Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 66. Aksi Berani Raisa


__ADS_3

Aksi baku tembak pun tak terelakkan. Mereka saling adu tembak satu sama lainnya. Dan tidak ada yang mengalah diantara mereka.


Kemal yang melihat hal tersebut segera bertindak dan sigap melempar sebuah senjata api ke arah bosnya.


Raisa yang menyadari hal itu, segera membuka tasnya dan mengambil senjata yang selalu setia menemaninya ke mana-mana. Senjata itu tersembunyi di dalam tasnya sebagai alat jaga-jaga jika suatu waktu dalam keadaan terdesak seperti sekarang.


Dia berguling ke arah kiri dan membidik sasarannya yang berada di atas pohon.


Dorrr!!!! Doorrr!!! Dorrr!!!!.


Suara tembakan itu cukup bising di tengah malam buta itu.


"Abang hati-hati!!" Pekik Raisa saat dia melihat Richard berusaha untuk melindungi dirinya.


Raisa segera berguling ke kiri dan memanfaatkan pohon besar untuk segera berlindung sambil terus menembaki beberapa orang yang menyerangnya.


Richard yang melihat aksi heroik dari Raisa tidak menduga jika, calon istrinya itu memiliki kemampuan yang terpendam yang cukup mumpuni dan membuatnya terkagum kagum melihat keberanian Raisa yang luar biasa.


"Sepertinya aku harus segera menghubungi Kakak," gumamnya dengan merogoh hpnya.


Raisa secepatnya menelpon nomor hp kakaknya Redy. Dia tersenyum tipis karena kakaknya segera mengangkat teleponnya lalu bersiap ke tempatnya berada. Rexy cepat tanggap setelah mendapatkan kabar dari adiknya.


"Jangan lama Kak, mereka banyak sekali, takutnya kami tidak mampu melawan mereka," terangnya Raisa.


Tubuhnya dengan sesekali muncul di balik pohon untuk menembak dari salah satu kawanan penjahat itu untungnya dia membawa headset bluetooth sudah terpasang dengan baik di telinganya.

__ADS_1


"Oke tunggu kakak, kebetulan kakak tidak jauh dari tempatmu berada," jawab Rexy dengan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi seperti seseorang pembalap saja.


Raisa segera memasang headset di telinganya untuk memudahkan berkomunikasi dengan saudaranya dan keluarganya yang lain.


Dia menghubungi nomor Aisyah setelah menyadari ternyata ada ratusan orang yang silih berganti berdatangan mengepung mereka.


Mereka saling adu tembak satu sama lain. Richard sesekali melirik ke arah calon istrinya berada. Awalnya dia sangat mengkhawatirkan keadaan dari Raisa tetapi setelah melihat langsung dari kemampuan bertarung yang dimiliki olehnya, sedikit bisa bernafas lega dan tidak terlalu takut dan khawatir lagi.


Mereka hanya bertiga menghadapi para musuh yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengannya.


Kemampuan menembak yang mereka miliki mampu mengimbangi jumlah mereka yang terbilang bukan sedikit itu.


"Kenapa Kakak lama sekali? padahal tadi katanya sudah dekat dari sini," tanya Raisa dengan suara lirih yang kebingungan dengan Axel yang belum muncul juga.


"Kenapa jumlah mereka semakin banyak? padahal sudah banyak yang berhasil kami tumbangkan," gumamnya Raisa dengan wajah kebigungan.


Ia keheranan melihat mereka seperti amoeba saja yang terus membelah diri tanpa henti bagaikan mati satu tumbuh seribu. Richard memberikan kode kepada kemal untuk segera mendatangi bala bantuan dari pihaknya.


Anggota dari lawan mereka semakin bertambah banyak saja. Seperti seakan-akan tidak ada habisnya saja.


Richard juga sudah menghubungi bodyguard terbaik yang dia miliki untuk segera datang. Keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya mereka. Pakaian yang mereka pakai pun sudah basah dan sedikit kotor.


"Mereka semua dilengkapi dengan senjata yang sangat canggih dan keluaran terbaru, Bos sepertinya mereka bukan dari orang biasa," ucap kemal yang tidak jauh posisinya dari tempatnya dengan atasannya yaitu Richard.


"Apa yang kamu katakan benar adanya, mereka datang sporadis dan aku yakin ada yang menggerakkan mereka tidak jauh dari tempat ini," balasnya Richard dengan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.

__ADS_1


Kemal refleks mengamati di sekitar mereka. Dan yang dikatakan Abi benar, tidak jauh dari mereka ada seseorang yang duduk di dalam mobilnya dengan memakai topeng selalu mengamati mereka.


Tidak lama kemudian, beberapa mobil hitam berdatangan ke arah mereka. Dan


ternyata itu adalah bala bantuan dari Kakak dan saudaranya Raisa tidak lain adalah Rexy. kakaknya Delisha.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2