Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
49. khawatir dengan Kondisi Aisyah


__ADS_3

Anak-anaknya sudah khawatir dan cemas sekaligus ketakutan jika terjadi sesuatu sama Momsnya.


"Iya Moms baik-baik saja kan?" Tanya Rexy yang sudah berada di depan Amairah.


"Itu Sayang, Aisyah tidak membuka pintunya padahal sudah lama Mommy mengetuk pintunya," jawabnya lalu kembali berlarian ke arah pintu kamarnya Aisyah.


Mereka bergantian mengetuk pintu itu tapi, tidak ada balasan apapun dari arah dalam.


"Bagaimana kalau kita dobrak saja pintunya Moms?" Tanya Axel yang memberikan saran kepada Amairah.


"Lakukan saja nak, aku takut dengan keadaan Aisyah," terangnya.


Axel dan Dennis segera mendobrak pintu tersebut. Dengan sekuat tenaga hingga pintu itu roboh.


Mereka berlarian masuk ke dalam kamarnya. Dan mereka terperangah melihat Aisyah yang sudah pingsan di atas lantai.


Amairah menutup mulutnya tak percaya melihat kondisi Aisyah yang seperti ini.


"Aisyah!!! Teriak Amairah yang langsung memangku kepala Aisyah.


Dennis dan Axel memeriksa seluruh tubuhnya Aisyah.


"Moms kita harus segera membawa Aisyah ke RS kasihan kalau dibiarkan seperti ini terus," terang Axel.

__ADS_1


Dennis tanpa aba-aba segera menggendong tubuhnya Aisyah dibantu oleh Axel. Mereka membawa segera Aisyah ke Rumah Sakit untuk segera mendapatkan penanganan dan pertolongannya.


Tapi langkah mereka terhenti saat pintu utama terbuka. Mereka kembali terkejut melihat ada beberapa orang yang berdiri di depan pintu, memakai pakaian lengkap serta beberapa barang bawaan yang mereka yakini barang seserahan pernikahan.


Nathan segera maju ke depan saat menyadari jika yang berada di dalam gendongan Dennis adalah Aisyah calon istrinya.


"Apa yang terjadi dengan Aisyah?" Tanyanya sambil mengambil alih tubuh Aisyah.


Orang-orang saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka terkejut dan tidak menyangka jika perempuan yang akan mereka lamar sedang sakit dan dilarikan ke RS.


Tanpa menunggu jawaban Nathan segera membawa masuk ke dalam mobil tubuhnya Aisyah.


Raut wajah Nathan sangat khawatir dan ketakutan jika ada yang terjadi pada perempuan yang perlahan sudah mulai dia perhatikan dan menyentuh relung hatinya yang terdalam.


"Rexy tolong lebih cepat lagi setir mobilnya," perintah Nathan dengan sedikit berteriak.


Aisyah sudah berbaring lemah di atas Bangkar Rumah Sakit di dalam ruangan UGD. Hanya Lee dan Mbak Mirna serta asisten rumah tangganya yang tinggal sedangkan yang lainnya sudah berada di RS.


Mereka mondar mandir di depan pintu UGD. Amairah menelpon suaminya agar segera datang menyusul mereka. Yudha yang mendapat telpon segera menyusul ke rumah sakit.


Nathan wajahnya sudah nampak pucat pasi saking takutnya karena sampai sekarang belum ada kabar tentang kesehatan dari Aisyah.


Ibu bapaknya mencoba menenangkan diri Nathan karena sudah seperti bagaikan setrikaan saja.

__ADS_1


"Nathan sabar Nak, berdoalah sama Allah agar dia baik-baik saja," ibunya mengelus lengan putranya.


"Pak Nathan harus diam, kalau bisa duduk di sampingnya Abang Axel kalau seperti ini terus bikin kepala mumet lihat Pak Nathan mondar mandir gak jelas, Kami juga khawatir dengan keadaannya Aisyah," terangnya DTexy yang tidak menyangka pria dewasa yang baru mengenal cinta reaksinya seperti itu.


Richard dan Yudha pun datang ke RS setelah mendengar informasi dari yang lainnya.


Yudha memeluk tubuh Mirah untuk berusaha menenangkan diri Istrinya yang sesekali sesegukan di sela isak tangisnya.


"Sayang sabarlah, insya Allah Aisyah pasti baik-baik saja," Yudha mengelus rambut panjang nan legam milik istrinya yang berusaha menenangkan tubuh Mirah.


"Makasih banyak Sayang, aku sangat takut Mas terjadi sesuatu sama dia, Aisyah sudah seperti adikku sendiri, Dia yang selalu berada di sampingku disaat aku terpuruk dan butuh teman, dia yang selalu hadir," tuturnya yang mengelap air matanya yang membasahi pipinya.


Takkan selamanya tanganku mendekapmu Takkan selamanya raga ini menjagamu Seperti alunan detak jantungku Tak bertahan melawan waktu


Dan semua keindahan yang memudar atau cinta yang telah hilang


Tak ada yang abadi


Tak ada yang abadi


Biarkan aku bernafas sejenak


Sebelum hilang

__ADS_1


Takkan selamanya tanganku mendekapmu Takkan selamanya raga ini menjagamu Jiwa yang lama segera pergi


Bersiaplah para pengganti.


__ADS_2