
Tidak lama kemudian, Anak buah Pak Herdi pun masuk, yaitu Roni dengan wajah yang sulit untuk ditebak. Tetapi menyiratkan bahwa ada yang tidak beres yang sudah terjadi. Pak Herdi pun menatap ke arah Roni sedangkan yang ditatap langsung mengerti maksud dari tatapan pak Heri.
"Yudha dengarkan baik-baik Papa akan berusaha untuk menemukan Mirah, Papa pamit keluar dulu, ada yang ingin Papa kerjakan dan jaga baik-baik putri Kamu," ucap Pak Herdi lalu berjalan ke arah pintu.
"Baik Pa, tapi Yudha jangan lama-lama, Yudha tidak sanggup jika hanya sendiri," jawab Yudha yang takut jika dirinya hanya sendiri saja, ada rasa ketakutan yang tiba-tiba menghampirinya.
Yudha saja yang kurang gercep dan tidak peka dengan kondisi dirinya yang punya kekuasaan tetapi tidak memanfaatkan sebaiknya. Dia tidak pernah berfikir jika harus menyewa dan memperkerjakan beberapa orang untuk menjadi body guardnya dikarenakan dengan ancaman dari musuh yang secara tiba-tiba datang.
flashback off..
Satu bulan kemudian, hari ini adalah jadwal kepulangan Maxy dan Mutiara. Nyonya Mirah memutuskan untuk membawa calon menantunya bersamanya juga yaitu Mutia bersama mereka. Sebenarnya Mutia bukanlah orang miskin yang tidak memiliki rumah, ia memiliki rumah, tetapi tidak ada lagi keluarganya yang bisa menjaganya.
Awalnya keinginan dan keputusan dari Mirah mendapatkan penolakan dari Mama mertuanya Bu Masitha. Tapi, ia bersikukuh pada pendiriannya terus, dan tidak ingin ditentang oleh siapa pun.
Mutiara merasa sedih sekaligus bahagia dalam waktu yang bersamaan, karena mendapatkan perlakuan yang amat baik dari keluarga Ayah biologis putrinya itu.
Dia juga sedih dalam waktu yang bersamaan karena merasa malu dan bersalah atas apa yang telah dia lakukan di masa lalu terhadap Raisa anak semata wayangnya Pak Yudha.
Keluarga besar Lee sudah memaafkan segala khilaf dan kesalahannya Mutia di masa lalu. Lagian menurut mereka, Mutia hanya bidak catur dan budak oleh kakeknya sendiri yang membuatnya terpaksa melakukan hal itu karena hasutan dari mendiang kakeknya.
Semua anggota keluarga Lee terus memburu dan mencari keberadaan dari Noel Torres, hingga sudah hampir satu bulan tapi, pencarian belum berhasil. Mutiara duduk di gazebo belakang rumah keluarga Lee, dan teringat saat dia berusia 14 tahun.
Waktu itu pamannya Noel bersama bibinya mengajaknya mudik ke kampung halamannya yang sangat jauh dari Ibu kota. Tempatnya sedikit terisolasi dari dunia perkotaan Karena jarak tempuh yang cukup jauh.
"Apa jangan-jangan paman ada di sana? Aku harus segera menyampaikan kepada Kakek hal ini," Mutia berdiri dan segera berjalan ke arah ruangan khusus milik Tuan Luis jika datang ke kediaman cucunya Mirah.
__ADS_1
Mutia dengan tidak sabar mengetuk pintu itu hingga sang pemilik kamar membukanya. Kakek Luis langsung mempersilahkan Mutia masuk ke dalam. Dia lalu duduk di depan dengan bibirnya yang tiba-tiba keluh karena salah tingkah dan grogi diliatin oleh banyak orang.
Ternyata di dalam ruangan itu ada banyak orang terutama Nyonya Masitha yang sampai detik itu juga, masih tidak menyukai kehadirannya.
"Katakan apa yang ingin kamu sampaikan Mutiara?"tanyanya Tuan Luis dengan nada suara yang sedikit rendah dan bersahabat itu.
"Apa tidak sebaiknya kita mencari paman Noel ke kampung halamannya, aku teringat dengan kampung halamannya pamanku yang kemungkinan besar dia bersembunyi di sana," tuturnya dengan sesekali pandangannya lurus ke bawah.
Pusat perhatian dan arah pandangan mereka semuanya mengarahkan pandangannya ke arah wajah Mutia yang sedang berbicara.
"Bagaimana menurutmu Mark?" Tanya Tuan Luis.
"Segera kita bertindak,feeling aku Rexy ada di sana,"jawabnya dengan penuh semangat dan keyakinan yang kuat.
"Aisyah persiapkan semua kebutuhan dan keperluan yang akan kita bawa, dan sepertinya ini akan lebih sulit dari yang kita bayangkan," terang Tuan Luis.
Aisyah dan Nathan segera melaksanakan perintah dari Tuan Besar Luis. Mereka akan bergerombol mendatangi lokasi daerah itu yang cukup jauh dari Ibu kota. Tempat itu berada dekat selat Makassar. Jadi persiapan mereka sangat banyak dan harus matang.
"Tuan Mark, Martin, Dion kalian tetaplah disini menjaga keamanan keluarga kita, dan yang lainnya ikut bersamaku," ujarnya Tuan Luis.
Liora menatap ke arah Tuan Luis," Apa aku juga boleh ikut kek ke sana?" Tanyanya dengan penuh harap.
"Kamu pasti ikut karena hanya kamu yang tahu jalan kesana," balasnya.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Alurnya novel ini maju mundur cantik yah. Semoga mudah dimengerti alurnya..