Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Chapter 4 - Di tempat Woo


__ADS_3

*** Di Depan Pintu Apaertment Woo ***


“Aku berdiri sejenak di depan pintu apartment nya dan berpikir untuk membunyikan bel atau tidak.”


“Jujur aku masih malas dan merasa takut, apakah ini cuma tipuan dia saja?”


“Aku takut, pada saat dia membukakan pintu didalam ada semua teman – teman mesumnya itu.”


“Aku terpaksa datang ke sini karena manager ku menawarkan sejumlah uang yang besar padaku ku.”


“Untuk merawat dia sampai sembuh.”


*** Sebelumnya ***


Kring... kring... kring… hp ku berbunyi


Bapak Nisa: halo nak, maaf bapak menggangu kamu, apa kamu sibuk? (sedikit gugup)


Nisa             : nggak pak, masa iya sih bapak nganggu nisa? Hahahahah Bapak kangen nisa ya (dengan nada senang)


Bapak Nisa: anu… bapak boleh pinjam uang nisa? Nanti setelah panen bapak ganti.


Nisa             : bapak ngomong kayak sama orang lain aja, nanti sepulang kerja nisa kirim ya.


Bapak nisa  : sebenarnya bapak butuh sekarang buat biaya pengobatan niat, niat masuk rumah sakit karena di tabrak orang dengan sepeda motor, dan orang nya kabur.


“Aku terdiam dan menangis, kenapa semua masalah datang kepadaku secara bertubi-tubi.”


“Apakah di kehidupan sebelumnya aku pernah berbuat kesalahan yang besar?”


Bapak Nisa: nisa jangan nangis, bapak akan selalu mengabari perkembangan niat. Kata dokter niat harus di operasi pendarahan otak, biaya rumah sakit nya bisa 80 - 100  juta dengan rawat inap, untunglah bisa di DP kan dulu, Tapi bapak juga akan cari pinjaman dan kerja yang lain disini untuk tambahan.


Nisa             : bapak nanti nisa coba pinjam teman dulu, simpanan nisa gak sebanyak itu. Kenapa niat bisa kertabrak pak.? Apa separah itu.?


Bapak Nisa: bapak juga tidak tau, tiba – tiba ada tetangga yang datang ke kebun ngasi kabar, bapak langsung ke rumah sakit, dan ibu menangis, bapak juga belum tanyakan ke ibu, bapak gak tega tanya ke ibu.


Nisa             : nanti nisa telephone lagi ya pak, nisa akan carikan uangnya. (merasa putus asa)


“Aku tidak tau harus pinjam uang kesiapa. Karena semua teman – teman ku tidak punya uang.”


“Aku memberanikan diri untuk pinjam ke management tempat ku bekerja, tapi mereka menolak dan tidak mau mengambil resiko.”


“Karena aku bekerja masih terbilang baru”


“Tetapi manager ku mendengar dan memberikan solusi seperti itu.”


“Tanpa pikir panjang aku langsung menyetujui nya. Aku memang membutuhkan uang itu, dan akan mengambil semua resiko (pikirku).”


*** Menarik nafas panjang ***

__ADS_1


“Baiklah coba saja” (dalam hati sambil membunyikan bel)


Ceklek, suara pintu terbuka…


“Aku melihat dia membukakan pintu, dia begitu lusuh seperti orang yang mau mati, tapi enggan untuk mati.”


“Silahkan masuk (dia menawarkan)”


“Berat rasanya kaki ku untuk melangkah ke dalam.”


“Sesampainya di dalam aku melihat - lihat sekitar, apakah ada orang lain selain dia tidak ya.? (pikirku).”


“Yaa aku memang sedikit parno sekarang karena kejadian waktu itu.”


“Aku hanya duduk diam di sofa, dan tidak bertanya apa – apa”


“Aku hanya menjawab pertanyaan nya dengan satu kata.”


“Aku masih benci dengan dia, ingin rasanya aku memberikan racun untuknya supaya dia cepat mati dan dendamku terbalas.”


*** “TAPI INI BUKAN CARAKU.” ***


*** Selang beberapa waku ***


“Aku masih tetap diam dan tidak berbicara sepatah kata pun, begitu pun dengan dia, dan Ini membuat kami begitu canggung.”


Hyunwoo: kamu masih marah dengan ku.?


Nisa         : anda pikir.? (dengan nada ketus)


Hyunwoo: bagaimana dengan keadaan adikmu.?


Nisa         : bukan urusanmu, aku kesini cuma untuk kerja tambahan, buat ngurus kamu biar nggak mati. (melihat sambil tersenyum kesal)


Hyunwoo   : (mearasa kecewa) aku lapar, dari pagi belum makan, bisa tolong kamu buatkan aku makanan.?


Nisa           : buat aja sendiri.! (memalingkan wajah perlahan)


Hyunwoo   : bukannya kamu kesini mau kerja dan merawatku.? (tersenyum dengan tingkah nisa).


Nisa           : iyaa, Cuma ngerawat aja, nggak masak kan.! (menegaskan)


Hyunwoo   : yaa ngerawat tapi harus kasi aku makan juga, kalau nggak ya kapan sembuhnya.? Apa kamu mau ngerawat aku seumur hidup.? (tertawa kecil)


Nisa           : Ooohhh, mau makan apa – apa.? (berpura – pura tidak terjadi sesuatu)


Hyunwoo   : kalau kamu cari pekerjaan di tempat lain seperti ini, aku rasa kamu tidak akan di terima. (sedikit menggoda)


Nisa         : ini hanya perlakuan khusus dan special untukmu.

__ADS_1


Hyunwoo  : hooo terima kasih atas perlakuan khusus dan special darimu untukku (menggoda nisa)


Nisa         : hmmm,,, gak tau diri. (kesal dan pergi ke arah dapur)


“Dia hanya tertawa melihatku.”


“Aku pun bergegas kearah dapur tempat tinggalnya, dan melihat isi dalam kulkas nya.”


“Dan isinya ternyataaa.”


“Aaargghh benar – benar membuatku mual.”


Nisa         : kamu ini bener – bener mau buat aku jadi pembantu kamu ya.? Aku kesini cuma mau jadi perawat doang. (dengan nada kesal)


Hyunwoo : (menghampiri dan melihat) oh maaf, aku gak sempat untuk ngecek makanan yang ada di kulkas (merasa bersalah), karena sakit aku juga sering di bawakan makanan dan pesan online.


Nisa         : ya udah pesen makanan lagi aja (cetus)


Hyunwoo: aku mau kamu masakin (berharap), aahhh gini aja, kalau kamu mau bersihkan kulkas dan masak untuk ku hari ini, aku bakalan kasi kamu uang lebih, bagaimana.? (meyakinkan)


“Aku kesal dengan keadaan ini, dan aku hanya bisa terdiam. Kini aku baru sadar betapa mengerikannya uang itu.”


“Uang itu bisa membeli segalanya dan merubah semua.”


“Aku membutuhkan uang ini, kalau tidak aku ingin sekali membuang nya ke dalam kolam yang di penuhi dengan ikan piranha.”


“Setelah aku membersihkan kulkasnya, aku diberikan sebuah kartu untuk pergi ke bawah membeli beberapa keperluan, aku hanya menurut demi dapat uang cepat untuk operasi niat.”


“Tempat tinggalnya sangat dekat dengan pusat perbelanjaan”


“Untuk saat ini aku hanya mengikuti kemauannya dulu, aku mengikuti alur nya saja lah sampai waktu yang tepat. (gumamku dalam hati)”


“Setelah membeli beberapa perlengkapan kini aku kembali ke apartment nya lagi.”


“Aku langsung memasak dan tidak menghiraukan dia, aku kesini hanya butuh tambahan uang untuk biaya operasi niat.”


*** Setelah Itu ***


“Aku mendengar suara bel, tak lama kemudian dia datang menghampiri ku dan langsung menarik ku kekamarnya.”


“Aku sempat melihat di layar dekat pintu nya, ternyata itu teman – teman mesumnya.”


“Dugaanku benar, ini semua cuma tipu daya dia saja.”


“Dia akan melakukan kejadian yang sama dengan teman – teman nya seperti 6 bulan yang lalu.”


 


 

__ADS_1


__ADS_2