
Wajah mereka Nampak Sangat khawatir dan ketakutan. Tidak bisa dipungkiri akan hal itu.
Wanita muslimah adalah berlian nya islam
"Apa yang terjadi padanya Nek?" Tanyanya dengan memeriksa kedua telapak kakinya Nyonya Mirah.
Nenek Masitha hanya mengarahkan pandangannya ke arah cucunya yaitu Pak Yudha tanpa menjawab sedikit pun.
Aisyah mengarahkan pandangannya sesuai dengan arah pandangan Nenek Masitha juga.
"Apa yang terjadi dengan Nyonya Muda, Tuan?" Tanyanya sembari memeriksa kakinya Mirah yang sudah dibalut dengan perban itu.
"Nenek, tolong jaga Miirah, ada yang ingin aku bicarakan dengan Aisyah," ujarnya tanpa berniat untuk menjawab berbagai pertanyaan dari mereka yang hadir di tempat itu.
Aisyah yang mendengar seruan dari Martin segera bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah luar.
Dia memperhatikan raut wajahnya Yudha yang sangat serius dan dia sudah bisa mengambil kesimpulan jika keadaan mereka sedang tidak baik-baik saja. Ada masalah genting yang telah menimpa anggota keluarganya.
Baru beberapa detik dia duduk, hpnya Aisyah berdering nyaring. Aisyah tanpa banyak pikir dan basa basi dia segera mengangkat teleponnya dari Bryan," Halo, ada apa? Itu tidak mungkin, pasti ada kekeliruan dari informasi itu?" Tanyanya yang tidak percaya dengan perkataan dari Bryan.
"Dari tadi, kami terus berusaha untuk menghubungi nomor hp mu tapi, selalu tidak aktif," ujar Bryan yang sedikit jengah dengan sikapnya Aisyah setelah menikah.
"Jadi, kamu sekarang ada di mana, dan tuan Muda Rexy ada di mana?" Bentaknya yang bertanya yang sudah nampak tegang itu.
"Saya, Rexy dan yang lainnya terus mengikuti jejak dari sinyal hpnya Rexi, mereka menuju ke arah barat laut, sepertinya menuju hutan," ucapnya yang melihat ke arah peta dan kompas yang ada di hpnya sesuai dengan sinyal sos yang dikirimkan oleh adiknya.
"Aku akan segera menyusul kalian, dan segera hubungi Tuan Mark agar mengirimkan anak buahnya untuk membantu kita, sepertinya pertarungan kali ini kita sama sekali tidak boleh menganggap remeh mereka lagi," terangnya yang menerawang kemampuan dan kemajuan yang dimiliki oleh Nurman beberapa tahun belakangan ini.
__ADS_1
"Atur strategi dengan baik, dan kerahkan semua anggota tim terbaik yang ada dan tunggu aba-aba selanjutnya dariku," jelasnya lalu mematikan sambungan teleponnya dengan sepihak.
"Apa aku ikut denganmu?" Tanya Tuan Yudha saat melihat Aisyah yang akan meninggalkan tempat itu.
Aisyah menolehkan kepalanya ke arah Yudha, " tidak perlu, Tuan hanya perlu menjaga keamanan Mirah dan yang lainnya yang ada di sini, dan tolong segera hubungi Pak Heri dan Dion untuk membantu Tuan di sini dan satu lagi hubungi pihak kepolisian dan katakan kepadanya sesuai dengan yang terjadi," terangnya lalu berjalan meninggalkan Yudha yang berdiri terpaku di tempatnya.
Nenek Masitha segera menelpon nomor hp dokter pribadinya untuk segera memeriksa keadaan dari Mirah. Sedangkan Resy yang berusaha untuk mengulur waktu, taktiknya ketahuan oleh mereka.
"Jangan harap kamu bisa melakukannya, dan hp ini harus kami buang," geramnya sambil menggeledah tubuhnya Dennis yang ingin mengambil hpnya lalu membuangnya di atas aspal panas siang hari itu.
Rexy terus berusaha untuk melakukan perlawanan tapi hal itu percuma saja, karena tangannya yang terborgol dengan mulutnya yang disumbat.
"Jangan harap keluargamu bisa datang menolongmu," bentaknya si botak.
Beberapa saat kemudian mobil mereka berhenti di depan pagar yang cukup tinggi dan sangat kokoh itu. Pintu terbuka secara otomatis setelah si bos mereka menempelkan wajahnya di depan komputer kecil yang terletak di sekitar pagar.
"Sepertinya itu suaranya Abang Rexy kenapa bisa ada di sini?" Ia segera berjalan ke arah pintu dan memeriksa dengan seksama melalui lubang pintu yang sangat kecil itu.
Hingga sudut ujung matanya melihat tubuh pria yang sangat dicintainya itu digiring oleh anak buah kakeknya ke dalam ruangan yang tidak terlalu jauh dari tempatnya.
"Silahkan beristirahat di dalam sana, sepertinya tubuhmu butuh waktu untuk istirahat," ucap Si Botak.
"Dan jangan sekali-kali untuk berharap untuk bisa lolos dari sini," sahut yang satunya lagi lalu mendorong Rexy sekuat tenaganya hingga tubuh Rexy terjerembab ke lantai.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...
__ADS_1