
Pernikahan sejatinya dijalani dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur walau pun dalam pernikahan tersebut terjalin ada dasar dan keyakinan yang berbeda.
Hidup kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau pun kita bayangkan. Takdir dari Tuhan lah yang berkuasa untuk mengatur kehidupan setiap insan manusia. Tapi setiap manusia punya jalan hidup yang berbeda-beda.
Mirah sudah bertekad untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri walaupun mereka terpisah jarak dan pernikahan mereka karena atas dasar terpaksa tapi, ia tidak ingin berbakti kepada suaminya karena terpaksa.
Seorang suami tetap harus menjalankan tanggung jawab dan tugasnya sebagai seorang suami begitu pun juga seorang istri harus menjalankan dan memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dengan suka rela. Pernikahan antara Mirah putri Bramantyo dan Yudha Arkana Lee terjadi karena adanya sesuatu.
"Ya Allah… semoga pernikahanku ini bertahan hingga akhir hayat kami dan jadikanlah ladang pahala untukku," batinnya Mirah yang duduk di ujung ranjang.
Pernikahan tersebut tercipta karena adanya seseorang yang dengan sengaja menciptakan dan merencanakan hal tersebut. Bahkan orang tersebut sangat sadar melakukan hal tersebut dan memberikan imbalan kepada orang-orang yang turut campur tangan dalam pernikahan tersebut.
Mirah sudah berjanji kepada dirinya dan kepada Tuhan untuk tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri walaupun mereka menikah atas dasar terpaksa.
Mirah pun tidak ingin ada rasa penyesalan dalam dirinya atas keputusan yang telah dia ambil. Sore harinya, Pesawat terbang yang mereka pakai telah tinggal landas meninggalkan Ibu kota Negara Tercinta menuju Kota S.
Mirah masih sering tidak percaya dengan apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Ia selama di dalam pesawat selalu termenung memikirkan pernikahannya.
Mirah berharap dan selalu berdo'a agar pernikahannya kali ini membawa kebahagiaan untuk dirinya dan putranya.
"Moms masih jauh yah, kok kita belum sampai rumah?" tanya Maxy kepada Mirah yang sudah jenuh di dalam pesawat.
Amairah buru-buru menghapus genangan air matanya di pelupuk matanya itu. Amairah tidak membuat anak dan kerabatnya terbebani dengan ujian dan cobaan yang dua hadapi.
"Sedikit lagi Nak, kita akan sampai di rumah, Maxy bobo lagi yah!" Bujuk Bu Mirah yang mencoba menidurkan kembali putranya dan tidak ingin membangunkan duo's baby sitter maxy.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, pesawat terbang yang berlogo biru dan seekor burung itu lending dengan selamat di bandara Ibu kota S. Mairah tak hentinya mengucap syukur atas keselamatan yang mereka dapatkan.
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah, bangun Nak kita sudah sampai loh nak," ucap syukur Mirah.
Mirah sedikit menggoyang tubuh kecil putranya itu agar segera terbangun dari tidurnya. Maxy pun terbangun dari tidurnya dan segera mengucek matanya.
"Alhamdulillah Maxy sudah sampai di Kota S jadi aku sudah bisa bertemu dengan tema-temanku Moms, Madu akan bercerita tentang pengalamanku di Du fan,aku juga akan bercerita kepada teman aku tentang uncle ganteng sahabat barunya Maxy," ucap Maxy yang sangat antusias untuk bertemu dengan temannya dan menyampaikan pengalamannya selama di Jakarta.
Mirah hanya tersenyum ke arah putra semata wayangnya itu. Ia sangat bahagia karena anaknya tumbuh dan besar semakin hari semakin membuatnya bangga dan bahagia.
"Mbak urus semua barang-barang kita yah, Aku ingin mengambil mobil kita di parkiran," ujarnya Mirah.
"Macy mau ikut Mommy atau sama Mbak Marni saja?" tanya Nyonya Mirah sembari menatap putra tunggalnya itu.
Mirah pun berjalan ke arah parkiran dan melihat seorang bapak yang berjaga dan mengatur letak dan posisi mobil yang terparkir. Parkiran ini khusus bagi seseorang yang menitipkan mobilnya untuk jangka waktu yang lama.
Jika ada penumpang yang kebetulan memakai mobil pribadinya dan akan keluar kota s dalam waktu hanya tiga hari atau lebih yang berniat hanya jalan-jalan saja, walaupun parkiran tersebut berada di luar area bandara.
"Makasih banyak pak yang sudah menjaga mobil saya, dan ini sedikit untuk Bapak," tutur Mirah kepada bapak yang bekerja sebagai tukang parkir yang mengatur keluar masuknya mobil ke tempat area parkiran.
"Tidak usah Mbak, ini kan sudah menjadi tanggung jawab dan pekerjaan bapak, lagian mbak sudah membayar ongkos parkir mobil Mbak!" ucap bapak tersebut yang menolak amplop pemberian Mirah dengan sopan karena baginya itu sudah jadi tanggung jawabnya.
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Alurnya novel ini maju mundur cantik yah...
__ADS_1