Hiruk pikuk keramaian saat itu sama sekali tidak mengusik adu pandang yang terjadi antara Richard dengan Raisa.


Raisa yang ditatap seperti itu kadang salah tingkah dan wajahnya sudah memerah dan tersipu malu. Raut wajahnya merona memerah menahan rasa malu yang melebihi anak SMA saja yang baru mengenal cinta.


Mereka untuk pertama kalinya duduk dalam suasana penuh kekeluargaan. Abimanyu ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk berbicara tentang masa depannya mereka.


"Kemarin Abang bilang ada yang ingin dibicarakan makanya mengajakku ke luar?" Tanyanya dengan sesekali mengaduk minumannya.


Richard menatap wajah calon istrinya sebelum menjawab pertanyaan tersebut, "Kamu pernah bilang banyak kekurangan yang ada pada dirimu, apa boleh Abang tahu apa maksud dari perkataanmu itu?"


Raisa terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan dari Richard. Dia mempertimbangkan segala kemungkinan apa harus jujur atau menutupinya dengan berbagai alasan.


Richard bersabar menanti Raisa membuka mulutnya untuk bisa jujur kepadanya. Ia meneguk minumannya terlebih dahulu lalu memulai berbicara. Raisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Status aku saat ini masih single tapi sudah memiliki seorang putra yang berumur hampir 9 tahun tanpa suami," terangnya dengan tenang tanpa ada reaksi apa pun dari siapa.


"Ini lah yang aku tunggu dari Kamu gadis kecilku," gumamnya Richard.


Richard hanya terdiam dan kadang tersenyum tipis menanggapi perkataan dari calon istrinya tanpa ada niat untuk menyanggahnya.


"Aku perempuan yang harus memiliki anak diluar nikah, aku wanita yang tidak pantas untuk Abang nikahi," tuturnya dengan raut wajah sendu.


"Terus?" Tanyanya Richard yang sama sekali tidak terpengaruh dengan penjelasan dari Raisa.


"Sebaiknya Abang berpikir ulang untuk menikahiku, aku tidak ingin Abang kedepannya menyesal dengan statusku ini," ujarnya yang meminta kepada Richard untuk berfikir matang keputusannya untuk menikahinya.

__ADS_1


"Abang hanya ingin apa alasannya kenapa bisa Rei hadir di dunia, Abang ingin tahu di mana Papinya?" Tatapannya cukup tajam seakan-akan dia ingin menguliti wanita pujaan hatinya hingga bersedia berbicara jujur.


Raisa bukannya menjawab pertanyaan malahan hanya terdiam dan matanya sudah berkaca-kaca hingga perlahan tapi pasti air matanya berhasil lolos juga dari ujung pelupuk matanya.


Abi spontan menghapus air matanya Raisa dengan sapu tangannya yang dia ambil dari saku bajunya.


"Maaf Abang hanya ingin mengetahui semuanya, Abang tidak ingin nanti mengetahuinya dari orang lain," jelasnya.


Richard memegang kedua tangannya Raisa. Sebenarnya Abi tidak ingin melakukan hal itu, tetapi dia ingin mengetahui langsung dari mulutnya Rausa.


Walaupun dia sudah mengantongi bukti hitam di atas putih tentang hubungannya dengan Reinhard. Beberapa hari yang lalu Richard, sudah melakukan diam-diam tes DNA untuk putranya.l itu.


Raisa terpaksa berbicara dan menjelaskan semuanya. Dia pun mulai bercerita tentang masa lalunya. Mulai dari saat dia disekap dan direcoki minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang hingga dia jatuh ke dalam pelukan seorang pria yang tidak dikenalnya dan tidak diketahuinya hingga detik ini.


"Maafkan Abang yang sudah mengorek masa lalumu, maafkan Abang," jelasnya dengan ikut meneteskan air matanya.


"Setelah mendengar semuanya, Raisa memberikan kebebasan kepada Abang untuk memilih jalan apa stop saja atau melanjutkan pertunangan kita," sembari melepas cincin yang sudah satu minggu itu bertahta di jari manisnya.


Dia menyodorkan cincin tersebut ke hadapan Richard dengan lelehan air matanya yang masih menetes membasahi wajah ayunya.


Richard spontan segera mengambil cincin tersebut dan menarik tangannya calon istrinya itu kemudian menyematkan kembali cincin tunangannya tanpa ragu sedikitpun.


"Abang sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut, Abang akan memperjuangkan cinta Abang sama Kamu dan akan aku buktikan bagaimana pun caranya," jawabnya sembari menyematkan kembali untuk kedua kalinya ke dalam jarinya.


"Apapun yang terjadi cinta Abang hanya untuk Raisa sampai kapan pun hingga akhir waktu, namamu akan selalu terukir di dalam hatinya Abang," tuturnya dengan meletakkan tangannya Raisa tepat di dadanya.


"Tapi Abang.." ucap Raisa yang terpotong dan refleks terdiam sesaat saat Richard meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.

__ADS_1


Raisa yang diperlakukan seperti itu semakin menangis saja. Richard pun keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Raisa.


...Mobil mereka sudah meninggalkan halaman rumahnya Martin dan melaju dengan kecepatan sedang. Mobil mereka sudah bergabung dengan pengendara mob...


...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Dilema Diantara dua pilihan...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...


...8. Hanya Sekedar Baby Sitter...



Cinta Ceo Pesakitan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all..


__ADS_2