Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 58. Tidak Mungkin


__ADS_3

Raisa merasa sedih dan tidak pantas untuk bersanding dengan pria sebaik Richard yang bersedia menerimanya dengan setulus hati dan sepenuh jiwa dan raganya.


"Abang heran sama kamu, bukannya bahagia tetapi malahan menangis dan tambah sedih saja," ucapnya yang kebingungan dengan sikapnya Raisa.


"Raisa tidak pantas mendampingi hidupnya Abang, apa Abang tidak malu memiliki istri yang seperti saya, apa katanya nanti keluarganya Abang kalau mereka tahu kenyataan masa laluku tidak akan malu jika dicibir oleh orang lain," jelas Raisa yang heran dengan pria yang ada di depannya.


Raisa ketakutan dengan hal tersebut, walaupun selama ini beberapa Pria yang dikenalkan untuknya selalu berkata kasar dan menghinanya.


Tetapi pria ini berbeda jauh dengan yang lainnya, dia sedikit pun tidak pernah memperdulikannya dan tidak ingin ambil pusing dari omongan orang lain tentang statusnya sebagai perempuan yang hamil di luar nikah.


"Tapi Abang.." ucap Raisa yang terdiam sesaat saat Richard meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya Raisa.


Raisa yang diperlakukan seperti itu semakin menangis saja. Raisa pun keheranan dengan apa yang dilakukan olehnya.


Dia merasa sedih dan tidak pantas untuk bersanding dengan pria sebaik Richard, yang bersedia menerimanya dengan setulus hati dan sepenuh jiwa dan raganya.


"Abang heran sama kamu, bukannya bahagia tetapi malahan menangis dan tambah sedih saja," ucapnya yang kebingungan dengan sikap dari calon istrinya itu.


Raisa selalu dilanda ketakutan dengan hal tersebut, walaupun selama ini beberapa Pria yang dikenalkan untuknya selalu berkata kasar dan menghinanya, tetapi dia sedikit pun tidak pernah memperdulikannya.


Ia tidak ingin ambil pusing dari omongan orang lain tentang statusnya sebagai perempuan yang hamil di luar nikah.


"Dari awal kita dijodohkan, Abang sekalipun mereka tidak pernah berfikir untuk membatalkan rencana pernikahan kita," jelasnya dengan tatapan matanya yang penuh arti ke arah Raisa.


Raisa yang ditatap membalasnya dengan tatapan sendu. Ia tidak habis pikir dengan pria yang ada di hadapannya itu.


Dia kadang geleng-geleng kepala, dan berfikiran apa sudah habis stok perempuan yang masih single dan masih suci diluar sana, kenapa pilihan pria satu ini jatuh padanya.


Raisa tertawa mendengar perkataan darinya, "Abang terlalu naif jadi pria, kalau aku diposisinya Abang pasti sudah batalkan semuanya dan cari gadis yang lebih layak dan pantas dari pada wanita yang harus hamil diluar nikah tanpa suami."


Raisa masih tertawa seakan-akan semua perkataan dan sikap Richard adalah hal lucu yang perlu ditertawakan.


"Itu menurutmu, tapi bagiku sekali mencintai pada satu gadis dan selamanya akan seperti itu tidak akan pernah berubah, hingga akhir waktu dan Abang selalu berdoa kepada Allah SWT agar hatiku selalu untuk gadis kecilku," tuturnya dengan kembali menyesap kopinya yang sudah tidak panas lagi.

__ADS_1


Raisa sesekali melihat ke arah putranya yang sedang asyik bermain dan berbaur dengan anak-anak lainnya.


"Entah terbuat dari apa hati pria di depanku ini, dia bego sekali ingin menikah denganku."


"Kamu adalah gadis kecilku, Mami dari putraku jadi sepatutnya lah aku nikahimu," ungkap Richard dengan jujur dan spontan.


Perkataan itu sangat sulit untuk diungkapkan oleh Richard yang pasti ada resiko dibalik semua keberaniannya untuk kejujuran.


Richard tetap harus menyampaikannya sebelum mereka menikah. Ia tidak ingin terjadi percekcokan dan kesalah pahaman nantinya.


Awalnya Richsrd ingin mengatakan fakta itu setelah mereka menikah dan resmi menjadi suami istri. Tapi, ia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagi beban di dalam hidupnya.


"Aku mencintaimu jauh sebelum kita dijodohkan," terangnya Richard dengan mantap.


Raisa terperangah dan tersentak kaget mendengar perkataan dari calon suaminya kelak.


"Maksudnya Abang, aku tidak mengerti?" Tanyanya yang masih kebingungan.


Sesekali Raisa ikut mencicipi disert yang ada di hadapannya itu sembari berbincang-bincang dengan calon suaminya.


Penuturan dari Richard semakin membuatnya tidak percaya dan keheranan.


"Itu tidak mungkin Abang, adek tidak percaya, lagian menurut adek kita baru bertemu beberapa hari yang lalu dan itupun kita bertemu karena saling dijodohkan," balasnya dengan senyuman tipisnya yang semakin mempercantik wajahnya.


"Silahkan kalau kamu tidak percaya yang jelasnya aku sangat mencintai gadis kecilku yang memakai topeng butterfly Valve waktu itu dengan memakai gaun sebatas lutut warna peach," tutur Richard.


Raisa masih tersenyum menanggapi perkataan dari Richardi. Dia belum mencerna baik perkataannya Richard.


"Abang mencintai gadis yang baru berusia 16 tahun lebih yang memakai topeng di wajahnya dengan gaun yang sangat pas ditubuhnya dengan memakai gelang ini," Richard menyentuh gelang yang dipakai oleh Raisa.


Raisa kembali teringat peristiwa kelam yang menimpanya dan dia alami beberapa tahun yang lalu sehingga lahirlah Lee ke dunia ini.


Awalnya Raisa tertawa mendengar perkataannya tetapi lambat laun dia pun menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin, pasti pria malam itu bukanlah Abang, aku yakin itu," terangnya dengan lelehan air matanya yang sudah membasahi pipinya.


Richard memegang kedua tangannya Raisa sembari berkata," Abang adalah pria malam itu yang awalnya hanya berniat untuk menolongmu saja, tapi karena godaan yang terus kamu berikan pada Abang sehingga malam itu kita melakukannya yang akhirnya lahirlah Rei ke dunia ini."


Richard terus berusaha untuk meyakinkan Raisa tentang semua kenyataan pahit yang harus diketahuinya.


Raisa terus menggelengkan kepalanya, dia sangat tidak percaya dengan penuturan dari mulutnya Richardi.


"Aku yakin bukan Abang yang bersama adek malam itu, please jangan katakan kebohongan lagi Abang," sanggahnya.


Tetesan demi tetesan air matanya mengalir membasahi wajahnya. Matanya sudah memerah, hidungnya sudah sembab.


Mobil mereka sudah meninggalkan halaman rumahnya Martin dan melaju dengan kecepatan sedang. Mobil mereka sudah bergabung dengan pengendara mobil lainnya.


...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Dilema Diantara dua pilihan...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...


...8. Hanya Sekedar Baby Sitter...


...9. Cinta Ceo Pesakitan...

__ADS_1


...10. Tetanggaku Idola Suamiku...


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all.....


__ADS_2