Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 189


__ADS_3

Senyuman Mirah langsung terbit dari sudut bibirnya, disaat mendapat perlakuan seperti itu membuat wajahnya memerah dan malu-malu.


Mirah sekaligus semakin sangat bahagia bahkan kebahagiaannya berlipat-lipat, karena telah diberikan kepercayaan dan amanah untuk mengandung kembali seorang calon bayi lagi di dalam rahimnya. Mirah bahagia karena mendengar langsung Yudha menyebut kata sayang di depannya.


"Alhamdulillah Mas kalau begitu, aku sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk menjadi seorang calon ibu lagi," terangnya Mairah sambil mengelus perutnya yang masih datar itu.


"Makasih banyak sayang, kamu sudah menjaganya dengan baik dan tolong jaga dia dengan baik untukku walaupun kadang Mas tidak berada di samping kamu yang menemanimu," pintanya Yudha di hadapan Mirah yang menciumi tangan Amairah di dalam genggamannya.


"Insya Allah yah Mas, aku akan menjaganya dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin agar dia bisa hidup dengan baik di dalam sana," ucapnya Mirah.


Pintu ruangan terbuka dengan lebar dan masuklah Maya, Nadia dan Dion serta bingkisan parcel dan beberapa barang keperluan Mirah. Maya dan Nadia langsung berhamburan memeluk tubuh Mirah dan tersenyum bahagia setelah mereka mendapatkan kabar gembira bahwa Sahabatnya sedang hamil.


"Selamat yah sayang kamu hamil lagi, Maxy akan segera punya adek," tutur Nadila.


"Iya cantik, Aku turut bahagia loh setelah mendengar kabar kalau kamu hamil tapi ngomong-ngomong di mana suami kamu?" Tanyanya Mayang yang langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan langsung pandangannya berhenti tepat disekitar Doni.


Mayang melihat Yudha yang duduk di dekat Dion dan Mayang langsung menatap tajam ke arah Yudha dan tidak menyangka jika, Yudha adalah orang yang telah membuat sahabatnya hamil. Mayang terkejut karena setahu dia sepupunya itu belum menikah.


Pacar Yudha adalah Nikita Yuanita Aiman seorang model cantik papan atas bukanlah Mirah. Yudha pun balas menatap tajam ke arah Maya dan menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya. Mayang pun mengerti dan mengangguk pasrah.


"Itu suamiku kalian boleh kenalan kok, namanya Martin dan dia bekerja di Jakarta sebagai karyawan biasa di bagian keuangan dan kebetulan dia Kerja di perusahaan yang sama dengan kita," jelasnya Mirah yang memperkenalkan Martin dihadapan ke dua sahabatnya.


Dion hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Mirah tanpa ada niat untuk menyangkal ataupun menampik perkataan dari saudara sepupunya.


"Bos kapan loh mau jujur, sudah mau punya anak juga masih main petak umpet terusan," batinnya Doni.

__ADS_1


"Ya Allah kakak, kenapa meski harus berbohong dan menutupi jati diri kakak yang sebenarnya dihadapan Mirah, gimana kalau suatu saat nanti Mirah tahu dari orang lain, apa jangan-jangan kakak Yudha yang merenggut mahkota Mirah waktu di hotel Lombok berarti kalau gitu Yudha adalah Ayahnya Maxy?," Gumam Mayang.


Mayang tak hentinya menatap satu persatu ke arahnya Mirah dan Yudha," pantesan ada kemiripan dari mereka tapi setahu saya, Mirah belum tahu semua itu, kalau gini aku akan interogasi Kakak," Mayang membatin.


Mereka ikut berbahagia dengan kehamilan keduanya Mairah sahabat baik mereka. Bahkan mereka bercanda dan berbincang-bincang hingga sore hari. Mereka pun pamit pulang ke rumah masing-masing.


"Amairah kami pulang dulu yah sayang, insya Allah besok kami akan datang lagi, lagian kami gak enak entar ganggu kalian lagi," gurau Nadila.


"Apaan loh Nad, malahan aku senang kalau kalian ada di sini temani Aku saja," tutur Mirah dengan suara lembut dan dengan senyuman khasnya.


"Iya nad, besok kami akan masuk kerja dan hari ini ibu Tania membawa tumpukan berkas yang cukup banyak," kelakar Mayang sambil bercanda.


"Makasih banyak kalian sudah datang," terangnya Mirah yang membalas pelukan Mayang.


"Dede ponakannya Aunty Mayang jangan nakal yah, kasihan Mommy kamu kalau Dede nakal," pungkas Mayang sambil mengelus perut Mirah.


Nadila dan Dion berjalan duluan ke luar ruangan sedangkan Mayang mendekati Martin dan membisikkan sesuatu kata-kata ke telinga Yudha.


"Kakak berhutang penjelasan kepada ku dan aku tunggu di Apartemen Mayang okey tidak pakai banyak alasan," bisiknya Mayang dengan senyuman liciknya.


Mayang pun menutup pintu dengan senyuman di wajahnya karena menurutnya sekarang dia punya kartu as untuk mempermainkan kakak sepupunya itu.


"Aku akan memerasnya jika ia mengingkari janjinya," batinnya Mayang sebelum meninggalkan kamar tersebut.


Sedangkan Yudha mengelus wajahnya yang nampak gusar karena, ternyata Mayang adik sepupunya adalah sahabat baiknya Mirah. Yudha takut jika Mayang memberitahu kepada Neneknya tentang pernikahannya.

__ADS_1


Berselang Yudha segera menelpon Mbak Marni untuk mengabarkan kondisi dari istrinya dan meminta tolong untuk menjaga dengan baik putra sulungnya sementara waktu selama Mirah ada di rumah sakit.


....


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2