Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 176


__ADS_3

"Tinggal tunggu masakannya mateng kan Bu, semua rasaku padanya sudah ada di dalam masakannya," ucap Mbak Marni yang langsung kena timpukan di lengannya oleh Mbak Wati.


"Iya Mbak, maaf yah ada telpon penting dari kantor," jelas Amairah lagi yang masih tersenyum menanggapi guyonan Mbak Marni sambil berlalu dari hadapan mereka.


Mirah kemudian memeriksa siapa yang menelponnya di malam hari itu yang sudah menggangu istirahatnya. Mirah pun langsung mengangkat telponnya setelah mengetahui kalau yang menelponnya adalah Pak Rudi selaku wakil direktur di perusahaan tempat ia bekerja.


"Malam Amairah," ucap Pak Rudi saat sudah mendengar suara dari Mirah.


"Malam juga Pak Rudi," Jawab Mairah.


"Mirah besok kamu sudah bisa masuk kerja kan?" tanya Pak Rudi yang ingin memastikan hal tersebut.


"Insya Allah Pak, rencananya besok aku akan masuk kerja kok, emangnya ada apa Pak?" Tanyanya Mairah yang kebingungan dengan pertanyaan dari Pak Rudi karena tidak seperti biasanya padahal sudah enam tahun lebih jadi atasannya.


"Baguslah kalau begitu, soalnya besok akan datang Pak Agung beserta rombongannya ke Perusahaan untuk membahas rencana kerja sama Perusahaan kita dan Presdir menginginkan dua orang perwakilan dari bagian Humas untuk menemui pak Agung tersebut," jelas Pak Rudi panjang lebar.


"Ooh gitu yah pak, insya Allah aku akan hadir dan maaf kalau sudah lama saya tidak masuk kerja karena anak saya yang baru mengalami kecelakaan dan juga kondisinya sulit untuk ditinggalkan," ungkap Mirah dengan suara yang seperti biasa lembut tapi bijaksana dan ramah.


"Mohon kerjasamanya yah Mirah, bapak tutup telponnya kalau begitu," ujar Pak Rudi lagi.


"Siap Pak!" Balasnya Mairah.


Sambungan telpon pun terputus, ia kembali duduk di ujung ranjangnya yang masih memikirkan perihal telponnya Pak Rudi yang tidak biasa.


"Setelah dua minggu lebih tidak menginjakkan kaki di kantor, besok harus datang, semoga besok pertemuannya berjalan lancar jaya," gumamnya Mirah.


Mirah pun mencari nomor hp ke dua sahabatnya dan langsung menelpon mereka. Mirah menekan nomor hp Mayang terlebih dahulu lalu nomor hp Nadila.

__ADS_1


"Assalamu alaikum cantik," ucap Nadila.


"Waalaikum salam sayang," balas Mirah dan Mayang bersamaan.


"Besok kalian ngantor kan?" tanya Mirah langsung tanpa ada candaan yang seperti biasanya.


"Insya Allah Amai, aku udah lama nih gak rasakan bonus jadi aku putuskan untuk kembali ngantor lagian princess sudah besar dan bisa ditinggal sementara waktu," tutur Nadila.


"Kalau kamu May, apa besok masuk atau ada halangan yang membuat si cantik yang masih betah dengan kesendiriannya," gurau Mirah karena melihat wajah Mayang yang tidak ceria seperti biasanya.


Mayang yang diajak berbicara oleh Mirah hanya terdiam tanpa ada kata yang terucap dari bibirnya.


"Halo Mayang, kamu baik-baik saja kan atau kamu sakit??" tanya Nadila yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada salah satu sahabatnya itu..


"jangan-jangan Mayang sakit atau ada beban pikiran Maya yang terlalu berat sampai-sampai isi kepalanya tidak mampu untuk menampungnya," duga Mirah yang sudah cemas dengan kondisinya Mayang calon sepupunya itu.


"Halo Ma.....ya!!" teriak Nadila yang langsung membuat Maya tersadar sedangkan Mirah mengjauhkan hpnya dari telinganya karena tidak ingin mendengar suara cemprengnya Nadila.


"May kamu kenapa kalau ada masalah jangan ditanggung sendiri berbagilah, kami siap kok mendengarkannya dan kalau bisa kami akan membantumu," tutur Mirah.


"Iya May, kami khawatir jika kamu seperti ini loh, karena kamu gak biasa seperti ini," timpal Nadila.


"Apa harus aku katakan kepada mereka, tapi mereka pasti akan tertawa terbahak-bahak jika mereka tahu alasanku, tapi jika aku pendam bisa-bisa kepalaku pecah," Mayang membatin.


Nadila dan Mairah menunggu Mayang untuk berbicara karena Mayang sampai sekarang masih terdiam seribu bahasa yang masih enggan untuk membuka mulutnya.


Nadila dan Mirah keduanya pun heran dengan sikap Mayang. Mereka sama-sama bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dengan Mayang selama beberapa hari ini mereka tidak masuk kantor.

__ADS_1


"Aku dijodohkan oleh Papi sama Mami Aku dengan anak dari temannya," tuturnya Mayang yang langsung lesuh lunglai dan lemah tak berdaya.


"Apaaaaaaa!! kamu akan menikah Mayang!!!" teriak heboh oleh keduanya yang sangat terkejut sekaligus bahagia mendengar sahabatnya akan segera menikah dan menempuh hidup baru.


....


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2