Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 129


__ADS_3

Seorang pria akan membimbing anda kepada allah dan bukan ke jalan penuh dosa selalu layat bilang dinanti kehadirannya.


Mencintai dengan sungguh-sungguh memberikan kebahagiaan di hati kita. Mencintai karena allah kita mendapat nilai ibadah dan kebahagiaan yang lebih kena sesungguhnya yang lebih.


Kemal Nathaniel Sanjaya dan Aisyah yang awalnya saling menjaga jarak karena malam pertama yang gagal. Tapi, kali ini mereka bersatu untuk mencari keberadaan Rexy. Tuan Besar membaca pesan terakhir dari Rexy.sebelum nomornya tidak aktif.


"Yudha! Ica dimana putrinya Suster Camelia berada?" Tanyanya yang saat teleponnya sudah tersambung dengan nada suara yang cukup tegas dan menggelegar.


"Ica ada di sampingku Kek, emangnya kenapa Kek?" Tanyanya balik.


"Rexy mengirim chat dan mengatakan jika Ica adalah putri nya bersama dengan Mutia," terang Tuan Besar.


Penjelasan dari kakeknya membuatnya tidak percaya begitu saja. Selama ini anaknya telah menyembunyikan kenyataan yang ada. Pak Yudha menyesalkan sikap dan tindakan Rexy yang menutupi hal besar seperti itu yang seharusnya mengatakan hal besar tersebut kepadanya.


"Halo Yudha apa kamu mendengar apa yang aku katakan?" Cerca Pak Luis Suarez.


"Iya kek,aku bergerak semua perkataan dari kakek," jawabnya.


"Kakek akan segera ke Indonesia dan tolong jaga dan lindungi baik-baik anak cucumu dari segala marabahaya yang selalu mengintai kalian, dan perketat pengawasan yang ada di sekitar kediaman kalian," pintanya.


"Baik kakek, saya akan segera melaksanakan semuanya sesuai dengan perintah kakek," balasnya.


"Kakek tutup dulu telponnya, hati-hati dan katakan pada Istrimu Mirah, aku akan segera datang ke Jakarta," ucap kakeknya sebelum mematikan sambungan teleponnya dengan penuh keyakinan.


Pak Yudha segera menelpon bagian keamanan kediamannya dan melarang satupun dari anggota keluarganya dan seluruh orang yang bekerja di kediamannya untuk selalu waspada dan berhati-hati.


Tuan Yudha semakin pun memperketat pengamanan di sekitar perusahaan dan rumahnya. Ia segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh kakeknya.


Tuan Yudha berjalan ke arah kamar pribadinya. Amairah belum sadarkan diri dari pingsannya. Mbak Marni dan yang lainnya bergantian menjaga Nyonya Mirah yang kondisinya masih tidak stabil.

__ADS_1


Camelia yang awalnya berniat untuk pergi ke rumahnya dicegah oleh Mbak Wati untuk tidak meninggalkan kediaman Lee barang sejengkal pun.


"Camelia, terima kasih kamu sudah menjaga dan merawat cucuku," ucapnya yang duduk di samping istrinya yang masih setia tertidur padahal sudah diperiksa oleh dokter pribadi keluarganya.


Camelia yang mendengar perkataan dari Martin tidak menyangka dengan apa yang terjadi sebenarnya dan sangat tidak memahami maksud dari perkataan tuannya.


"Pasti kamu kebingungan dengan perkataanku, dan sesuai yang aku katakan sebelumnya adalah bahwasanya Ica itu adalah cucu perempuanku yang menghilang beberapa tahun silam, Ica adalah anaknya Rexy dengan Mutia," jelasnya.


Camelia dan yang lainnya yang mendengar perkataan itu langsung menutup mulut mereka dan sama sekali tidak menyangka dengan semua yang terjadi di dalam keluarga besar itu. Nenek Masitha segera mendatangi tempat duduk cucunya itu.


"Ya Allah… ternyata Icha putriku adalah cucu mereka sendiri," batinnya Camelia dengan wajahnya yang masih shock mendengar penjelasan dari Pak Yudha.


"Yudha!! Jangan asal bicara, apa kau melupakan siapa wanita itu?" Tanyanya yang sudah menahan emosinya setelah mendengar kejujuran yang sangat membuat mereka terkejut.


"Aku sangat mengetahui dengan jelas, tapi apa salahnya Mutia dengan Ica nenek?" Tanya balik Pak Yudha lagi yang berusaha agar emosinya tidak terlalu tersulut di depan Neneknya.


"Kalau kamu tahu, kenapa kamu tidak melarang mereka untuk berhubungan agar semua masalah yang terjadi sekarang tidak terjadi, dan apa kamu melupakan siapa orang yang telah menjebak putrimu Raisa putrimu itu?" Kesalnya lagi yang sudah tersulut emosinya.


Ica yang mendengar perkataan dari Nenek buyutnya segera memeluk tubuh Yudha dengan eratnya. Dia ketakutan melihat mereka saling beradu argumen. Matanya Ica sontak berkaca-kaca dan berusaha menahan tangisnya.


Camelia sebagai Ibu angkatnya segera berjalan ke arah Ica, tapi dicegah oleh Mbak Marni, Mbak Marni menggelengkan kepalanya tanda melarang Camelia untuk tidak ikut campur dengan masalah internal mereka.


"Nenek!! Apa tidak ada rasa iba nenek sedikit pun pada cucuku, lihatlah wajahnya yang ketakutan dan sedih saat Nenek tidak menginginkan kehadirannya di sini," timpal Yudha yang menatap nanar penuh permohonan di hadapan Neneknya.


Perdebatan mereka cukup alok dan membuat istirahatnya Mirah terganggu, sehingga dia pun bangun dari tidurnya. Amairah mendengar suara ribut yang bersumber dari suami dan Neneknya.


"Mas Yudha!!" Lirihnya dengan suara yang cukup lemah.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...

__ADS_1


__ADS_2